Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
Ciuman penambah stamina


__ADS_3

Bagas sedang membersihkan Apartment miliknya ia menyapu lantai dan juga mengepel, ia juga mencuci baju menggunakan mesin cuci setelah selesai ia menghampiri Dilara.


"Ra,"panggil Bagas yang mendekati Dilara yang sedang tidur.


"Em."sahut Dilara dengan sangat lemas.


Bagas tidur di samping tubuh Dilara lalu ia mengelus-elus rambut Dilara membuat Dilara tersenyum.


"Ayo, bangunlah hari sudah siang aku juga sudah menyiapkan makanan untuk kita,"ujar Bagas.


"Em, nanti saja aku masih mengantuk."sahut Dilara yang masih menutup matanya.


Bagas tersenyum lalu ia mencium kening Dilara sontak saja membuat Dilara langsung membuka matanya lebar-lebar.


"Sudah semangat bukan?"tanya Bagas sambil tersenyum manis kepada Dilara.


"Em, lumayanlah ..."jawab Dilara sambil tersenyum malu-malu.


"Aku jadi ingat waktu kita di Kampus waktu itu, kalau kau mengatakan jika aku memperhatikan gagang tegak milik ku ini kau tidak akan berselera. Sedangkan sekarang aku tidak memperlihatkannya dan kau sendiri yang berselera,"ungkap Bagas sambil mengingat-ingat kembali kejadian waktu itu.


Dilara tersenyum sampai pipinya memerah lalu Bagas memegang pipinya.


Kenapa aku bisa seperti ini, aku malah menyukainya ini benar-benar membuatku semakin malu. Batin Dilara.


"Kau malu bukan? Sampai pipi mu memerah seperti itu?"ucap Bagas sambil memegang wajah Dilara.


"Tidak, aku tidak malu ..."


Bagas tertawa kecil sambil menatap wajah Dilara.


Walaupun aku belum mencintaimu, aku akan membuatmu seperti seorang istri yang sesungguhnya, aku tidak akan membuatmu seperti mama di perlakukan oleh ayah. Batin Bagas.


"Ayo, kita makan ..."ucap Bagas yang mencoba untuk membantu Dilara bangun.


"Pelan-pelan saja, sebab masih terasa sakit."ucap Dilara sambil menahan sakitnya.


Bagas menganggukkan kepalanya dan ia mulai membantu Dilara berjalan ia tidak menggendong Dilara, sebab ia ingin Dilara bisa kembali berjalan seperti semula.


Setelah sampai mereka mulai memakan makanan mereka dengan sangat perlahan, sesekali Bagas memperhatikan wajah Dilara yang terlihat sangat sejuk.


Aku berharap aku bisa menepati janjiku pada papa untuk menjaga mu, aku akan berusaha agar kita bisa hidup bahagia selamanya, batin Bagas.

__ADS_1


...


Dilan tersadar dan ia langsung mengusap kasar wajahnya.


Sial, aku sudah meniduri dia. Ini bisa membuatku dalam masalah besar sebab aku akan di jodohkan. Kalau sampai dia membongkar rahasia ini habislah aku. Batin Dilan.


Dilan melihat kamera yang ada di meja ia langsung menghampirinya dan langsung memeriksa kamera tersebut, dan ternyata pertempuran dirinya terekam jelas di kamera tersebut ia langsung cepat-cepat menghapusnya.


Pandai sekali wanita ini, aku tidak bisa kau permainkan apa lagi sampai akan mempermalukan diri ku ini. Batin Dilan.


Dilan langsung bergegas mandi setelah selesai mandi ia langsung meninggalkan Kisya, ia langsung bergegas pergi dari rumah Kisya menuju rumahnya.


...


Azi sedang memeriksa berkas-berkas penting di meja kerjanya dan ia di kejutkan oleh kedatangan Kinan.


"Untuk apa kau datang lagi, aku sudah mengatakan bahwa kita tidak memiliki hubungan apapun lagi."ucap Azi yang bangun dan menghampiri Kinan.


"Aku datang untuk memberi tahu, kalau Agam masih hidup sampai sekarang dan dia sudah dewasa."ucap Kinan sontak saja membuat Azi terdiam.


"Kalau kau mau mengambilnya, maka berikan aku sedikit harta kekayaan mu."tamba Kinan.


"Kau jangan berbohong!"bentak Azi dan Kinan langsung tertawa-tawa.


"Kau siapkan saja anak itu, setelah tes DNA kami cocok aku akan memberikan mu uang yang banyak, dan jangan pernah menggangu kehidupan kami lagi,"jelas Azi dan Kinan langsung tersenyum.


"Tenang saja sayang, aku akan pergi setelah kau memberikan aku banyak uang. Dan satu lagi aku akan melakukan tes DNA besok tanpa membawa anak mu, perlu kau ketahui lagi bahwa wajahnya sangat mirip dengan mu."ucap Kinan yang bergegas pergi.


Aku benar-benar tidak menyangka, apa benar kalau anakku masih hidup lalu siapa yang kami temukan waktu itu. Batin Azi.


Azi sangat tidak percaya akan ucapan Kinan tadi sehingga ia tidak terlalu memikirkannya, ia santai sambil memeriksa berkas-berkas penting miliknya.


...


Alessandra sudah sampai di rumahnya pada siang ini dan ia langsung bergegas pergi menuju kamar ibunya, sebab ia sangat merindukan ibunya tersebut dan ia juga membutuhkan pelukan hangat.


"Ibu! Ibu!"teriak Alessandra sambil berlari menuju kamar Ibunya, setelah sampai ia langsung masuk kedalam.


"Ibu, Ale rindu!"teriak Alessandra.


"Ale!"teriak Riska dan mereka saling berpelukan dengan sangat erat.

__ADS_1


Alessandra menangis tersedu-sedu didalam pelukan Ibunya membuat Riska heran akan sikap dari putrinya. Riska melepaskan pelukannya lalu ia menatap wajah Alessandra yang terlihat sangat sedih.


"Ada apa?" Katakan saja apa ada masalah?"tanya Riska sambil membawa Alessandra duduk di sofa.


Alessandra tidak bisa menjawab pertanyaan dari ibunya sehingga ia hanya bisa menangis saja.


Andai saja aku bisa mencarikan semua beban ini, mungkin aku sudah sangat tenang saat ini. Akan tetapi aku tidak bisa menceritakan semuanya pada ibu, sebab aku tidak ingin di nikahkan oleh bajingan itu, batin Alessandra.


"Tidak ada, hanya saja sewaktu Ale berlibur untuk menenangkan diri mala Ale bertemu mereka disana."dusta Alessandra.


"Sayang, jangan bersedih lagi sebab jodoh mu akan segera datang. Mungkin Bagas bukan jodohmu akan tetapi dia memang jodoh Dilara,"jelas Riska dengan sangat lembut.


Aku tidak akan membiarkan mereka bahagia, sebab aku akan membuat Bagas jadi milikku dan tidak bisa dia di miliki oleh Dilara atau wanita manapun, batin Alessandra.


"Iya, Bu. Kalau begitu Ale masuk kedalam kamar dulu ..."ucap Alessandra yang bergegas pergi menuju kamarnya.


Setelah sampai didalam kamar ia melihat kalender.


"Ini benar-benar gawat, waktu bajingan itu menyentuhku. Aku sedang masa subur kalau bulan depan aku tidak haid maka aku hamil anak bajingan itu, aku benar-benar tidak mau menampung benih brengsek sialan itu,"Alessandra membanting kalender yang ia pegang.


...


Dilara berada di tempat tidur sedang menonton film Drakor bersama dengan Bagas, saat mereka asik menonton film Drakor dan ada adegan ciuman membuat Dilara menutup matanya.


"Kenapa menutup matamu, bukankah kita sering melakukannya?"ucap Bagas membuat Dilara mematikan televisinya.


"Apa kau ingin kita melakukannya, kau pasti ingin bukan?"tamba Bagas.


Dilara hanya diam saja membuat Bagas langsung mendekatinya dan langsung menyambar bibir Dilara, mereka mulai bertukar saliva dengan sangat dalam dan saling terbuai.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.


__ADS_2