
"Dilara, bukankah kita sama-sama tahu kalau kak Bastian itu bajingan, lalu untuk apa kamu masih menerimanya?"tanya Dilan sambil menatap wajah Dilara.
"Ada rasa untuknya, dan bagaimana ini kami sudah tidak akan bisa bersama ... "ucap Dilara dalam isak tangisnya.
"Aku akan mencarikan laki-laki yang baik,"janji Dilan kepada Adiknya.
"Tidak, biarkan saja aku tidak menikah."ucap Dilara sambil menghapus air matanya.
"Kau ini bicara apa, jangan bicara seperti itu aku juga ingin menjadi Paman."ucap Dilan dengan sangat lembut.
"Tinggalkan aku, aku ingin sendirian."ucap Dilara sambil menunjuk kearah pintu kamarnya. Dilan baru ingat kalau ia ingin menceritakan kejadian tadi pada Dilara.
"Aku juga habis di tolak oleh Abah Nona, aku tadi melamarnya dan Abah mengatakan kalau aku tidak pantas untuk Nona."ucap Dilan lirih.
"Yang benar saja, maksudnya apa Nona mencintai mu?"tanya Dilara sambil memegang wajahnya menggunakan kedua tangannya.
"Iya, kami sudah saling menyatakan beberapa hari lalu dan kata Abah, Nona akan di jodohkan secepatnya."jawab Dilan dengan sangat sedih.
"Jangan bersedih, kita akan sama-sama melupakan orang yang kita sayang ..."ucap Dilara sambil menepuk pundak Dilan dengan sangat lembut.
"Terimakasih sayang ... "Dilan dan Dilara berpelukan dengan sangat lembut.
...
Kenan dan anak buahnya sedang mempersiapkan gedung pernikahan untuk anaknya, yang akan di adakan beberapa hari lagi sebab ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Dilara.
Acara pernikahan yang sudah di susun oleh Kenan untuk beberapa bulan ke depan harus ia cepat kan.
"Kalian pastikan semuanya harus sempurna untuk dua hari lagi, sebab aku akan mengadakan pesta pernikahan anak ku yang paling mewah."ucap Kenan kepada anak buahnya.
"Siap, Tuan. Kami akan berusaha semampu kami untuk mewujudkan semua impian Tuan ..."ucap Anak buah Kenan.
...
Malam hari tiba Kenan dan Alice menyuruh Dilara dan Bagas untuk menghadap mereka di ruang kerja, kini mereka sudah ada disana dan mereka saling berhadapan.
Perasaanku jadi tidak karuan, apa yang sebenarnya yang akan di sampaikan oleh papa dan mama, batin Dilara.
"Kalian pasti bertanya-tanya, apa yang akan Papa dan Mama sampaikan bukan?"ucap Kenan sambil menatap kearah Dilara dan juga Bagas.
"Iya."jawab Dilara cepat.
__ADS_1
"Tidak,"tambah Bagas.
Dilara langsung menatap tajam kearah Bagas sambil menaikan sebelah alisnya dan Kenan tersenyum melihat mereka.
"Sudah, kalian dengarkan dulu apa yang akan di sampaikan oleh Papa."sambung Alice.
"Baik, Ma."jawab Dilara dan Bagas secara bersamaan.
"Papa minta maaf kepada kalian sebab Papa membuat keputusan ini tanpa sepengetahuan kalian, Papa benar-benar minta maaf ..."ucap Kenan dengan sangat lirih.
Benar dugaan ku, sekarang aku yakin sekali akan terjadi sesuatu kepadaku dan juga Bagas, batin Dilara.
"Katakan, Pa."ucap Dilara.
Perasaanku jadi tidak enak seperti ini, batin Bagas.
"Papa akan menikahkan kalian berdua dalam waktu dua hari lagi, "ucap Kenan.
Bagas dan Dilara saling menatap satu sama lainnya sambil membuka mulut mereka lebar-lebar.
"Maksudnya apa, Dilara tidak ingin ..."ucap Dilara yang mulai menangis.
"Bukannya Bagas ingin menentang Papa, tapi. Kami berdua tidak saling mencintai dan kami juga sudah memiliki pasangan masing-masing, "jawab Bagas.
Setelah kepergian sang suami Alice mendekati anak-anaknya dan memeluk mereka.
"Ma, apa semua ini. Dilara tidak ingin menikahi Bagas sebab dia sudah berpacaran dengan tante Alessandra ..."ucap Dilara dalam tangisnya.
"Maaf, Mama tidak bisa memutuskan hal ini sebab papa yang mengatur semuanya, kalian harus menerimanya,"ucap Alice sambil mengelus rambut kedua anaknya.
"Ma, bagaimana ini Bagas belum mau menikah apa lagi dengan Dilara kami sudah seperti saudara kandung,"ungkap Bagas membuat Alice sedih.
Bagaimana ini ya Allah, hamba sangat sedih melihat mereka di jodohkan seperti ini dan hamba juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi, batin Alice.
"Mama mohon untuk kalian, agar kalian menuruti keinginan papa, Mama mohon ..."pinta Alice pada kedua anaknya.
"Tapi, Ma ..."terputus sebab Bagas memotongnya.
"Kami akan menerima keputusan papa, dan Maka jangan bersedih dan memohon seperti ini pada kami ..."ucap Bagas sambil memegang tangan Alice.
"Terimakasih banyak, Nak. Mama bahagia dan mulai sekarang kalian harus di pingit, cepat kalian masuk kedalam kamar masing-masing jangan ada yang keluar."ucap Alice yang bergegas pergi.
__ADS_1
Tinggallah Dilara dan Bagas saja didalam ruangan kerja Kenan.
"Gas, kenapa kau menerimanya sedangkan kita jelas-jelas menolak keinginan papa!"
"Ra, aku juga tidak mau akan tetapi aku tidak sanggup melihat mama memohon seperti itu tadi, sebab aku tidak ingin menjadi anak yang durhaka ... Bukankah kita bisa menjalin pernikahan ini dengan pura-pura saja?"ucap Bagas yang mencoba untuk menyakinkan Dilara.
"Baiklah, tapi. Aku masih saja tidak bisa menerima ini semua ..."ucap Dilara dengan sangat kecewa.
"Ra, kita akan menikah setelah menikah kita akan melakukan hal agar kita bisa berpisah kau mengerti?"ucap Bagas sambil tersenyum.
"Aku mengerti,"jawab Dilara dengan sangat cepat.
"Sekarang kita berpisah, sebab kita akan di pingit sampai jumpa dia hari lagi ..."ucap Bagas yang berlalu pergi meninggalkan Dilara.
Kenan dan Alice memberikan undangan pernikahan Dilara dan Bagas pada kerabat dan rekan bisnisnya.
Undangan pernikahan Dilara dan Bagas sudah sampai di tangan Alessandra betapa hancurnya ia.
"Ini, undangan pernikahan Dilara dan Bagas bagaimana bisa lalu aku bagaimana bukankah kami juga akan merencanakan pernikahan kami. Aku benar-benar kecewa pada mereka berdua aku sangat marah ..."ucap Alessandra yang merobek-robek undangan pernikahan Dilara dan Bagas.
...
Bastian mendapat kabar bahwa Dilara akan menikah ia langsung berangkat ke Kota B untuk memenangkan dirinya, sebab cara apapun itu tidak bisa membantunya untuk bersama dengan Dilara kembali seperti semula.
Hati hati hancur berkeping-keping, bahkan aku sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi saat ini. Pujaan hatiku akan menikah dengan orang lain bahkan mereka tidak saling mencintai. Papa benar-benar sangat kejam padaku hanya karena aku anak sambungnya saja, batin Bastian.
Bastian mematikan ponselnya dengan sengaja sebab keadaan hatinya begitu buruk, bahkan ia tidak bisa berfikir jernih lagi saat ini bahkan ia tidak memperdulikan penampilannya, yang seperti orang gila saat ini.
.
.
.
...Bersambung....
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
__ADS_1
Salam manis untuk kalian semua dari Author.😘