Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Author pergi ke pantai


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Dilara sudah bangun untuk melaksanakan Sholat Subuh, setelah selesai Sholat ia kembali tidur sebab ia merasa sangat mengantuk.


Setelah satu jam tertidur Dilara perlahan membuka matanya lalu ia melepaskan Mukenah yang ia pakai, dengan sangat lemas ia membereskan tempat tidurnya lalu ia mulai bersiap-siap.


"Oh, iya. Aku lupa hari ini libur ... "ucap Dilara dengan sangat pelan ia memakai kaus dan celana kulot panjang, setelah selesai ia langsung turun sambil mengingat asal rambutnya.


Sampai di bawah ia melihat Bagas yang sedang meminum segelas kopi susu sendirian, jiwa jahilnya meronta-ronta ingin segera menjahili Bagas ia langsung menghampiri Bagas dan meminum kopi Bagas.


"Ra, itu kopi ku ... "ucap Bagas sambil melihat kopinya sudah habis tak bersisa.


"Oh, maaf Gas ..."Dilara menutup mulutnya lalu ia duduk di samping Bagas sambil menatap kearah dapur.


"Kau benar-benar menyebalkan, "ucap Bagas pelan.


"Oh ... "jawab Dilara.


Bagas melihat rambut Dilara yang masih acak-acakan hingga ia mengambil sisi di kamarnya, lalu ia mendekati Dilara dan menyisir rambut Dilara dengan perlahan membuat Dilara terkejut.


"Gas, kau pandai mengingat rambut?"tanya Dilara sambil membalikkan badannya dan menatap wajah Bagas.


"Sangat pandai, dulu aku selalu menyisir rambut mama sewaktu mama sakit ..."ucap Bagas lirih.


Kasian sekali Bagas, dia sudah tidak memiliki mama dan aku masih memiliki mama. Batin Dilara.


Bagas mengepang rambut Dilara dengan sangat rapih dan Kenan melihat mereka dari jarak jauh.


Sepertinya dia anak yang baik, aku bisa melihatnya dari dia menyayangi Dilara dangan sangat dalam. Aku akan menjodohkan mereka sebab aku tidak ingin putri satu-satuku hancur, meskipun Bastian juga anakku tapi. Aku benar-benar tidak rela kalau Dilara bersama dengan Bastian, batin Kenan.


"Terimakasih, Bagas ..."ucap Dilara yang tersenyum manis kepada Bagas.


"Sama-sama, kau adalah saudara dan Adikku aku akan menjaga mu dan menyayangi mu sampai kau memiliki suami nantinya, "ucap Bagas sambil duduk kembali di bangkunya.


"Gas, aku tidak ingin bicara seperti itu lagi ya. Aku tidak ingin cepat-cepat menikah dan berpisah darimu dan semuanya, "sambung Dilara.


Belum sempat Bagas menjawab Kenan datang dan duduk di hadapan mereka.


"Apa ada yang ingin pergi ke pantai?"ucap Kenan sambil menatap kearah anak-anaknya.


"Mau, Pa!" ucap Bagas dan Dilara secara bersamaan dengan sangat antusias.


Alice datang membawakan makanan dan ia langsung duduk.

__ADS_1


"Ada apa?"tanya Dilara sambil menatap kearah suaminya lalu ia menatap kearah anak-anaknya.


"Ma, Papa akan membawa kita ke pantai,"sambung Dilara dengan sangat bergembira.


"Wa, sudah lama sekali kita tidak pergi ..."


"Cepat habiskan sarapan kalian, kita akan segera pergi dan kita akan menginap satu malam di villa kita ..."ucap Kenan yang berlalu pergi menuju kamarnya dan di ikuti oleh Alice.


"Gas, kita akan berlibur dua hari. Kau tahu aku sangat menyukai pantai dan sejenisnya, "ucap Dilara dengan sangat bahagia dan Bagas hanya bisa tersenyum.


Rencana yang bagus, disana nanti aku akan menjalankan rencana ku dan akan segera berhasil, batin Bagas.


"Benar, cepat habiskan sarapan mu. Aku akan berganti baju dulu."Bagas bangun dan ia mengelus rambut Dilara dengan sangat lembut lalu ia langsung pergi menuju kamarnya.


Tapi, aku dan kak Bastian tidak akan bisa bermesraan seperti tadi malam. Batin Dilara.


Setelah Dilara selesai makan ia langsung kembali kedalam kamarnya sebab ia akan mengemasi barang-barangnya.


Bagas mengenakan kaus dan celana pendek setelah itu ia memasukan beberapa baju ganti, setelah selesai ia langsung keluar kamar dan ia melihat Kenan dan Alice sudah ada di ruang tamu.


"Ma, dimana kak Dilan dan kak Bastian?"tanya Bagas sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Kakak-kakaknya tersebut.


"Mereka akan menyusul kita, sepertinya tidak juga sebab mereka banyak sekali pekerjaan katanya, "jelas Alice sambil mengingat-ingat kembali alasan kenapa anak-anaknya tidak mau pergi.


"Iya, tante Riska memang tidak mau pergi ke pantai sebab banyak sekali peristiwa disana ..."ucap Alice lirih.


"Kalau begitu, Bagas tunggu didalam mobil saja ya?"ucap Bagas yang mulai bangun dan memakai tasnya.


"Iya, eh. Kamu tadi belum sarapan bukan?"ucap Alice dengan sangat cepat namun, Bagas langsung pergi dan tidak dapat lagi mendengar ucapan dari Mama angkatnya.


"Bawa bekal saja, buatkan roti isi."usul Kenan dan Alice bergegas untuk membuatkan roti isi untuk anak-anaknya nanti.


Dilara sudah selesai berkemas kini ia mulai menuruni anak tangga dan ia menaruh tasnya di samping Kenan.


"Apa kakak-kakak tidak ikut?"tanya Dilara sambil menatap kearah pintu kamar Dilan dan Bastian.


"Tidak, hanya ada kita berempat saja,"jawab Kenan dengan sangat santai, Alice datang ia membawa bekal cinta untuk anak-anaknya nanti.


"Siap, kita pergi sekarang?"tanya Alice sambil mencium puncak kepala Dilara.


"Siap!"teriak Dilara dengan sangat bersemangat.

__ADS_1


"Ayo."Kenan membawa satu koper miliknya dan juga Alice.


Setelah sampai didalam mobil Dilara duduk bersebelahan dengan Bagas dan Alice menemani suaminya, di depan Kenan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju villa keluarga Alfaro.


Yang berada di Kota B berdekatan dengan pantai yang berada di Kota B.


Selama di perjalanan Dilara dan Bagas saling bercerita tentang mereka masing-masing mereka juga bercanda tawa bersama, Kenan hanya tersenyum bahagia bisa melihat anak-anaknya sangat akur dan bahagia.


Aku tidak salah pilih, secepatnya aku akan menjodohkan mereka agar Dilara tidak masuk kedalam lubang yang dalam. Aku tidak akan pernah membiarkan itu semua terjadi pada anak perempuan ku satu-satunya. Batin Kenan.


"Gas, aku lelah bolehkah aku bersandar di bahu mu?"ucap Dilara dengan sangat lembut dan imut, Bagas langsung tersenyum lalu ia menarik tangan Dilara kedalam pelukannya.


"Tentu saja boleh, bukankah ini adalah tuan putriku ..."sambung Bagas sontak saja membuat semua orang tertawa-tawa didalam mobil.


"Bagas ..."Dilara menatap tajam kearah Bagas dan Bagas langsung mengelus-elus rambut Dilara dengan sangat lembut.


Sehingga macan betina langsung diam seribu bahasa, Setelah perjalanan panjang selam delapan jam perjalanan akhirnya mereka sudah sampai di Kota B.


Dilara dan Bagas langsung masuk kedalam villa sebab mereka merasa sangat lelah, sedangkan Kenan dan Alice masih membereskan barang-barang mereka.


"Sudah lama sekali kita tidak pergi ke villa ini bukan?"ucap Kenan sambil mengeluarkan koper dan barang mereka.


"Benar, kita akan bersenang-senang dengan anak-anak kita, Mama yakin pasti Bastian dan Dilan akan datang menyusul kita."ucap Alice sambil tersenyum manis kepada Kenan.


Kenan membalas senyuman dari Alice dan mereka saling menatap satu sama lainnya.


.


.


.


...Bersambung....


Follow Ig Author :cinta_terindah217


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2