Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Bastian


__ADS_3

Setelah selesai makan bersama aku dan Om Azi, Papa Kenan , Mommy Alice, melaksanakan Shalat Dzuhur berjamaah di Masjid terdekat, sebenarnya aku sangat malas melakukan nya namun, aku haru melakukannya demi Papa dan setelah selesai aku langsung berpamitan untuk kembali ke Kantor duluan.


Sebab aku hendak menyelesaikan semua pekerjaanku karena aku sudah berjanji akan menemui Dilara, setelah selesai aku menatap jam tanganku dan terlihat pukul empat sore tanpa melihat ponselku terlebih dahulu aku bergegas pergi menuju Cafe.


Kini aku sudah sampai di Cafe love sorry aku tidak turun dari mobil dan aku berniat akan menelfon Dilara, dan aku melihat banyaknya panggilan dari Alessandra dan Dilara lalu aku langsung menelepon Dilara memalui video call.


📱Dilara.


"Diaman Kakak sudah sampai ini?" ucapku yang menatap wajah Dilara dari ponselku.


"Kak ... Maaf ya, Dilara lupa hari ini baru malam Sabtu bukan malam Minggu ... "ucap Dilara pelan.


"Ya ampun, kenapa aku bisa lupa kalau hari ini aku masih bekerja, "aku menepuk kening lalu aku menatap tajam kearah Dilara.


"Maaf Kak ... " ucap Dilara lembut.


"Cepatlah datang dan jangan terlalu lama dan jangan terlalu banyak bertanya." aku langsung memutuskan sambungan telepon, dengan sangat malas aku menunggunya aku memesan kopi dingin sambil menunggunya.


Setelah lama aku menunggunya akhirnya dia sampai akan tetapi dia sangat berbeda aku menatap wajahnya tanpa berkedip, aku melihat penampilannya yang sangat jauh berbeda ku lihat dia mengenakan dress panjang berwarna merah muda dan sedikit memoles wajahnya menggunakan makeup.


Dan yang satu ini sama sekali tidak pernah aku lihat dia menggunakan High heels yang sedikit tinggi, dan aku berfikir untuk apa dia berpenampilan seperti ini hanya untuk bertemu dengan ku saja.


"Kak!" aku terkejut saat dia mengeluarkan suara preman pasar miliknya tersebut, dengan sangat cepat aku mempersilahkannya duduk dihadapan ku.


"Kau sudah sangat cantik, tidak usah mengeluarkan suara preman pasar mu itu, "ucapku yang di susul gelak tertawa ku.


"Em, baiklah ... Oh iya ini adalah ulah dari tante Alessandra jangan Kakak kira aku sengaja bertemu dengan Kakak seperti ini."ucapnya dengan sangat ketus sontak saja membuat aku tertawa.


"Baiklah ... Apa setelah ini kita akan berdansa?" aku sengaja akan menggoda nya sebab aku tahu dia tidak akan suka berdansa atau semacamnya.


"Tidak, sebaiknya kita makan saja dan setelah ini Kakak antara Dilara pulang kerumah kakek Azi sebelum dia tahu kalau Dilara pergi ... "ucapnya dengan sedikit cemas di wajahnya yang aku lihat.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang pesan apa saja dan cepatlah makan agar kita bisa berdansa ... "aku mengedipkan sebelah mataku dan dia langsung melemparkan tisu ke wajah tampanku ini.


Aku hanya menatap wajahnya saja dan dia langsung memesan makanan kesukaannya yaitu, makanan Korea yang aku tidak tahu apa namanya yang pasti itu sangat pedas dan berminyak.


Saat kami menunggu pesannya aku terus saja menatap wajahnya yang terlihat sangat cantik seperti Mommy Alice, aku merasa bahwa Mommy Alice ada di diri Dilara aku terus saja menatap wajahnya dengan sedikit senyuman dan dia sama sekali tidak peduli akan tatapan ku.


Ku lihat dia fokus melihat pria remaja yang menyanyi di atas panggung dan mungkin saja dia menyukainya, aku tidak bisa membohongi perasaanku ini yang sangat terpesona dengan kecantikan Dilara dan sisi nakal ku kembali keluar.


"Bastian dia adik mu, jangan kau menyentuhnya sedikitpun kalau kau masih ingat hidup besok, "ucapku dengan sangat pelan agar Dilara tidak dapat mendengarkannya.


Dilara melirik kearah ku dan dengan sangat cepat aku mengalikan pandanganku kearah pria yang sedang bernyanyi.


"Kak, ada apa kenapa Kakak terus menatap wajah ku ini apa Kakak menyukai ku?"tanyanya yang membuat aku tersedak-sedak.


"Uhuk ... Uhuk, apa yang kamu bicarakan Dilara kamu adik Kakak sayang, "elak ku cepat agar dia tidak mencurigainya.


"Em ... " dia menatap wajah mu dengan sangat dalam dan aku sangat yakin dia sedang memikirkan sesuatu tentang ku.


"Cepat makannya Kakak masih ada urusan, "ucapku sambil meminum kopi dingin milikku dan ku lihat dia menatapku dengan sangat tajam.


"Baiklah, bukankah Kakak yang meminta Dilara untuk datang dan Dilara tahu pasti Kakak akan menghabiskan waktu di Bar, kan?"tanya dengan senyuman manisnya di bibirnya.


"Tidak, dasar anak kecil, "ucapku dengan sangat cepat dan dia sudah menyelesaikan makanannya lalu ia berdiri dihadapan ku.


"Bolehkah Dilara ikut Kak, Dilara sangat ingin melihat seperti apa Bar itu Kak?"pintanya yang membaut aku membulatkan mataku.


"Tidak, tidak, tidak, kamu tidak boleh pergi kesana disana sangat berbahaya kamu tahu?"ucapku dan dia tidak memperhatikan ucapan ku dia langsung bergegas pergi.


Aku menaruh uang di meja dan aku berlari mengejarnya keluar saat aku sudah sampai di luar ku lihat di sudah masuk kedalam mobil, dan aku langsung masuk kedalam mobil dan aku berniat akan menghantarkannya pulang kerumah Om Azi.


Aku langsung melajukan mobilku menuju rumah Om Azi dan ku lihat Dilara tertidur pulas, dan sisi nakal ku keluar kembali setelah aku sampai di rumah Om Azi aku berdiam dan menatap wajah Dilara.

__ADS_1


Aku sangat tergoda akan benda kenyal ranum miliknya tersebut dengan sangat perlahan aku, menyambar daging kenyal berwarna merah muda tersebut aku sangat menikmatinya dan aku tersadar dan langsung menghentikan aktivitas ku.


"Brengsek, kenapa aku melakukan ini bagaimana ini, astaga Bastian kau sangat brengsek!" umpat ku dan aku langsung membangunkan Dilara.


Dilara terbangun dan bergegas pergi masuk kedalam rumah dan aku langsung mengemudikan mobil ku, menuju Bar tempat aku menenangkan diri disana dan bersenang-senang dengan parah wanita.


Setelah sampai aku langsung memesan wanita untuk menuntaskan hasrat ku ini, aku benar-benar tidak bisa menahan diriku untuk tidak memesan wanita malam.


Aku sudah mencoba untuk tidak memesan wanita namun, aku tidak bisa sebab aku sudah merasa sangat kecanduan dengan hasrat menggebu didalam diriku ini.


Aku akan berubah jika aku mendapatkan keperawanan wanita, sebab aku tidak pernah merasa puas akan sisa-sisa pakai orang.


Itulah pikirku dan brengseknya aku ingin merasakan hal itu pada Adikku.


.


.


.


...Bersambung....


Follow Ig Author: cinta_terindah217


Hay teman-teman, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.😘

__ADS_1


__ADS_2