Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Dilan. Ingin mengenal wanita berjilbab merah


__ADS_3

Saat pagi hari tiba aku terbangun dan ku ambil jam tangan ku yang berada di meja, lalu aku melihat sudah pukul delapan pagi aku bergegas pergi menuju luar saat aku hendak menuruni anak tangga aku melihat Papa dan Mama.


Ku lihat Mama dan Papa bercanda tawa bersama aku sangat bahagia bisa melihat mereka berdua seperti itu.


"Ternyata papa dan mama sangat romantis aku sangat bahagia bisa melihat mereka selalu bersama dan tidak pernah aku melihat mereka bertengkar, " aku tersenyum dan bergegas turun ke bawa sesampainya di bawa aku duduk sambil memainkan ponselku.


Ternyata tidak ada Dilara membuat hatiku sedih dan tidak bersemangat seperti saat ini, semoga saja dia cepat kembali aku sangat merindukanmu adik tapi sama usia, batin ku.


Aku mengingat kalau hari ini aku ada jam kuliah akupun bergegas pergi menuju kamarku untuk bersiap-siap, setelah aku sampai di kamar aku langsung pergi menuju kamar mandi dengan sangat cepat aku menggosok setiap inci tubuh ku.


Setelah selesai Aku langsung bergegas keluar kamar mandi setelah itu aku langsung memakai baju kemeja hitam, dan aku memakai kelana jenis setelah itu aku bergegas keluar.


Aku berjalan dengan perlahan menuju motor sport milikku lalu aku langsung naik ke atas motor sport milikku, aku tak lupa memakai helem dan aku bergegas untuk melajukan motorku.


Selama di perjalanan menuju kampus aku hanya fokus kearah jalanan saja dan setelah aku sampai di kampus, aku langsung memarkirkan motorku di tempat parkir setelah aku membuka helem aku melihat banyaknya wanita menatap ke arahku.


Aku tidak peduli akan tatapan dari mereka aku hendak berjalan namun ada seorang gadis berteriak dan menghampiri ku.


"Dilan!"


Wanita tersebut menghampiri ku ku lihat dia mengenakan dress berwarna merah seksi dan senyuman manisnya.


"Maaf aku sudah terlambat."Aku bergegas pergi meninggalkan wanita cantik tersebut, saat di jalan aku melihat wanita berjilbab dihadapan ku dan aku menghentikan langkahku.


"Siang Nona ... "sapa ku kepada wanita berhijab tersebut.


"Siang, maaf saya sudah ada kelas bukankah kamu juga sama?"tanya wanita berjilbab tersebut.


"Ha, iya benar sekali ayo kita sama-sama masuk kedalam kelas saja."ucap ku yang menatap wajah wanita berjilbab tersebut.


"Mari tapi, saya berjalan di belakang kamu saja sebab kita bukan mahram."ucap wanita berjilbab tersebut yang membuat aku kebingungan.


"Mahram?"tanya ku dengan sangat bingung.


"Iya, itu agama saya mengajarkan yang mengartikan kita tidak boleh bersentuhan dan tidak boleh berdekatan dan kita tidak boleh saling pandang."jelas Nona padaku.

__ADS_1


"Hey, aku juga Islam ... "ucapku sambil menatap wajah manisnya.


"Oh maaf saya kira kamu non muslim, sebab kamu tidak pernah mengucapkan salam."ucapnya dengan sedikit gugup.


"Tidak masalah Nona, ayo kita masuk kelas kalau tidak kita bisa terlambat."ucapku sambil berjalan mendahului nya.


Ku lihat dia mengikuti langkahku dari belakang setelah sampai didalam kelas aku duduk di bangku milikku, setelah itu aku menatap wajahnya saja aku sudah menyukainya sejak pertama kali bertemu dengannya.


"Aku akan mendapatkannya, sepertinya aku harus memahami tentang agama Islam agar aku dengan mudah mendapatkannya."ucapku dengan sangat pelan agar tidak ada yang mendengarkannya.


Namun sial bisa-bisanya teman ku mendengar ucapku tadi.


"Kau menyukainya?"


"Tidak usah ikut campur."ucapku dengan sangat ketus, ku lihat dia tersenyum dan duduk di samping ku.


"Aku bisa membantu mu, bukankah dia sepupu ku dan kau melupakan hal itu bukan?"ucapnya aku langsung menatap tajam kearahnya.


"Kau serius?"tanya ku dengan sangat tidak percaya.


Aku tidak tahu apa-apa tentang agama Islam walaupun aku beragama Islam, Papa dan Mama tidak pernah mengajarkan ku dan aku hanya mengetahuinya sedikit-sedikit saja.


"Kau bisa mengajarkan aku?"tanya ku sambil menatap wajahnya.


"Apa kau beragama Islam?"tanyanya dengan sangat pelan.


Aku tersenyum. "Aku Islam Don, kenapa semua orang mengira aku non muslim?"


"Sebab kau tidak pernah mengucapkan salam dan kau terlihat seperti seorang non muslim."ucapnya dengan sangat pelan.


"Aku muslim Don, apa perlu aku buktikan kepadamu?"tanya ku dengan sangat serius.


"Kau sudah sunat?"tanyanya sontak aku membulatkan mataku.


"Sudah, tidak mungkin bukan aku memperlihatkannya pada mu dan apa kau mau melihatnya?" tanya ku dengan menutupi masa depanku.

__ADS_1


"Kau gila, tidak sudi aku melihatnya aku juga mempunyai nya. Kalau kau benar-benar akan berubah maka aku akan mengajarkan kepada mu, siang nanti kita Shalat Dzuhur bersama. "ucapnya lagi-lagi aku membulatkan mataku.


Sebab aku tidak pernah melaksanakan Shalat Dzuhur ataupun itu. Dengan sangat malu akupun menjawabnya.


"Aku tidak pernah Shalat ... "


"Apa!"ucapnya dengan sangat terkejut.


"Sepertinya aku harus masuk Islam sekali lagi bukan?"tanya ku sambil tersenyum malu-malu.


"Baiklah, siang nanti kita akan pergi menemu Ustadz."ucapnya sambil menatap wajah ku.


"Baiklah ... " jawab ku.


Dosenku datang dan dia kembali ke mejanya dan kami mulai mengerjakan tugas dari Dosen kami, selama pelajaran berlangsung aku terus mencuri-curi pandang kepada pujaan hatiku yaitu Nona Aisah.


.


.


.


...Bersambung....


Follow Ig Author: cinta_terindah217


Hay, teman-teman, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Author bukan apa-apa kalau tidak ada dukungan dari kalian semua, komentar kalian semua akan menjadi semangat untuk Author jadi, jangan lupa untuk selalu komentar ya.


Salam manis untuk kalian semua.😘

__ADS_1


__ADS_2