Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Author mafia cantik


__ADS_3

Dilara bergegas mengambil dress panjang berwarna merah muda lalu ia langsung memakainya, tak lupa ia mengikat rambutnya seperti ekor kuda setelah itu ia juga memakai lipstick.


"Aku menyukai lipstick warna peach ini, aku terlihat seperti seorang wanita cantik dan mudah. Hahaha ... "Dilara tertawa-tawa sambil melihat dirinya di cermin hias miliknya.


Setelah puas tertawa Dilara bergegas pergi menuju meja makan setelah ia sampai di sana, semua mata tertuju padanya ia langsung duduk di samping Bagas sebab ia masih kesal akan sikap Bastian.


Cantik, aku benar-benar meleleh melihatnya cantik seperti ini. Apa dia akan menemui bajingan itu lagi, batin Bastian.


"Wah, anak Mama sudah pandai berdandan apa dia sedang mengincar laki-laki?"ucap Alice dangan sangat antusias.


Sepertinya dia menyukai, si kentang busuk itu, tapi. Tidak apa aku akan mengalahkannya dengan perlahan tapi, pasti ...Batin Bagas.


"Cantik sekali Adikku ini."ucap Bagas sambil tersenyum manis kepada Dilara.


"Terimakasih, Kakak ..."jawab Dilara.


Bastian tak mau kalah dengan Bagas ia menatap wajah Dilara dan ia juga melihat wajah Bagas.


"Dari dulu Dilara memang benar-benar cantik,"sambung Bastian dan Dilara cuek saja dan tidak memperdulikan ucapannya.


Sial, ternyata dia masih marah padaku dan apa yang harus aku lakukan untuk membuat tidak marah lagi, batin Bastian.


"Bagas, aku pergi bersamamu saja, ya?"Dilara sudah menyelesaikan sarapannya dan ia meminum segelas jus buah.


"Tidak-tidak, aku tidak ingin kau kotor terkena debu. Kau pergi saja bersama dengan, Kak Bastian, "usul Bagas sebenarnya itu memenang rencananya.


"Benar itu, sayang ... "sambung Alice dan Bastian tersenyum penuh kemenangan.


"Ayo, sayang, kita pergi?"Bastian bangun dan ia mengulurkan tangannya kepada Dilara.


"Ma, Dilara pergi dulu ..."Dilara tidak memperdulikan Bastian ia langsung mencium Alice dan bergegas pergi keluar.


"Hati-hati, "Alice tersenyum melihat kepergian Bastian dan Dilara.


"Ma, Bagas juga akan berangkat sekarang takut telat ... "ucap Bagas yang merapikan penampilannya.


"Tunggu, Mama lupa memberikan uang jajan kalian kamu berikan pada adikmu, ya."Alice memberikan uang dua juta rupiah kepada Bagas.


"Baiklah, Ma. "Bagas mengambil uang tersebut dan memasukkannya didalam tasnya.


"Sebenarnya, kamu tahu tidak apa yang terjadi antara Dilara dan Bastian?"tanya Alice sambil menatap wajah Bagas dan Bagas langsung menjawabnya.


"Sebenarnya, semalam Bagas melihat mereka bertengkar dan Bagas tidak tahu kenapa itu."Dusta Bagas pada Alice sebenarnya ia mengetahuinya semuanya, dan ia memang sengaja tidak menceritakannya pada Alice.


"Oh, begitu ... "ucap Alice.


"Bagas pergi dulu, Ma."Bagas mencium tangan Alice dan ia bergegas pergi dari meja makan.


Dilara memasang wajah jutek dan Bastian langsung mencubit hidung mancung Dilara.

__ADS_1


"Sakit, Kak."


Bastian tersenyum dan ia mulai melajukan mobilnya dengan perlahan sebab ia ingin berlama-lama, bersama dengan Dilara dan ia ingin sekali mengutarakan isi hatinya.


"Maaf ... Besok tidak akan Kakak ulangi lagi."janji Bastian pada Dilara.


"Em, "jawab Dilara.


"Em, apa?"tanya Bastian dengan sangat penasaran.


"Ya, em."jawabannya lagi, Bastian langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan lalu ia mendekati Dilara.


"Em, ini dia. Emmuaccah ..." Bastian mencium pipi Dilara dengan sangat lembut dan lama dan tangan Dilara langsung menampar pipi Bastian.


Plak!


Bastian langsung mengelus-elus pipinya yang terasa sangat sakit.


Mafia cantik ini, benar-benar membuatku sakit hati dan jiwaku ... Batin Bastian.


Bastian melajukan kembali mobilnya menuju Kampus Dilara, setelah sampai Dilara langsung bergegas masuk kedalam tanpa menyapa Bastian.


"Aku benar-benar membuatnya marah besar, bagaimana caraku agar dia tidak marah lagi?"ucap Bastian yang mulai melajukan mobilnya kembali.


...


Alice masuk kedalam kamar Riska teman baiknya itu sudah berhari-hari tidak mau keluar kamar, sehingga ia membawakan makanan untuk temannya tersebut saat ia masuk kedalam.


"Bagaimana aku bisa, mengizinkannya pindah dari sini kalau dia masih sangat lemah."ucap Alice sambil menghampiri temannya.


"Gua, gak papa kok."jawab Riska dengan sangat lemas.


"Jadi, elo yakin mau pisah, Ris?"tanya Alice sambil menaruh makanan yang ia bawa tadi.


"Yakin, mungkin ini yang terbaik untuk gue, Ce."ucap Riska dengan sangat yakin.


Alice tersenyum dan ia menyuapi makanan pada Riska dengan perlahan.


...


Bagas baru sampai di Kampus ia memarkirkan motornya di parkiran setelah itu ia berjalan, menuju kelasnya saat ia masuk ia melihat Dilara yang sedang duduk berdua bersama dengan Kenta.


Apa yang sebenarnya terjadi, apa mungkin dia hanya ingin membuat kentang busuk itu baper saja, sepertinya benar dan kasihan sekali kau kentang busuk. Batin Bagas.


Bagas duduk di bangkunya sambil tersenyum manis kepada Dilara, dan ia baru teringat uang yang di berikan oleh Alice tadi.


"Sayang, ini ambil uang jajanmu."Bagas memberikan uang satu juta rupiah kepada Dilara dan langsung di terima oleh Dilara.


"Terimakasih, "ucap Dilara sambil menyimpan uangnya kedalam tas kecilnya.

__ADS_1


"Oh, dia itu anak pungut keluarga Alfaro."ucap Kenta dengan sangat sinis pada Bagas.


"Hey, kentang busuk! Kau memiliki masalah denganku? "ucap Bagas dengan sangat tegas dan ia menghampiri Kenta.


"Kau mengatakan aku kentang busuk, dasar kau bajingan!"teriak Kenta dan Dilara langsung menarik tangan Bagas duduk di bangkunya.


"Kenta, maafkan Bagas dia adalah Kakakku dan bagian dari keluarga kami jangan pernah menghinanya."ucap Dilara dengan sangat lembut membuat Kenta terdiam.


Sial, aku terpancing emosi untuk saja Dilara tidak marah. Batin Kenta.


"Tidak apa-apa, Ra, maafkan aku."ucap Kenta dengan sangat lembut.


"Bagas, jangan seperti itu lagi."Dilara mencubit lengan Bagas hingga Bagas meringis kesakitan.


Benar tebakan ku, dia benar-benar akan mengerjai si kentang busuk itu, batin Bagas.


...


Dilan duduk di sofa ruang tamu bersama dengan Doni mereka bercerita bersama, sebab hari ini mereka tidak ada mata Kuliah.


"Kau, mengatakan kalau kau menyukainya dan sekarang kau menikahi mama?"tanya Doni sambil menatap wajah Dilan.


"Sebenarnya, aku juga tidak bisa bercerita padamu ..."ucap Dilan dengan sangat lembut.


"Tidak apa-apa, aku senang kalau ada yang menikahi mama sebab selama ini mama kesepian. "ucap Doni sambil mengingat-ingat masa-masa ia bersama dengan Kisya.


"Aku merasa sangat tidak berguna, sebab aku tidak menghasilkan uang dan sekarang mama mu yang bekerja,"ungkap Dilan.


"Maka berkerja lah,"usul Doni.


"Benar, aku akan bekerja di Perusahaan papa."ucap Dilan dengan sangat antusias.


"Kalau ada lowongan pekerjaan, aku ingin ikut juga."ucap Doni.


Dilan tersenyum dan ia berniat akan ke Perusahaan Papanya bersama dengan Doni.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2