
Pagi hari tiba, Dilara bangun cepat sebab ia akan ada kelas pagi ini dan kini ia sudah bersiap-siap.
"Bagaimana ya, keadaannya oma Riska?"Dilara bergegas mengambil tas miliknya dan ia segera keluar sebab, ia ingin menemui Omanya.
Dilara menghentikan langkahnya saat melihat Bagas sudah rapi bersama dengan Kenan, dia ruang tamu ia langsung menghampiri mereka.
"Kamu sudah rapi, mau kemana Gas?"ucap Dilara sambil menatap wajah Bagas yang tampak begitu gembira.
"Ah, begini Nak, dia akan ikut dengan mu ke Kampus sebab hari ini adalah hari pertama untuknya masuk, "sambung Kenan sambil tersenyum kepada Dilara dan juga Bagas.
"Oh, baiklah ... "jawab Dilara dengan sangat lembut dan ia mulai duduk di samping Papanya sambil bermanja-manja dengan Papanya.
Ternyata dia manja juga, aku kira dia tidak memiliki sifat wanita. Batin Bagas.
Bastian baru sampai dan ia duduk di hadapan Kenan lalu ia menatap wajah Dilara, gadis remaja yang mampu mengusik pikirannya dan juga hatinya.
"Sama Kakak tidak mau manja ni?"ucap Bastian sambil membuka tangannya agar Dilara memeluknya.
"Tentu saja ... "Dilara bergegas pergi memeluk Kakak tertuanya dengan sangat manja.
Sepertinya ayah menyukai Dilara, bukankah mereka adik dan kakak ya. Lalu mengapa ayah menyukai Dilara dan aku akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, batin Bagas.
"Bas, kita ada meeting penting pagi ini Papa harap kamu tidak terlambat ya, "ujar Kenan.
Dilara melepaskan pelukannya dan ia menatap wajah Papanya dan juga wajah Bastian.
"Baik Pa."
"Gas, kita makan yuk kalau kita terlambat bisa habis kita sama Dosen baru tahu?" Dilara bangun dan menarik tangan Bagas menuju meja makan, dan Bastian hanya melihatnya saja.
Aku sangat cemburu Dilara bersikap seperti itu, pada orang lain yang sekarang menjadi Kakaknya aku benar-benar cemburu, batin Bastian.
Bagas duduk di samping Dilara dan ia hanya diam saja menatap meja makan.
"Hay, kenapa kamu diam saja? Kamu tidak lapar?" Dilara menepuk pundak Bagas dengan perlahan membuat Bagas terkejut.
Sumpah, ini benar-benar membuat aku kesal. Awas saja kamu ya, aku akan membalasnya nanti, aku sangat kesal sebab dia selalu saja kasar padaku ... Sedangkan bersama ayah dia selalu lembut dan manis, batin Bagas.
"Mari kita makan, setelah ini kita akan pergi ke Kampus ... " Bagas mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauknya.
Kenan dan Bastian langsung pergi sebab mereka akan bertemu dengan rekan bisnisnya, mereka akan sarapan bersama rekan bisnis mereka yang datang jauh-jauh dari Kota B.
__ADS_1
Riska masih berada didalam selimut tebal sebab ia demam dari semalam karena ia terlalu bersedih, ia merasa sangat haus ia hendak mengambil air yang berada di meja namun ia malah menjatuhkan gelasnya.
"Aaahhhkkk!" teriak Riska membuat Dilara dan Bagas terkejut.
"Siapa itu, sepertinya oma deh, coba kamu lihat sana aku kebelet pipis ... "ucap Dilara yang bergegas pergi menuju kamarnya.
Bagas dengan sangat cepat masuk kedalam kamar Riska dan melihat Riska sedang membersikan, pecahan kaca dan ia terluka dengan sangat cepat Bagas menghisap tangan Riska.
Setelah selesai mereka saling bertatapan.
Aku benar-benar merasa sangat kasihan pada calon mertua ku ini, bisa-bisanya dia di selingkuhi sama suaminya, batin Bagas.
"Terimakasih, saya bisa sendiri."Riska bangun dan ia memegang kepalanya lalu ia terjatuh untung saja Bagas cepat menangkap tubuh Riska.
"Tante, bagun ... "Bagas meletakan tubuh Riska di tempat tidur Riska lalu ia memegang dahi Riska dan sangat panas.
"Ternyata dia demam, bagaimana ini ya?"ucap Bagas yang berlalu pergi ia berniat akan memanggil Dilara.
"Dilara! Dilara! "Bagas berteriak-teriak sehingga Dilara berlari menghampirinya.
"Ada apa?"ucap Dilara dengan nafas ngos-ngosan akibat berlari tadi.
"Itu, tante demam dan dia pingsan, "ungkap Bagas dengan sangat cemas.
"Panggil mama saja, sebab kita akan ke Kampus bukan?"usul Bagas yang menatap wajah Riska dengan sangat cemas.
"Usul mu bagus, cepat panggilkan mama."Dilara tersenyum sambil mengoleskan minyak kayu putih ke hidung Riska.
Benar-benar wanita malas. Batin Bagas.
Bagas bergegas pergi menuju kamar Alice setelah sampai di depan pintu kamar Alice, ia mengetuk-ngetuk pintu kamar Alice dengan sangat terburu-buru.
Tok. Tok. Tok.
"Mama! tante Riska demam!"teriak Bagas sontak saja membuat Alice terkejut dan segera membuka pintu kamarnya.
Ceklek.
"Sakit, cepat kita kesana segera."Alice dan Bagas berlari menuju kamar Riska sesampainya mereka didalam, ternyata Riska sudah sadarkan diri dan sendang duduk bersama dengan Dilara.
"Ris, kamu tidak apa-apa?"tanya Alice dengan sangat cemas sebab wajah sahabatnya sudah pucat.
__ADS_1
"Gue, baik kok Ce, gue cuma pusing aja karena dari semalam gue belum makan."ucap Riska sambil memijat kepalanya.
"Dilara, cepat ambilkan Oma makan ya,"pinta Alice pada putrinya dan Dilara hendak mengambil namun, Bagas menahan tangannya.
"Biar aku saja, kau disini saja."ucap Bagas yang berlalu pergi dari sana menuju dapur untuk mengambilkan makan untuk Riska.
Ternyata dia baik juga ya sama oma, mungkin karena dia menyukai tante Alessandra ya, batin Dilara.
Setelah Bagas memberikan makanan kepada Riska ia dan Dilara, bergegas pergi menuju Kampus sebab mereka akan sedikit terlambat.
Saat di perjalanan menuju Kampus Dilara dan Bagas hanya diam saja dalam pikiran masing-masing, setelah sampai Dilara akan mengantarkan Bagas menemui Dosen baru disana.
Dilara mengentikan langkahnya saat berada di depan pintu ruangan Dosen.
"Kau masuk, dan aku masuk kedalam kelas dulu ya, sebab aku akan terlambat ... "ucap Dilara yang bergegas pergi menuju kelasnya.
"Huu, aku sendiri tidak apalah ... "Bagas perlahan mengetuk-ngetuk pintu ruangan Dosen dan ia di perbolehkan masuk.
Ceklek.
"Permisi Pak, saya anak baru dan saya anak Pak Kenan Alfaro ... "ucap Bagas pada Dosen-dosen disana.
"Duduk, aku sudah tahu sebab papa mu yang menghubungi terus, "sambung farhan.
"Oh, iya Pak ... "jawab Bagas dengan sangat perlahan dan lembut.
Bagas menunggu Farhan datang ke kelasnya, dan melirik setiap sudut ruangan Dosen dan ia juga memperhatikan penampilan Dosen baru tersebut.
Dia sangat tampan, sepertinya dia sangat banyak yang menyukai. Batin Bagas.
.
.
.
...Bersambung....
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
__ADS_1
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua. Jagan bosan-bosan ya untuk membaca Novel receh Author ini.
Salam manis untuk kalian semua dari Author.😘