
Setelah selesai mengerjakan tugas mereka kini Alessandra dan Dilara sudah bersiap-siap, untuk menjemput Bagas di rumahnya. Alessandra dengan sangat cepat mengemudikan mobilnya.
Agar segera sampai di rumah Kenan sebab ia sangat tidak sabar akan rencana yang sudah ia susun. Kini mereka sudah sampai Alessandra tidak turun ia mengunggu Dilara menjemput Bagas didalam.
Dilara masuk kedalam dan ia langsung masuk kedalam kamar tamu, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu ia langsung masuk kedalam.
Bagas yang sedang mengoleskan salep pada kakinya sangat terkejut saat Dilara masuk kedalam kamarnya. Dengan sangat cepat ia menutupi kakinya dengan kain lalu ia menatap tajam kearah Dilara.
"Lain kali ketuk pintu terlebih dahulu, sebelum kamu masuk kedalam kamar orang lain."ucap Bagas dengan sangat ketus.
Dilara membalikkan badannya dan ia tersenyum malu-malu, sebab ia sempat melihat Bagas hanya mengenakan ****** ***** saja.
"Maaf, cepat pakai celana mu dan kita segera berangkat."ucap Dilara sambil tersenyum malu-malu.
"Baiklah ... "sahut Bagas yang langsung mengenakan celananya.
Setelah selesai ia langsung menghampiri Dilara dengan perlahan sebab kakinya terasa sangat sakit.
"Aku bantu saja ya?" ucap Dilara yang membantu Bagas berjalan menuju luar.
Dilara membantu Bagas masuk kedalam mobil dan mereka duduk di belakang, sedangkan Alessandra duduk di depan sebab ia yang mengemudikan mobilnya.
"Aduh, Bagas kamu ini bagaimana si, kenapa penampilan mu seperti itu?"ucap Alessandra yang mengemudikan mobilnya sambil melirik Bagas dari kaca spion.
Bagas melihat penampilannya dan Dilara juga memperhatikan penampilan Bagas.
"Ada apa?"ucap Bagas yang merasa bingung akan ucapan Alessandra sebab ia memperhatikan penampilannya dan baik-baik tidak ada yang aneh.
"Aku akan membawa mu ke salon ... "ucap Alessandra dengan sangat ketus.
"Salon, kalian kira aku bencong. Tidak-tidak aku tidak mau biarkan saja penampilan ku seperti ini menangnya kenapa?" ucap Bagas dengan sangat kesal sambil membuang pandangannya kearah kaca mobil.
"Bagas, bukan seperti itu maksudnya Tante, dia ingin mengatakan kalau kamu harus terlihat lebih tampan. Tapi dia salah bicara ..."jelas Dilara agar Bagas tidak marah kepada mereka.
"Benar itu Bagas ... Bukan seperti itu maksudku tadi, "ungkap Alessandra.
Bagas menatap wajah Dilara dan ia berkata, "Baiklah ... Aku akan ikut apa saja rencana kalian, "
Dilara tersenyum dan tertawa bersama-sama dengan Bagas.
__ADS_1
Setelah mereka sampai di salon khusus untuk laki-laki Dilara dan Alessandra menunggu Bagas di luar, sebab didalam banyak sekali laki-laki mereka tidak ingin melihat laki-laki tampan didalam.
"Cepat chatting oma Riska, "pinta Dilara pada Alessandra yang sedang menonton video di YouTube.
"Iya-iya ..."sahut Alessandra.
Alessandra mengirimkan pesan kepada Ibunya lewat aplikasi WhatsApp dan Ibunya menyetujuinya, untuk bertemu di taman yang sudah di sebutkan olehnya lewat chattingnya tadi.
Bagas keluar dengan jalan tertatih dan ia berdiri dihadapan Alessandra dan Dilara. Mereka sangat terpesona akan ketampanan Bagas.
Benarkah itu Bagas, dia sangat tampan ... Batin Alessandra.
"Ada apa, apa aku tampan sehingga kalian terpesona?"ucap Bagas sambil merapikan rambutnya dengan sangat perlahan.
"Terpesona ... Aku, terpesona memandang memandang wajah mu ... " Alessandra mengedipkan sebelah matanya kepada Bagas.
"Jangan deh, "Dilara menutup kedua mata Alessandra menggunakan tangannya.
"Sudah, kita bisa terlambat bukan?"Bagas berjalan dengan perlahan menuju mobil Alesandro.
"Bisa dong, aku ganti gebetan ... "ucap Alessandra yang mengikuti langkah Bagas.
Sadarkan tante Alessandra ya Allah, aku benar-benar malu di buatnya bisa-bisanya dia bersikap seperti itu, batin Dilara.
"Bagas, kamu turun duluan dan kamu langsung duduk di bangku itu, setelah itu kamu pakai headphone supaya kita lebih muda untuk berkomunikasi. "Alessandra memberikan headphone pada Bagas dan juga ponselnya.
"Baiklah, aku turun dulu ya. "Bagas langsung turun dengan perlahan dan ia langsung bergegas pergi menuju bangku yang di tunjukkan oleh Alessandra tadi.
Setelah Bagas tubuh Alessandra melihat mobil Ayahnya di belakang mobilnya.
"Ra, lihat itu mobil ayah ... "ucap Alessandra dengan sangat gembira.
"Bagas, kamu mendengarkan kami tidak?"Dilara bicara pada ponselnya yang terhubung pada headphone yang di pakai oleh Bagas.
"Aku mendengar suara kalian, apa yang harus aku lakukan selanjutnya dan target utama sudah sampai ya?"ucap Bagas pada Alessandra dan Dilara lewat headphone yang ia pakai.
"Kau tunggu wanita yang sudah sedikit tua, tidak lah ibu baru saja berumur 40 tahun ..."ucap Alessandra yang mencoba mengingat-ingat kembali umur Ibunya.
"Itu tidak penting, yang terpenting adalah bagaimana caranya kita bisa membuat oma Riska duduk dengan Bagas?"ucap Dilara yang menatap wajah Alessandra.
__ADS_1
"Tenang saja. Bagas kamu kirimkan pesan kepada ibuku, kamu tuliskan bahwa dia harus duduk bersama dengan temanku terlebih dahulu, sebelum aku sampai ... "ucap Alessandra dan Bagas melaksanakan tugasnya.
"Sudah, dan ibu mu sudah membalasnya dia bilang aku harus menjemputnya di depan taman ... "ucap Bagas sambil celingak-celinguk.
"Lakukan saja, kau bisa berjalan bukan?"ucap Alessandra yang sedikit meledek Bagas.
"Aku bisa, " Bagas mulai berjalan dengan perlahan menuju depan taman dan Azi terus-menerus memperhatikan gerak-gerik Bagas.
"Aku rasa dia laki-laki remaja yang akan bertemu dengan Riska, aku akan membuktikan bahwa Riska tidak benar-benar berselingkuh dari ku ... Kalau itu terjadi entah apa yang akan aku lakukan saat ini dan seterusnya, aku benar-benar menyesal sudah berselingkuh darinya, "Azi terus menatap kearah Bagas.
Bagas bertemu dengan seorang wanita cantik dan terlihat sudah tua namun wajahnya masih sangat muda.
"Apa itu ibu mu?"ucap Bagas dengan sangat pelan agar wanita dihadapannya tidak dapat mendengar ucapannya.
"Benar, cepat kau bawa dia ke tempat duduk tadi. "pinta Alessandra pada Bagas sedangkan Dilara hanya diam saja memantau Bagas dari dalam mobil.
"Saya teman Alessandra Tante, mari ikut saya ke bangku itu dulu sebab kaki saya sakit Tan ... "ucap Bagas yang berjalan tertatih.
Riska sangat tidak tega melihat Bagas berjalan tertatih sehingga ia menghentikan langkah Bagas.
"Tante akan membantu mu berjalan ... "ucap Riska yang membatu Bagas berjalan dan terlihat mereka sangat mesra.
Azi sangat kesal akan apa yang ia lihat dengan matanya sendiri lain halnya dengan Dilara dan Alessandra. Mereka sangat bahagia sebab rencananya berjalan dengan lancar dan baik.
"Brengsek! Mereka benar-benar memiliki hubungan ... Dan mereka berpelukan saat berjalan di keramaian orang seperti saat ini! " Azi memukul stir mobilnya dengan sangat kesal.
Riska membantu Bagas duduk di bangku lalu ia hendak melepaskan tangannya namun, ia malah terjatuh dalam pelukan Bagas dan mereka sampai menatap satu sama lainnya.
.
.
.
...Bersambung....
...Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya....
...Like, Vote, Favorit, komen....
__ADS_1
...Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua....
...Salam manis untuk kalian semua.😘...