Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
Kompak sekali


__ADS_3

Dilan bersama dengan Kisya malam ini setelah mereka melewati malam. yang sangat panas, Kisya tertidur sedangkan Dilan langsung mandi dan akan menyusun rencana agar ia bisa mendapatkan hati Nona.


Setelah selesai mandi ia mulai keluar untuk melihat keadaan rumah pujaan hatinya, tak berselang lama Nona keluar terlihat Nona duduk di teras sambil membawa sebuah Leptopnya.


Pujaan hatiku, aku akan memperjuangkan mu sayang untuk masa depan kita yang indah bersama anak-anak kita nantinya, batin Dilan.


Tak tunggu lama-lama Dilan langsung menghampiri Nona dan ia langsung duduk bersebelahan dengan Nona.


"Assalamualaikum ..."


Nona langsung menoleh dan ia langsung menjawab salam dari Dilan.


"Wa'alaikumsalam,"


"Kamu lagi apa, kok malam seperti ini ada di luar?"tanya Dilan dengan sangat lembut, Nona menatap wajah Dilan lalu ia tersenyum.


"Kamu habis kehujanan ya, sebab dingin seperti ini kok rambut kamu basah, "ucap Nona sambil menahan tawanya agar tidak pecah.


Waduh, aku lupa tadi mengeringkan rambut ku ini. Gagal sudah aku memikat hati Nona, batin Dilan.


"Nona, aku akan segera melamar kamu atau perlu kita langsung menikah saja ya?"ucap Dilan dengan sangat antusias.


"Tapi, aku tidak mau jadi plakor dalam hubungan kalian."jelas Nona dengan sangat lembut.


"Aku akan segera berpisah dari tante Kisya, kamu tenang aja ya."sambung Dilan.


"Iya, sebaiknya aku masuk dulu ya?"ucap Nona yang mulai masuk ke rumahnya sedangkan Dilan langsung pulang ke rumah istri sirinya.


Nona masuk kedalam kamarnya lalu ia duduk di sofa sambil menatap kearah langit-langit kamarnya.


Apa keputusan aku benar ya, aku merebut suami orang tapi. Aku juga mencintai Dilan dan aku juga tidak bisa menahan perasaan ini terlalu lama. Semoga saja semuanya tidak terjadi masalah ya Allah, batin Nona.


....


Setelah pulang dari berjalan-jalan di pantai Bagas dan Dilara masuk kedalam kamar mereka masing-masing.


Bagas memainkan ponselnya sambil menyusun rencana berikutnya untuk menghancurkan hati Ayahnya.


"Maaf, aku tidak bisa tinggal diam aku tidak akan membiarkan ayah hidup bahagia sedangkan mama menderita. Sepanjang hidupnya,"ucap Bagas sambil mengepalkan tangannya dengan sangat kasar.

__ADS_1


...


Dilara tersenyum manis melihat fotonya bersama dengan Bastian yang terlihat sangat bahagia, ia berguling-guling di kasur miliknya dengan sangat perlahan.


"Aku sudah tidak sabar bisa hidup bahagia selamanya, bersama om om tampan yang selama ini aku sayang sebagai seorang kakak. Apa aku tidak salah ya, untuk menerima cinta darinya sedangkan aku tahu dia laki-laki seperti apa selama ini ..."ucap lirih Dilara sambil menatap fotonya bersama dengan Bastian.


...


Alice dan Kenan saling berpelukan dengan sangat merah dan romantis.


"Sepulangnya kita dari sini, kita akan menyusun rencana pernikahan mereka yang akan kita gelar secara mewah. Aku ini pernikahan mereka akan menjadi pernikahan yang paling mewah di Kota A, "ucap Kenan sambil menciumi seluruh wajah Alice.


"Benar, Mama juga ingin seperti itu sebab ini adalah pernikahan anak perempuan satu-satunya kita. Mana mungkin kita adakan secara sederhana saja bukankah suamiku ini Crazy Rich ... "ucap Alice dengan sangat lembut membuat Kenan langsung melahap bibir ranum miliknya.


Mereka saling bertukar saliva dan mereka melakukan bercocok tanam bersama, walaupun mereka sudah tua namun. Mereka tidak pernah melewatkan kesempatan untuk bercocok tanam.


Pagi hari tiba saat Adzan berkumandang Bagas terbangun dan melaksanakan Sholat Subuh, setelah selesai ia langsung bersiap-siap untuk berjalan-jalan lagi di Kota B sebab ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.


Bagas berjalan-jalan di depan villa sambil menikmati embusan angin pagi yang sangat sejuk, dan ia di kejutkan oleh tangan yang memeluknya dari belakang sontak saja ia langsung menoleh.


"Ra, kau mengejutkan ku saja,"ucap Bagas dengan sangat lembut dan lemas.


"Kau saja yang masuk, aku ini berjalan-jalan di sekitarnya villa ini saja."tolak Bagas dengan sangat lembut dan Dilara tampak berfikir.


"Aku ikut."ucap Dilara dengan sangat antusias.


"Baiklah, kau pakai saja jaket ku ini sebab udara pagi ini benar-benar sangat dingin."ucap Bagas yang memakaikan jaketnya pada Dilara.


"Terimakasih, Bagas."ucap Dilara dengan sangat lembut.


Bagas dan Dilara mulai berjalan dengan perlahan sambil menikmati setiap pemandangan yang indah, mereka melihat burung berterbangan dan juga pepohonan yang sangat indah membuat mereka lupa waktu.


"Ya ampun, ini sudah jam tujuh bagaimana kalau mama dan papa mencari kita, Gas?"ucap Dilara yang mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


"Ayo, kita pulang."ucap Bagas yang menarik tangan Dilara mengikuti langkahnya mereka berlari kecil sehingga Dilara merasa leleh, sehingga ia mengehentikan langkahnya di tengah jalan.


"Gas, aku lelah ..."ucap Dilara sambil mengatur nafasnya.


Bagas tidak mengatakan apapun ia langsung menggendong tubuh Dilara dan langsung berlari, sebab jarak villa dari mereka tidak jauh lagi sehingga ia kuat menggendong Dilara sampai di villa.

__ADS_1


Setelah mereka sampai mereka duduk di depan rumah sambil beristirahat sebab mereka sangat kelelahan, terutama Bagas sebab ia menggendong Dilara sampai ke villa.


Dia itu makan apa sih, badan kecil tapi baratnya minta ampun aku sampai kayak kehabisan nafas gini, batin Bagas.


Kenan menyangsikan itu dari balkon dan ia langsung tersenyum bahagia lalu ia mulai berjalan menuju, luar sebab ia ingin menghampiri anak-anaknya yang berada di depan rumah.


Setelah Kenan sampai ia langsung duduk duduk di sampingnya Bagas sambil menatap kearah mereka berdua.


"Kemana saja kalian, dari Subuh sudah tidak ada dan kami lelah mencari kalian."ucap Kenan dengan sangat lembut membuat Bagas dan Dilara tersenyum.


"Maaf, Pa. Kami tadi habis berjalan-jalan."ucap Bagas dengan cara bersamaan dengan Dilara.


Sontak saja membuat mereka langsung bertatapan.


Ya ampun, ngomong aja pakai sama-sama udah kayak si sinetron aja, batin Dilara.


Kok bisa samaan si ngomong aja, dasar suka ikut-ikutan, batin Bagas.


"Kompak sekali ya, seperti anak kembar padahal yang kembar itu Dilan dan Dilara tapi, kok kalian yang kompak?"ucap Kenan yang di susul gelak tawanya.


"Kebetulan saja kok,"sambung Dilara dengan sangat cuek.


"Betul, mungkin hanya kebetulan saja, Pa."tamba Bagas.


Apa ini yang di namakan takdir, aku membawa Bagas hanya untuk Dilara dan aku benar-benar sangat bahagia bisa mengadopsi Bagas sebagai anakku, batin Kenan.


.


.


.


Follow Ig Author: cinta_terindah217


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.


Like, Vote Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2