Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Dilan. Wanita misterius


__ADS_3

Setelah aku dan Doni sampai di Masjid aku dan Doni bergegas untuk mengambil Wudhu yang sama sekali aku tidak tahu, aku melihat Doni dan mengikuti langkahnya setelah selesai kamipun, masuk kedalam Masjid ku lihat ada seorang Ustadz tampan yang terlihat masih sangat muda.


"Assalamualaikum Ustadz ... " ucap Doni dan aku bersamaan.


"Wa'alaikumsalam. "jawab Ustadz tampan tersebut.


"Begini Ustadz, ini teman saya dia Islam tapi, dia tidak pernah mengerjakan tugas-tugasnya sebagai seorang muslim, dan dia berniat akan mengerjakan tugas-tugasnya yang selama ini sudah tertinggal, dan pertanyaan apakah dia harus masuk Islam lagi?"tanya Doni yang menatap wajah Ustadz tampan tersebut.


"Saya bantu jawab ya, kalau kamu sudah mengucapkan dua kalimat syahadat, maka kamu sudah menjadi Islam dan harus mengerjakan tugas-tugas seorang muslim."


"Terimakasih Ustadz, sudah membantu jawab pertanyaan saya."ucapku dengan senyuman manis.


Suara Adzan berkumandang kami mulai melaksanakan Shalat Dzuhur berjamaah dan aku merasa sangat kesulitan, dan aku hanya mengikuti langkah dari Doni yang berada di samping ku sesekali aku melirik kearah depan yang terlihat Ustadz menjadi imam kami.


Ini kali pertama buatku Sholat kembali sejak aku kecil aku pandai Sholat setelah aku dewasa, aku sudah tidak pernah mengerjakan tugas-tugas ku sebagai seorang muslim.


Setelah kami selesai melaksanakan Shalat Dzuhur berjamaah aku dan Doni menghampiri Ustadz yang belum ku ketahui namanya, kami duduk di hadapannya dan aku tersenyum kepadanya.


"Ustadz siapa nama Ustadz?"tanya ku sambil melirik teman ku yang berada di samping ku.


"Nama saya Ameer Ahmad,"ucapnya dengan senyuman manisnya.


"Saya Dilan, semoga kita bisa lebih dekat lagi Ustadz saya harapan saya bisa belajar tentang agama Islam kepada Ustadz."ucapku dengan sangat lembut.


"Insyaallah saya akan mengajarkan kepada kalian dan saya sangat senang, dengan orang yang akan berjalan menuju jalan Allah. " ucapnya sambil tersenyum menatap kearah ku dan Doni.


"Terimakasih Ustadz kami permisi dulu. Assalamualaikum. " ucapku yang mulai beranjak bangun.


"Assalamualaikum Ustadz. "ucap Doni dengan sangat cepat.


"Wa'alaikumsalam, hati-hati dijalan dan bacalah bismillahirrahmanirrahim sebelum melakukan apapun itu, "pesannya kepadaku dan Doni.

__ADS_1


"Insyaallah Ustadz, "ucap Doni yang menarik tangan ku hingga sampai di depan Masjid, aku melepaskan tangan ku dan ku tatap wajahnya.


"Ada apa?"ucapku dengan sangat penasaran sebab tingkat laku tamanku sangat aneh sejak kami berada di Masjid ini.


"Tidak ada, hanya saja dia tadi bukan Ustadz yang aku kenal sepertinya dia adalah anak muridnya, tapi, sebelumnya aku pernah melihatnya, "ungkap Doni sontak aku membulatkan mata ku, sebab aku sangat malu kalau Ustadz tadi bukan Ustadz kenalan Doni.


"Ku kira dia tadi Ustadz yang kau kenal maka nya aku banyak sekali bicara, kau tidak mengatakan selepas kita Shalat tadi!" ucapku dengan nada tinggi sebab aku merasa sangat kesal kepadanya, kenapa dia dari tadi hanya diam saja pikirku dan dia tidak mengatakan apapun didalam tadi.


"Maaf, ini memang salahku tapi, ya sudahlah kita sudah terlanjur belajar dengannya bukan?"ucap Doni dengan menghempaskan tangannya ke udara.


"Sudahlah, mari kita pulang hari sudah semakin siang ... " ucapku sambil naik ke atas motor sport milikku.


Doni naik di belakang dan aku mulai melajukan motor sport milikku dengan kecepatan tinggi, ku rasakan Doni memegang bahuku dengan sangat kuat sebab bahuku terasa sangat sakit. Setelah kami sampai di rumahnya dia langsung turun dengan sangat lemas lalu aku turun dan memegang pundaknya.


"Kau baik-baik saja, apa kau merasa takut tadi?"ucapku dengan sedikit panik sebab ku lihat wajahnya terlihat sangat pucat.


"Aku baik-baik saja, ini hanya efek dari ketakutan ku tadi saja tapi, aku baik-baik saja,"ucapnya dengan sangat lemas sontak saja membuat aku panik dan cemas.


"Benar kau baik-baik saja, ayo aku bantu kau amsuk kedalam ... " aku membantunya untuk berjalan masuk kedalam setelah sampai aku membantunya untuk duduk di sofa lalu aku duduk di sampingnya.


Namun aku merasa sangat bersalah kepadanya dan aku memutuskan untuk menunggu Mamanya pulang, setelah Mamanya pulang baru aku akan pulang pikir ku.


Setelah sore hari akhirnya Mamanya pulang dan Mamanya duduk bersebelahan denganku. Sambil menatap kearah anaknya dan kearah ku dan aku tersenyum manis pada Mamanya Doni.


"Kau pasti anak Kenan Alfaro ya?"tanyanya dan aku sangat terkejut akan pertanyaannya mungkin dia mengenal Papa pikirku.


"Benar Tante apa Tante mengenal papa?" tanya ku dengan sedikit bingung dan aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal.


"Benar, kami sudah mengenal sejak lama dan jangan beritahu dia kalau kamu bertemu kami ya, dan tidak usah memikirkan tentang ini kami hanyalah sebatas teman saja di masalah lalu, "ungkapnya membuat aku sangat penasaran namun, aku juga harus menuruti ucapannya.


"Baik saya akan menuruti keinginan Tante, apa saya tidak boleh tahu tentang Tante dan papa?"tanya ku kepadanya semoga saja dia menjawabnya.

__ADS_1


"Maaf, Tante tidak bisa ... "ucapnya dengan sangat lembut.


Aku pun tidak bertanya lagi kepadanya dan aku memutuskan untuk segera pulang, saat di perjalanan aku terus mengingat ucapannya tadi.


"Benar, kami sudah mengenal sejak lama dan jangan beritahu dia kalau kamu bertemu kami ya, dan tidak usah memikirkan tentang ini kami hanyalah sebatas teman saja di masalah lalu, "


Aku benar-benar sangat penasaran dengan Mamanya Doni siapa dia dan ada hubungan apa dia dengan Papa, dan sialnya aku sudah berjanji tidak akan bertanya kepada Papa tentang mereka.


Setelah sampai di rumah aku langsung masuk kedalam kamarku dan aku segera menidurkan tubuhku, dan sial lagi aku terus saja mengingat ucapan Mamanya Doni tadi.


"Benar, kami sudah mengenal sejak lama dan jangan beritahu dia kalau kamu bertemu kami ya, dan tidak usah memikirkan tentang ini kami hanyalah sebatas teman saja di masalah lalu, "


"Sial! siapa dia sebenarnya, aku akan mencari tahu dia itu siapa. Apa jangan-jangan dia selingkuhan papa dan Doni itu anak papa?"


Aku terus-menerus bertanya didalam benakku siapa wanita tadi ada hubungan apa dia dan Papa, kalau sampai Papa berselingkuh tidak akan memberikan ampunan pada Papa.


Setahuku Papa sangat setia pada Mama bahkan mereka tidak pernah bertengkar sama sekali, dari dulu sampai sekarang itu yang aku ketahui mana mungkin Papa berselingkuh pikiran ku lagi.


.


.


.


...Bersambung....


Follow Ig Author: cinta_terindah217


Hay teman-teman, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.

__ADS_1


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2