Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
Kembar selalu sama


__ADS_3

Setelah Doni sampai di rumah ia melihat Mamanya duduk santai di sofa sambil meminum segelas jus, perlahan ia mendekati Mamanya dan duduk di sebelah Mamanya.


"Ma, kasihan om Bastian itu dia mengira aku ini benar-benar anaknya,"ungkap Doni.


"Tidak apa-apa, dan apa yang dia ucapkan tadi pada mu?"tanya Kisya sambil menatap wajah Doni.


"Dia akan mengirimkan kita uang, bahkan dia meminta aku tinggal bersama dengan dia bersama istri barunya, hanya itu saja."jelas Doni membuat Kisya terkejut.


Bukankah dia sudah menikahi wanita malam itu, lalu istrinya maksudnya siapa lagi wanitanya. Batin Kisya.


...


Setelah beberapa hari Bastian tidak bertemu dengan Dilara dan hari ini ia berniat akan meluruskan semua, permasalah dengan Dilara yang salah faham akan dirinya dan Kisya beberapa hari lalu.


Bastian mengetuk-ngetuk pintu kamar Dilara dan pintu kamar Dilara terbuka.


Ceklek!


"Boleh, Kakak masuk?"tanya Bastian dengan sangat lembut.


"Em."jawab Dilara yang langsung masuk kedalam kamarnya dan di ikuti oleh Bastian.


Mereka duduk di sofa dengan sangat berjauhan.


"Katakan?"ucap Dilara cuek.


"Semuanya salah faham, Kakak bisa jelaskan semuanya dan kita akan segera menikah."ucap Bastian dengan sangat lembut sambil mendekati Dilara.


"Benarkah? Apa wanita itu tidak akan mengusik kehidupan kita?"tanya Dilara dengan sangat lembut.


"Tidak, Kakak akan pastikan semuanya baik-baik saja setelah kita menikah ... Hanya saja Doni akan ikut bersama kita nantinya,"ucap Bastian sambil mengelus rambut Dilara.


"Baiklah, kita sekarang juga bicara pada mama dan papa kalau kita akan menikah."ucap Dilara dengan sangat lembut.


"Ayo, "jawab Bastian dengan senyuman manisnya.


Dilara berjalan bersama dengan Bastian menuju kamar Mama dan Papa mereka, setelah mereka sampai mereka mengetuk-ngetuk pintu kamar Papanya.


Tok, tok.


Kenan bergegas membuka pintu kamarnya dan ia sangat terkejut melihat anak-anak berada di depan pintu kamarnya.


"Boleh, kami masuk?"tanya Bastian dengan sangat lembut.


"Masuk,"jawab Kenan.


Dilara masuk bersama dengan Bastian mereka duduk di sofa sambil menatap keseluruhan ruangan, sebab Alice tidak terlihat keberadaannya.


"Dimana mama?"tanya Dilara sambil menatap keseluruhan ruangan.


"Sedang mandi, sebentar lagi juga sudah siap. Katakan apa?"ucap Kenan yang melirik kearah Bastian.

__ADS_1


"Kami akan menikah,"ucap Bastian yang memegang tangan Dilara.


Sontak saja membuat Kenan terkejut dan ia menatap tajam kearah Bastian.


"Papa tidak akan menyetujuinya, kalian Kakak dan Adik apa kalian tidak pernah berfikir jernih!"ucap Kenan yang mulai terpancing emosi.


"Pa, kami saling mencintai ..."sambung Dilara.


"Benar, Pa."tambah Bastian.


"Bagaimana pun, kalian tidak akan menikah sampai kapanpun!"bentak Kenan.


"Tapi, Pa."ucap Dilara.


"Tidak ada, tapi-tapi kalian tidak akan bisa menikah!"bentak Kenan lagi dan Dilara langsung berlari.


"Pa, kenapa Papa tidak merestui kami?"tanya Bastian sambil menatap wajah Kenan.


"Kau memang anak sambung, tapi. Kau juga anak ku sendiri jangan lupa untuk semua yang aku berikan kepadamu, dan jangan lupa kau itu laki-laki brengsek, tidak mungkin aku membiarkan putriku tercinta menikah dengan mu!"


Seakan runtuh dunia Bastian ia berjalan menuju luar dengan sangat gemetar sambil meneteskan air matanya.


Papa mengatakan hal seperti itu, membuat ku terluka dan tersakiti. Batin Bastian.


"Bisa-bisanya mereka seperti ini, mana acara pernikahan Dilara dan Bagas belum sempurna baru setengah selesai. Dan aku harus gerak cepat."ucap Kena yang menatap kepergian Bastian.


Dilara berlari masuk kedalam kamarnya dan ia membanting tubuhnya di atas kasur lalu ia mengisi semua yang terjadi.


Bastian bergegas pergi menaiki mobilnya entah pergi kemana ia sebab ia tidak ada tujuan sama sekali, ia hanya ingin menenangkan pikirannya saja sebab apa yang di dengarnya barusan cukup membuatnya sakit.


...


Abah Acan datang dan duduk dihadapannya Dilan sambil menatap kearah Dilan.


"Jadi, apa niat kamu datang?"tanya Abah Acan dengan sangat dingin.


"Saya ingin melamar Nona, anak ba ..."terputus Abah Acan langsung memotong ucapan Dilan.


"Nona sudah saya jodohkan dengan Ustadz Riduan."ucap Abah Acan dangan sangat cepat.


"Tapi, saya bisa membahagiakan Nona, Pak."ucap Dilan dengan sangat tidak percaya akan apa yang ia dengar.


"Saya sudah memutuskan untuk anak saya yang terbaik,"ucap Abah Acan yang berlalu pergi.


Setelah kepergian Abah Acan datanglah Nona sambil meneteskan air matanya.


"Dil, mungkin ini yang terbaik untuk kita ..."ucap Nona sambil meneteskan air matanya.


"Nona, aku akan berusaha agar kita mendapatkan restu dari Abah kamu."ucap Dilan yang berlalu pergi.


Saat ia berada depan rumah Nona ia melihat Kisya menatap sinis padanya.

__ADS_1


Aku rasa semua ini adalah ulahnya, batin Dilan yang berlalu pergi.


Kisya tertawa kecil menatap kepergian Dilan.


Kau lihat Dilan, aku tidak akan membuatmu bahagia bersama dengan Nona itu. Batin Kisya.


...


Alice baru saja selesai mandi dan ia melihat Kenan seperti sedang marah lalu ia menghampiri Kenan.


"Ada apa, Pa?"tanya Alice dengan sangat lembut.


Kenan menatap wajah Alice lalu ia berkata,"Kita akan segera mungkin menikah kan Dilara dan Bagas, bagaimana pun caranya sebab Bastian sudah mengungkap perasaannya."


"Benar itu, untung saja acaranya sudah lima puluh persen kita akan segera melaksanakan semuanya, kita bersiap untuk mengundang semua teman dan rekan bisnis kita, asisten Papa yang akan mengurus semuanya,"ucap Alice dan Kenan menyetujuinya.


..


Bagas menelfon Alessandra melalui video call sebab mereka baru dua hari berpacaran, kini mereka sedang di mabuk cinta dan asmara.


"Sayang, apa bulan depan kita akan berlibur?"tanya Alessandra dengan sangat lembut dan manis di mata Bagas.


"Tentu saja, kita akan mengajak Dilara dan kak Bastian sebab mereka juga akan merayakan hari jadian mereka,"ungkap Bagas membuat Alessandra terkejut pasalnya, ia tidak mengetahui apa-apa tentang Bastian dan Dilara.


Kurang ajar si buaya darat buaya buntung itu, dia benar-benar membuatku kehabisan kesabaran ku, batin Alessandra.


"Ale?"ucap Bagas yang melihat Alessandra melamun.


"Ha, iya, nanti kita sambung lagi ya, aku mau pipis sebentar..."ucap Alessandra yang memutuskan sambungan teleponnya.


Aneh sekali pujaan hatiku, dia benar-benar membuatku seperti sedang jatuh cinta untuk yang pertama kali dan terakhir. Batin Bagas


...


Dilan masuk kedalam rumahnya dan ia bergegas pergi menuju kamar Adiknya sebab, ia ingin menceritakan tentang kehidupannya kepada Adiknya tersebut.


Saat ia masuk ia melihat Adiknya tengah menangis dan ia langsung menghampirinya.


"Ada apa?"tanya Dilan.


"Kak, papa tidak merestui hubungan ku dan kak Bastian,"ungkap Dilara sambil menangis.


Kenapa dia bernasib sama sepertiku, batin Dilan.


...Bersambung....


Follow Ig Author: cinta_terindah217


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.

__ADS_1


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2