
Ternyata kau selalu ada untuk ku, aku sudah salah sangka padamu, Gas. Batin Dilara.
Kenta bangun lalu ia menghampiri Bagas dan hendak memukul wajah Bagas akan tetapi Bagas dapat menahan serangannya.
"Kau bajingan!"teriak Kenta membuat Bagas emosi dan langsung memukuli wajah Kenta.
Bung!
Bung!
"Gas! Hentikan!"teriak Dilara sambil menarik tangan Bagas yang sedang memukuli wajah Kenta, Bagas langsung menghentikan pukulannya lalu ia menatap wajah Dilara.
"Jika aku dapat melihat seperti tadi, jangan memintaku untuk mengampuninya sebab aku tidak ingin ada laki-laki yang memegang atau menyentuh mu."ucap Bagas sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal akibat terlalu emosi.
Dilara tersenyum lalu ia menarik tangan Bagas pergi dari sana dan tinggallah Kenta sendiri, Kenta mulai bangun lalu ia mengelap bibirnya yang mengeluarkan darah segar lalu ia menatap kepergian Bagas dan Dilara.
"Aku akan membuat mu menyesal, aku tidak akan tinggal diam saat kau mempermalukan aku seperti tadi. Kita lihat saja aku akan membuat mu sangat terpuruk,"ucap Kenta sambil mengepalkan tangannya.
...
Dilara duduk bersama dengan Bagas di kantin Dilara memegang tangan Bagas dengan sangat lembut, sebab Bagas masih kesal akan perlakuan Kenta tadi membuatnya hanya diam saja.
"Gas, apa kau marah padaku?"tanya Dilara sambil menatap wajah Bagas.
"Em."sahutnya dengan sangat cuek.
Dilara tersenyum lalu ia memegang dagu Bagas dan Bagas langsung menoleh."Apa kau cemburu?"tanya Dilara.
Bagas terdiam dan memikirkan apa yang di ucapkan oleh Dilara barusan.
Apa aku cemburu tadi, ah. Tidak-tidak, ini hanya karena aku kesal saja pada kentang busuk itu tadi, dan kalaupun aku cemburu bukankah tidak apa-apa. Batin Bagas.
"Aku tahu kalau kau memang cemburu padaku, dan kau pergi kemana dari tadi pagi dan kau tidak memberi tahu aku kemana kau pergi. Bahkan kau tidak berpamitan padaku?"ucap Dilara sambil menatap wajah Bagas.
Bagas terdiam sebab ia bingung akan mencari alasan apa untuk menutupi soal pekerjaannya.
Apa yang harus aku katakan padanya, sebaiknya aku berbohong saja untuk kebaikan kami, batin Bagas.
__ADS_1
"Gas ... "panggil Dilara sebab Bagas hanya diam saja.
"Ha, iya. Aku habis menyiapkan tokoh bungan untuk kita yang akan buka bulan depan."jawab Bagas dengan sangat cepat.
Dilara tersenyum sebab ia mendengar bisnis mereka akan segera berjalan."Kenapa kau tidak mengambil uang dari rekening ku?"tanya Dilara.
"Sebaiknya, simpan saja uang itu jangan kita gunakan lagi kalau bisa kau ambil semua dan berikan padaku."pinta Bagas dan Dilara menyetujuinya.
Sebab ia berfikir kalau uang tersebut akan di gunakan untuk pelengkap jualan mereka nantinya, akan tetapi Bagas akan mengembalikannya kepada Kenan sebab ia akan berusaha sendiri.
Sepertinya Bagas bisa menerima uang dari papa, ini membuatku sangat bahagia. Batin Dilara.
Maafkan aku Dilara, aku sudah membohongi mu sebab aku berfikir untuk hidup mandiri saja tanpa harus membebani papa. Batin Bagas.
...
Setelah Dilan mengantarkan Alessandra ia langsung melajukan motornya menuju Kampus, setelah sampai ia langsung memarkirkan motornya di parkiran Kampus setelah itu ia langsung berjalan menuju kelas.
Saat ia masuk ternyata pelajaran belum di mulai barulah ia bernafas lega ia mendudukkan bokongnya di bangku, lalu ia memejamkan matanya ia terkejut saat tangan memegang dadanya dengan sangat lembut.
"Apa yang kau lakukan!"teriak Dilan saat melihat dadanya di elus-elus oleh wanita yang tergila-gila padanya.
"Kau itu wanita, bersikaplah sewajarnya padaku jangan seperti wanita malam saja."ucap Dilan yang menempis tangan Carla dari dadanya.
"Selama ini kau tidak pernah berpacaran bukan, lalu kenapa kau selalu menolak ku?"tanya Carla yang berdiri di depan Dilan.
"Yang pertama, kau adalah wanita gatal aku tidak menyukainya. Dan yang kedua, aku sudah menikah jadi, jangan harap aku akan bersama mu. Dan yang terakhir aku bukan laki-laki gatal yang terpancing akan sikap mu, sebaiknya kau pergi dari hadapan ku."jelas Dilan membuat Carla terdiam.
"Jadi, kau sudah menikah?"tanya Carla membuat Dilan tersadar kalau ia sudah salah bicara, pada saat itu juga Ameena baru memasuki kelas.
Dilan sudah menikah, kenapa dia tidak pernah bercerita padaku. Lupakan saja bukankah dia juga akan menikah. Batin Ameena.
"Itu bukan urusan mu."ucap Dilan dengan sangat ketus lalu ia merilis kearah Ameena.
Ameena, apa dia mendengar ucapan ku tadi, batin Dilan.
Carla kembali ke tempat duduknya lalu Ameena mulai memulai pelajaran.
__ADS_1
...
Setelah selesai Kuliah Bagas menyuruh Dilara pulang sendiri sebab ia beralasan akan melihat tokoh baru mereka, dan Dilara mempercayai ucapnya dan Dilara pulang sendiri sedangkan dirinya langsung bergegas pergi menuju perusahaan.
Setelah sampai ia pergi ke masjid terlebih dahulu sebab waktu Sholat Dzuhur sudah tiba, setelah selesai Sholat ia langsung mengerjakan tugasnya kali ini ia membersikan kaca-kaca yang ada di luar.
Ia melirik kearah dalam dan ia melihat adanya Azi didalam bersaman dangan Kenan, ia cepat-cepat membuang pandangannya dan mencoba untuk menguping.
"Sepertinya begitu, aku juga tidak tahu bagaimana bisa selingkuhan ku mengatakan kalau Agam masih hidup."jelas Azi membuat Bagas terkejut, ia masih mengelap kaca sambil membuang pandangannya.
"Ikuti saja keinginan nya, bukankah waktu kejadian ada dirinya juga disana. Bisa saja dia yang mengambil Agam selama ini bukan?"sambung Kenan.
"Selama ini aku tidak pernah melihat anak di rumah Kinan, apa dia memberikan anakku pada orang lain?"ucap Azi sambil memikirkan tentang anaknya.
"Bisa saja, kalau begitu aku kembali ke Kantor ku dulu."ucap Kenan yang mulai beranjak bangun.
"Jangan lupa untuk ke Kantor ku, bukankah Kantor kita berdekatan."ucap Azi membuat Bagas terkejut.
Ternyata ini kantor om Azi, haduh mana kantor papa juga berdekatan dan aku harus berusaha untuk menutupi semua ini. Batin Bagas.
"Siap, Ayah mertua."ucap Kenan yang berlalu pergi dari ruangan meeting.
Bagas langsung menyelesaikan pekerjaannya lalu ia mulai mengepel lantai paling atas sebab tadi pagi ia belum sempat, setelah selesai ia beristirahat dan makan siang di kantin khusus OB.
Ia memakan makanan dengan perlahan lalu ia memikirkan cara agar ia tidak ketahuan oleh semua orang, kalau dirinya pekerjaan sebagai OB di Kantor Azi dan ia mendapat cara agar ia bisa aman.
Mulai besok aku akan selalu mengenakan masker, agar tidak ada yang mengenali ku. Batin Bagas.
.
.
.
...Bersambung....
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
__ADS_1
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.