Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Author. Buaya darat


__ADS_3

Bastian sudah bersiap-siap, untuk berangkat menuju rumah Azi ia juga membawakan buket bunga untuk Dilara adik tersayangnya, tak lupa ia juga membawakan coklat makanan kesukaannya Dilara.


Setelah sampai di rumah Azi ia langsung bergegas turun dari mobilnya, sambil mambawa buket bunga dan coklat untuk Dilara. Saat ia didepan pintu rumah Azi ia berpapasan dengan Alessandra yang memakai dress berwarna merah muda seksi.


Astaga, dia benar-benar membuatku semakin bernafsu padanya, ah, aku harus menahannya, batin Bastian.


"Diaman Dilara?" Bastian menatap wajah Alessandra dan seluruh tubuhnya.


"Ada didalam kamar, sebentar ya, aku panggilkan dulu dia ... Duduk saja didalam, "ucap Alessandra dengan sangat cuek.


Setelah kepergian Alessandra menuju kamar Dilara, Bastian masuk kedalam dan duduk di sofa sambil memegang buket bunga.


Semoga saja Dilara suka pada bunga ini, dan dia bisa memaafkan aku tadi ... Batin Bastian.


Dilara dan Alessandra sudah menghampiri Bastian dan mereka duduk dihadapan Bastian.


"Ambillah ini untuk mu, Kakak harap kamu menyukainya, "ucap Bastian dengan sangat lembut pada Dilara.


"Terimakasih Kak ... "ucap Dilara sambil mengambil buket bunga dan coklat dari tangan Bastian, sedangkan Alessandra menatap tajam kearah Bastian.


Dasar mata keranjang, melihat aku seperti ini saja membuatnya menelan ludahnya. Aku rasa dia menyukai Dilara tapi, bukankah mereka adik dan kakak ya, batin Alessandra.


"Untuk ku, tidak ada?"ucap Alessandra dengan sangat ketus, sontak saja membuat Dilara dan Bastian menatap kearah Alessandra.


"Tidak ada, minta saja pada pacarmu ups, aku pastikan tidak ada laki-laki yang mau padamu ya, kan?"ucap Bastian yang di susul gelak tawanya.


"Kau, rasakan ini ... " Alessandra melemparkan bantal pada Bastian sehingga ia terjatuh di lantai.


"Kau, apa masalah mu padaku?"ucap Bastian yang bergegas bangun dan duduk kembali di sofa.


"Sudah-sudah, tidak usah ribut lagi ... Bukankah ini ada banyak coklat dan kita bisa berbagi ... "ucap Dilara dengan sangat lembut membuat Bastian langsung terdiam.


Ini memang benar-benar si brengsek itu, menyukai Dilara ... Aku harus memberitahu pada Dilara jangan sampai dia terjebak oleh buaya darat ini, batin Alessandra.


"Baiklah ... Kalau begitu Kakak pulang saja ya?"ucap Bastian yang menatap wajah Dilara dan Alessandra terus-menerus menatap tajam kearah Bastian.


"Baiklah Kak, terimakasih atas bunga ini dan coklatnya, dan titip salam pada mama, papa, ya ... " ucap Dilara dengan sangat lembut membuat Bastian tersenyum manis.

__ADS_1


Bastian beranjak dari duduknya dan ia mendekati Dilara dan ia mencium puncak kepala Dilara, sontak saja membuat Alessandra membulatkan matanya dan ia menatap tajam kearah Bastian.


Benar-benar dia buaya darat, pasti dia berkedok kakak agar bisa mencium Dilara hu ... Lagu lama dia mainkan dasar buaya darat, batin Alessandra.


"Hati-hati ya, Kak ... "ucap Dilara yang menatap kepergian Bastian sedangkan Alessandra menatap tajam kearah Bastian jingga Bastian sudah tidak terlihat lagi.


"Dia itu menyukai mu tahu, "ungkap Alessandra dengan sangat cepat sambil menatap wajah Dilara dengan sangat dalam.


"Tentu saja, bukankah aku adiknya Tan?"ucap Dilara sambil mencium bunga yang di berikan oleh Bastian tadi.


"Kau benar-benar bodoh, atau tidak tahu si ... Dia itu buaya darat!" Alessandra memukul bantal untuk melampiaskan kekesalannya pada Bastian.


"Buaya darat, hahaha ... Tante ada-ada saja dia itu kakak ku mana mungkin dia menyukaiku ... " ucap Dilara dalam tawanya lalu ia berhenti tertawa dan mengingat kejadian tadi pagi.


Ya ampun, aku benar-benar baru menyadari bahwa kak Bastian menyukai ku sebab peristiwa tadi pagi, ah. Apa yang aku pikirkan sih mana mungkin itu semua terjadi aku harus membuang pikiran ini jauh-jauh. Batin Dilara.


"Jangan banyak membual Tante, Dilara masuk kedalam kamar dulu ya?"ucap Dilara yang bergegas pergi menuju kamarnya.


.


.


Dari mana dia, sepertinya dia sudah tidur dengan wanita sebab aku dapat melihatnya hanya dari penampilannya saja. Sebab aku sudah berpengalaman selama kurang lebih dua puluh tahun lamanya, batin Bastian.


"Darimana kau Dilan?"ucap Bastian yang menatap wajah Dilan dan Dilan langsung menghampiri Kakaknya tersebut.


"Dari ... Jangan bilang-bilang siapapun ya, Kak. Aku habis ... Tidur dengan janda cantik seksi ... "ucap Dilan dengan sangat pelan agar tidak ada orang yang mendengarnya.


"Kau benar-benar sudah gila, bukankah kau ingin berkenalan dengan seorang wanita berhijab, kau benar-benar gila ... "ucap Bastian sambil menggelengkan kepalanya.


"Sudahlah Kak, bukankah ini hanya satu kali saja dan aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku masuk kedalam kamar dulu ya ... " ucap Dilan yang bergegas pergi menuju kamarnya dengan sangat cepat.


Sebab ia takut ketahuan oleh Papanya kalau sampai Kenan mengetahuinya habislah Dilan, sebab kalau Kenan merah maka sudah tidak ada kata ampun atau apapun itu.


Kenan selalu menghukum anak-anaknya kalau mereka membuat kesalahan, dengan sangat kejam agar anak-anaknya tidak mengulanginya lagi.


Dilan menidurkan tubuhnya di atas kasur miliknya dan ia mengingat kejadian tadi, ia tidur bersama dengan wanita dan itu kali pertama buatnya dan sangat berkesan untuknya.

__ADS_1


"Aku benar-benar sudah gila, bisa-bisanya dia membuatku menanamkan benih-benih ku sampai lima kali, kalau benih-benih ku tumbuh di rahimnya bagaimana ya, sebab diakan mantan kak Bastian?"ucap Dilan sambil mengingat-ingat kembali kejadian tadi saat bersama dengan Kisya melakukan bercocok tanam.


.


.


Dua orang pasang sedang melakukan bercocok tanam didalam mobil dengan sangat, bergairah dan bersemangat mereka memarkirkan mobilnya di hutan yang sangat sunyi dan sepi.


"Sayang, cepat kan gerakan mu aku sudah akan tumpah ... " ucap wanita bayaran Azi.


Azi mempercepat lajunya dan wanita tersebut sampai pelempasan dan Azi masih melajukan, gagangnya dengan sangat cepat dan kuat ia juga *******-***** benda kenyal milik wanita bayarannya.


"Om, sudah Kinan sudah tidak tahan lagi ... Sebab dari tadi Kinan sudah melayani banyak laki-laki, "ucap wanita bayaran Azi dengan sangat lembut dan manja pada Azi.


"Sudah aku katakan bukan, jangan menerima pria lain ... "ucap Azi yang masih melajukan gagang miliknya.


"Bukan aku yang memintanya, tapi, dia sendiri yang menghampiri ku dan menggoda ku mana dia masih muda dan tampan, mana mungkin aku menolaknya Om, "ucap Kinan dalam d e s a h a n n y a.


Azi sudah sampai pelempasan dan kini ia menidurkan tubuhnya di samping tubuh Kinan yang masih bertelanjang bulat, mereka saling berpelukan dengan rasa bergairah yang tidak ada habisnya dan kini mereka mengulanginya lagi.


"Apa istri Om tidak mencari Om?"ucap Kinan dengan sangat lembut dan manja.


"Biarkan saja, dia tidak akan mengetahuinya bukankah kita sudah menjalani kasih sudah empat tahun ini, dan dia sama sekali tidak mengetahuinya dan curiga sama sekali ... "ucap Azi dengan nada yang cukup berat.


Setelah beberapa jam bercocok tanam akhirnya mereka sudah menyudahinya dan mereka, pulang kerumah masing-masing menggunakan mobil masing-masing juga.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.

__ADS_1


...Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua....


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2