Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
Pertama bekerja


__ADS_3

Pada pagi ini Bagas bersiap-siap untuk berangkat bekerja sebab ini adalah hari pertama untuknya bekerja, ia tidak mengatakan apapun kepada Dilara sebab Dilara masih tertidur pulas.


Bagas mendekati Dilara lalu ia mencium kening Dilara sambil mengelus-elus rambut Dilara dengan sangat lembut.


"Aku pergi dulu ..."ucap Bagas yang bergegas pergi dari kamar.


Ia berjalan dengan perlahan menuju motornya di parkiran, setelah sampai ia langsung naik dan melajukan motornya menuju perusahaan Prananda grup.


Setelah sampai ia langsung masuk kedalam dan ia menemui kepala OB disana.


"Jadi, kau anak baru itu?"tanya Dafa sambil menatap wajah Bagas.


"Benar."sahut Bagas sambil menatap wajah Dafa.


"Kau jangan sampai membuat kesalahan, sebab CEO tidak menerima kesalahan dari OB ataupun karyawan disini. Tugas mu adalah membersikan lantai dan kaca setelah itu kau bisa istirahat."jelas Dafa dengan sangat dingin.


Bagas tersenyum sebab jam kerjanya tidak akan membuatnya ketinggalan jam pelajarannya.


Syukurlah, aku bisa bekerja sambil Kuliah. Setelah gaji pertama aku keluar aku akan langsung berhenti sebab aku akan membuka usaha ku sendiri. Batin Bagas.


"Sekarang, kau bisa kerjakan tugas-tugas mu itu."tambah Dafa.


"Siap, Pak. Saya permisi dulu."ucap Bagas yang bergegas pergi untuk berganti baju OB.


Setelah ia berganti baju Ia mulai mengepel setiap lantai lalu ia membersikan setiap kaca disana, setelah selesai ia melirik jam sudah menunjukkan pukul sebelas ia cepat-cepat berganti baju sebab ia akan berangkat Kuliah.


Setelah selesai berganti baju ia menghampiri kepala OB.


"Permisi, Pak. Saya akan keluar sebentar sehabis saya keluar saya akan melanjutkan tugas saya kembali."ucap Bagas yang menghampiri Dafa.


"Baiklah, kalau tugas mu sudah selesai kau boleh pergi dan kembali lagi nantinya,"sambung Dafa.


"Siap, Terimakasih. Pak."ucap Bagas yang bergegas pergi dari Perusahaan tersebut.


...


Dilara meraba-raba sampingnya dan ia tidak mendapatkan apapun sehingga ia langsung membuka matanya, ia langsung bangun saat ia tidak melihat Bagas di sampingnya dan ia mulai mencari Bagas.


"Kemana Bagas, apa dia sudah pergi Kuliah. Tidak mungkin untuk apa dia berangkat cepat dan tidak menunggu ku?"ucap Dilara sambil berjalan masuk kedalam kamar mandi.


...


Dilan berangkat menuju rumah Kakeknya sebab semalam Alessandra memintanya untuk datang, ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi agar ia bisa segera sampai di rumah Kakeknya.

__ADS_1


Setelah sampai ia langsung bergegas masuk kedalam ia tidak mengucapkan apapun ia langsung berjalan menuju kamar Alessandra, ia mengetuk-ngetuk pintu kamar Alessandra dan pintu kamar Alessandra terbuka.


Dilan langsung masuk kedalam dan di ikuti oleh Alessandra.


Sepertinya aku harus mengecilkan suaraku, agar tidak ada yang mendengar ucapan kami nantinya, batin Dilan.


"Katakan?"ucap Dilan dengan sangat pelan membuat Alessandra tidak dapat mendengar ucapannya.


"Apa yang kau katakan, jangan berbisik-bisik aku tidak bisa mendengar sebab aku sedikit tuli."jelas Alessandra sambil mengambil tas kecil miliknya lalu ia langsung memakainya.


Dilan berjalan menarik tangan Alessandra lalu ia membawa Alessandra duduk di sofa.


"Ucapkan apa mau mu semalam?"bisik Dilan di telinga Alessandra membuat Alessandra langsung mundur.


"Apa maksudmu?"tanya Alessandra.


Dilan langsung mengusap kasar wajahnya lalu ia menghembuskan nafasnya dalam-dalam.


"Kata mu kau ingin mengatakan sesuatu semalam, apa kau sudah lupa?"tanya Dilan dengan sangat kesal.


Alessandra tertawa-tawa lalu ia menegang puncak Dilan.


"Sebenarnya aku ingin kau menemaniku, untuk pergi ke Mall,"ungkap Alessandra membuat Dilan membuka mulutnya lebar-lebar.


"Baiklah, aku akan mengantarmu akan tetapi aku tidak bisa menemani mu sebab aku ada pelajaran hari ini."jelas Dilan.


"Baiklah, setelah itu kau langsung menjemput ku."ucap Alessandra yang bergegas pergi dari kamarnya.


Dilan mengikuti langkah Alessandra dari belakang saat mereka di luar mereka bertemu dengan Riska.


"Loh, ada Dilan?"ucap Riska yang menghampiri anaknya dan cucunya, Alessandra mencium tangan Ibunya dan Dilan mengikuti langkah Alessandra.


"Iya, Oma. Kami mau keluar dulu."jelas Dilan.


"Oma perhatian beberapa hari ini, kenapa Dilan yang selalu bersama dangan Alessandra biasanya Dilara yang selalu bersama Ale."ucap Riska sambil menatap wajah Alessandra dan juga Dilan.


Sebenarnya aku juga rindu Dilara, akan tetapi aku juga tidak bisa menemuinya dulu sebab hati ini masih sakit, batin Alessandra.


"Bukankah Dilara sudah menikah, jadi. Mereka pasti jarang bertemu."jelas Dilan membuat Riska terdiam.


Sepertinya dia masih sakit, aku harus mencari pasangan untuknya agar dia bisa melupakan Bagas. Batin Riska.


"Kami pergi dulu, Oma."ucap Dilan yang menarik tangan Alessandra pergi.

__ADS_1


Mereka berjalan menuju motor sport milik Dilan.


"Kenapa kau selalu saja menggunakan motor, rambut ku ini jadi rusak,"


Dilan menatap tajam kearah Alessandra.


"Kalau tidak mau, silahkan saja naik mobil sendiri sebab aku lebih suka naik motor ini!"bentak Dilan membuat Alessandra kesal.


Alessandra memukul lengan Dilan lalu ia naik ke atas motor sport milik Dilan.


Kalau bukan untuk menjalankan tugas ku, tidak mau aku naik motor selalu bersama anak ini, batin Alessandra.


"Pegangan ya, jangan samapi tertinggal di belakang!"teriak Dilan yang mulai melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


Alessandra langsung memeluk Dilan dengan sangat kuatnya."Kau benar-benar sudah tidak waras lagi! Hentikan motor mu ini!"teriak Alessandra sambil memeluk Dilan sebab ia takut terjatuh.


...


Dilara pergi ke Kampus sendiri dengan menaiki Taksi sebab Bagas tidak ada ia pun tidak tahu kemana perginya Bagas, setelah sampai di Kampus Dilara berjalan menelusuri setiap Kampus untuk menemukan Bagas.


"Kemana perginya dia, kalau aku dapat menemukannya maka aku akan memukulinya habis, bisa-bisanya dia meninggalkan aku sendiri dan aku juga tidak bisa menemukannya."ucap Dilara dengan sangat kesal sambil terus berjalan.


Tangannya di tarik dari belakang Sontak membuat Dilara tersenyum lalu ia menghentikan langkahnya.


"Bagas, aku mencari ... Mu ..."Dilara sangat terkejut saat melihat Kenta yang menarik tangannya.


"Lepaskan tanganmu itu!"bentak Dilara membuat Kenta tersenyum. "Aku ingin berbicara dengan mu."


"Lepaskan, aku tidak mau. Lepaskan!"teriak Dilara, belum sempat Kenta menjawab ia sudah di hajar oleh Bagas dari belakang.


"Jangan kau sentuh istriku!"teriak Bagas sambil menendang tubuh Kenta membuat Kenta terjatuh, Dilara tersenyum melihat Bagas sudah menyelamatkan dirinya dari Kenta.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.


__ADS_2