Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Author memiliki bukti


__ADS_3

Dilara dan Bastian akan merayakan hari jadian mereka di Cafe tempat biasa Dilara bernyanyi, dan mereka juga merahasiakan tentang hubungan mereka sebab mereka tidak ingin terjadi sesuatu.


Pada malam hari ini Dilara sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Cafe namun, ia berangkat sendiri sebab ia tidak ingin ada yang curiga ia akan pergi bersama dengan Bastian.


"Cantik, aku benar-benar sangat bahagia bisa bersama seperti ini dengan kakak ku tersayang. Dan aku benar-benar tidak menyangka kalau kami bukanlah adik dan kakak. "ucap Dilara sambil memakai heels berwarna hitam.


Setelah selesai ia langsung bergegas pergi dari kamarnya ia mulai menuruni anak tangga setelah ia didepan rumah, ia berpapasan dengan Bagas mereka saling menatap satu sama lainnya dalam waktu yang cukup lama.


Maafkan aku Dilara, aku harus menyakiti mu hanya untuk membalaskan dendam ku padanya. Maafkan aku ... Batin Bagas sambil menatap Dilara.


Ada apa dengannya, apa perasaan ku saja yang melihatnya sangat aneh, batin Dilara.


"Em, kau cantik sekali dan kau mau pergi kemana?"tanya Bagas dan Dilara langsung tersadar dari lamunannya dan ia langsung tersenyum.


"Aku, mau ke Cafe untuk nyanyi maksudnya aku selalu menyanyi disana dan aku sudah lama sekali tidak hadir, "jelas Dilara.


"Aku akan mengantarmu, aku juga ada keperluan sedikit di luar jadi aku bisa mengantarkan mu ... "tawar Bagas untuk mengantarkan Dilara ke Cafe dan Dilara tampak berfikir.


Aku takut dia mengetahui hubungan ku dan kak Bastian, ah. Bukankah dia tadi mengatakan kalau dia akan keluar untuk urusannya, batin Dilara.


"Baiklah, dan aku tidak ingin naik motor sebab rambutku ini pasti akan rusak nantinya,"ucap manja Dilara.


"Nona manis, kau lupa? Aku tidak pandai mengendarai mobil?"ucap Bagas sambil berlalu pergi menuju motornya di parkiran.


"Baiklah, "sambung Dilara dengan sangat lemas sebab ia tidak enak kalau harus menolak ajakan Bagas.


Dilara naik ke atas motor milik Bagas dan Bagas memakaikan jaketnya pada Dilara.


"Gas, kau bisa kedinginan nantinya. Tidak apa-apa aku tidak pakai jaket sebab aku memakai baju panjang dan tebal."ucap Dilara sambil menatap wajah Bagas.


Bagas langsung melajukan motornya dengan kecepatan sedang dan ia menarik tangan Dilara, ia meletakkan tangan Dilara di pinggang kekarnya lalu ia tersenyum sambil melajukan motornya.


"Gas, kau mau kemana?"tanya Dilara sambil bersandar di bahu Bagas.


"Aku ingin menemui Cansa,"jawab Bagas.


"Apa dia wanita?"tanya Dilara lagi sebab ia sangat penasaran akan pergi kemana Bagas pikirnya.


"Dia laki-laki, dulu kami selalu mulung bersama dan aku akan mengajaknya untuk makan di Cafe."ucap Bagas dengan sangat lembut dan ia mengingat-ingat kembali tentang temannya tersebut.


"Wah, kau sangat baik."puji Dilara dengan sangat manis membuat Bagas tertawa.

__ADS_1


"Apa aku ini gula?"ucap Bagas dalam tawanya, Dilara menepuk pundak Bagas dengan perlahan.


Tak terasa kini mereka sudah sampai di Cafe diaman Dilara akan bertemu lagi Bastian.


Dilara turun dari motor Bagas dan ia langsung masuk kedalam Cafe tersebut, sedangkan Bagas ia langsung melakukan motornya dengan perlahan setelah ia sampai di jalan ia mematikan motornya.


Sebaiknya aku lihat mereka dari jarak jauh saja, aku hanya ingin mengambil foto mereka saja dan sedikit video mesra mereka dan aku harap aku berhasil. Maafkan aku Dilara sebenarnya aku sangat sayang padamu akan tetapi, aku juga harus membuat ayah sakit hati. Batin Bagas.


Bagas berjalan mendekati Cafe tersebut dan ia melihat Bastian dan Dilara duduk di dalam dan jelas terlihat oleh Bagas.


Dilara duduk berhadapan dengan Bastian dan mereka saling berpegangan tangan, Bagas langsung memotret mereka ia tidak menyia-nyiakan kesempatannya.


"Sayang, andai kita bisa segera bersama pasti ..."Bastian menghentikan ucapannya sambil menatap wajah cantik Dilara.


"Pasti apa, katakan saja?"ucap Dilara dengan sangat penasaran.


"Tidak ada apa-apa, makanlah habiskan makanannya,"sambung Bastian.


Dasar mesum, dia kira aku bodoh tidak mengetahui pikiran kotornya, batin Dilara.


Dilara dan Bastian langsung memakan makanan yang sudah di pesan oleh Bastian tadi, mereka makan dengan perlahan dan Bagas selalu mengabaikan momen itu melalui ponselnya.


Setelah selesai makan mereka duduk di bangku luar Cafe VIP yang sudah di pesan oleh Bastian.


"Tidak ada, "jawab Bastian cepat.


Jagan sampai dia tahu kalau aku memiliki istri dua dulu, dan aku memiliki dua anak dari istri ku masing-masing. Bisa-bisa dia tidak mau menerima Dudu nakal seperti aku ini, batin Bastian.


"Apa Kakak dulu pernah menikah?"tanya Dilara sambil tersenyum manis kepada Bastian.


"Tidak, "jawab Bastian cepat.


Sontak saja membuat Bagas sangat kesal dari jarak jauh.


Dia benar-benar keterlaluan, aku harus bertindak cepat, batin Bagas.


"Bagaimana jika kita berlibur di Kota B, untuk merayakan hari jadian kita?"ucap Bastian dengan sangat antusias.


"Tidak, sebab Kuliah Dilara sangat penting Kak."tolak Dilara dengan sangat halus dan lembut agar Bastian tidak marah kepadanya.


"Baiklah, sayang. "Bastian mencium tangan Dilara dengan sangat mesra membuat Dilara sedikit menjauh.

__ADS_1


Aku lupa kalau kak Bastian adalah laki-laki mesum, semoga saja keperawanan ku hanya untuk suamiku saja. Batin Dilara.


Setelah cukup puas berlama-lama di Cafe akhirnya mereka pulang bersama sedangkan Bagas, ia langsung bergegas pergi dari Cafe tersebut sebelum Bastian dan Dilara mengetahui keberadaannya.


Bagas mengendarai motor Matic miliknya dengan kecepatan tinggi agar ia segera sampai di rumah, saat di tengah perjalanan ia menghentikan laju motornya di tepi jalanan.


Sebaiknya aku mengirimkan foto mereka ke WhatsApp papa saja, dan aku akan memakai nomor ponsel lain agar aku tidak ketahuan oleh papa, batin Bagas.


Bagas mengambil ponselnya miliknya yang satu lagi setelah itu ia langsung mengirimkan beberapa foto, Dilara dan Bastian yang tampak begitu mesra.


"Untung saja kemarin aku membeli ponsel bekas ini, kalau tidak aku tidak akan bisa menjalankan rencana ku. Sekali lagi aku benar-benar minta maaf kepadamu Dilara ..."ucap Bagas lirih dan ia langsung melanjutkan kembali pekerjaannya menuju rumah Kenan.


...


Bastian dan Dilara sudah sampai di rumah dan mereka masuk kedalam kamar masing-masing, pada saat itu juga Bagas baru sampai dan ia langsung masuk kedalam sebelum ia masuk kedalam kamar. Ia duduk di sofa sambil meminum segelas air putih hangat sebab kepalanya sedikit pusing.


"Pusing sekali kepalaku, "ucap Bagas sambil memijat-mijat kepalanya dan Riska melihatnya lalu menghampirinya.


"Apa kamu pusing?"tanya Riska yang mendudukkan bokongnya di sofa samping Bagas.


"Iya, Tante."jawab Bagas sambil menatap kearah Riska.


"Sini, aku akan memijat kepalamu ..."ucap Riska dengan sangat lembut sontak membuat Bagas langsung, menidurkan kepalanya di paha Riska.


"Kau tahu Bagas, kalau saja Agam masih hidup pasti dia sudah sepertimu saat ini ..."ucap Riska lirih sambil memijat kepala Bagas dengan sangat lembut.


"Tante memiliki anak laki-laki?"ucap Bagas sambil menatap wajah Riska dari bawa.


.


.


.


...Bersambung....


Follow Ig Author : cinta_terindah217


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.

__ADS_1


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2