Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Author.


__ADS_3

"Hey, Bagas. Kau mendengarkan aku?" Dilara melambaikan tangannya kearah wajah Bagas dan Bagas langsung tersadar.


"Ah, aku mendengar mu tadi ... "ucap Bagas dengan sangat cepat.


"Baguslah, begini ... " Dilara menjelaskan semua rencananya pada Bagas dan Bagas langsung menyetujuinya.


"Terimakasih Bagas, aku sangat berterimakasih padamu sebab kau mau membatu ku, "ucap Alessandra dengan sangat bergembira.


"Sama-sama, bukankah kau adalah Bibiku juga?" ucap Bagas dengan senyuman manisnya.


"Kalau begitu, kita pergi sekarang saja ... "tambah Dilara.


"Aku dirumah saja, kalian bisa menjemput aku siang nanti sebab kaki ku masih sedikit sakit sebab kecelakaan semalam, "ujar Bagas yang memperlihatkan luka di kakinya.


"Baiklah, sampai jumpa siang nanti ... "ucap Dilara dan Alessandra bersamaan dan mereka bergegas pergi dari kamar tamu.


...----------------...


Kenan sudah berada di ruangan Dosen besama dengan kedua orang tuanya Wijin, mereka sama-sama diam sebab mereka tidak mengetahui apa salah anak mereka sehingga mereka di panggil oleh Dosen.


"Jadi, Bapak dan Ibu sekalian tidak tahu apa salah anak masing-masing?"tanya Dosen baru.


"Tidak Pak, anak-anak tidak ada yang memberi tahu kami mereka sama-sama diam saat di tanya ... "jelas Papanya Wijin.


"Benar itu Pak, "tambah Kenan.


"Wijin anak Bapak, hampir saja melecehkan Dilara anak Pak Kenan,"ungkap Dosen baru tersebut.


Sontak saja membuat Kenan langsung menatap tajam kearah orang tua Wijin.


"Tidak mungkin Pak, anak kami anak yang baik tidak mungkin dia bersikap seperti itu, "ucap Papanya Wijin yang membela anaknya tersebut.


"Saya saksinya, dan saya lihat dengan mata kepala saya sendiri. "jelas Dosen baru tersebut.


"Kurang ajar, bisa-bisanya dia akan melecehkan anak ku!"Kenan bangun dan mengepalkan tangannya kepada orang tua Wijin.


"Mas, tahan jangan berbuat keributan disini ..." Alice menahan tangan suaminya dengan sangat lembut.


Kenan duduk kembali dan ia menatap tajam kearah orang tua Wijin.


"Lalu bagaimana dengan masalah ini Pak, saya mohon jangan keluarkan anak saya dari Kampus ini Pak, "pinta Papanya Wijin pada Dosen baru tersebut.


"Saya tidak bisa memutuskan hal ini sepihak Pak, saya senang menunggu pemilik Kampus ini ... Dan semoga Bapak sudah tahu apa saja peraturan dari Kampus ini ya, "jelas Dosen baru tersebut.


Wijin masuk kedalam dan duduk di samping Papanya sedangkan Kenan menatap tajam kearah Wijin.


"Apa yang kamu lakukan Wijin, Mama benar-benar merasa sangat malu akan perbuatan mu ... "ucap Mamanya Wijin dengan sangat malu.

__ADS_1


"Ini semua bukan kesalahan Wijin Ma, ini adalah kesalahan Dilara dia yang menggoda Wijin ... "ucap Wijin sontak saja membuat Kenan sangat marah dan langsung menghampirinya.


"Apa yang kau katakan tadi, kau kira anakku ****** ha!" Kenan menarik kerah baju Wijin dengan sangat kuat.


Alice menarik tangan Kenan dan membawanya duduk kembali di bangku mereka.


"Maaf semua ... "ucap Alice dengan sangat lembut.


"Seharusnya kami yang meminta maaf Pak, atas perlakuan anak kami, "ucap Papanya Wijin.


"Semua harap tenang, sebentar lagi pemilik Kampus ini akan datang saya harap semuanya jangan membuat keributan ... "pinta Dosen baru tersebut pada semua orang yang berada di sana.


"Kau, jangan macam-macam pada keluarga Alfaro!" Kenan menatap tajam kearah Wijin yang terlihat sangat kesal pada Kenan.


"Mas, sudah ... "Alice memegang tangan Kenan dengan sangat lembut agar suaminya tidak kalut dalam emosinya.


15 kemudian ...


Pemilik Kampus sudah hadir dan kini mereka semua duduk di bangku masing-masing, dan saling menatap satu sama lainnya dengan tatapan tajam.


"Saya Ardan Dana, pemilik Kampus ini dan yang di sebelah saya anak saya yang bernama. Farhan Dana. "jelas Pak Ardan dengan sangat lembut.


Sontak saja membuat semua yang berada disana membulatkan mata mereka.


"Begini Papi, kita sedang menghadapi kasus pelecehan. Memang hampir tapi, kalau kita biarkan kasus ini maka akan terjadi lagi lagi dan lagi ... Saya tidak mau Kampus kita tercemar dan ternodai akan berbuat dia, " Farhan menunjukkan jarinya pada Wijin.


"Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada Bapak, Ibu ... Dengan sangat berat hati saya mengeluarkan anak Bapak dari Kampus kami ini ... "ucap Pak Ardan dengan sangat lembut.


Kenan tersenyum menatap kearah kedua orang tuanya Wijin.


"Saya bisa mengerti Pak, maaf sekali lagi atas perlakuan anak saya yang sangat tindak terpuji ini ... Saya dan keluarga saya permisi dulu, "ucap Papanya Wijin yang bergegas pergi bersama dengan istrinya.


Sedangkan Wijin meninta ampun kepada Kenan dengan bersujud di kakinya.


"Maafkan saya Om, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi, sebenarnya semalam saya hanya bercanda pada Dilara hanya itu saja Om ... "ucap Wijin dengan isak tangisnya.


"Saya memaafkan mu, dan saya tidak bisa membantu mu untuk masuk kedalam Kampus ini lagi, "jelas Kenan sambil membangunkan tubuh Wijin.


"Tidak apa-apa Om, saya permisi dulu. " Wijin mencium tangan Kenan dan ia bergegas pergi dari sana.


Kenan dan Alice hendak pergi namun, Pak Ardan menghentikan langkah mereka.


"Pak, tunggu dulu ... Bukankah Bapak Kenan Alfaro?"ucap Pak Ardan yang mencoba untuk mengingat-ingat kembali nama yang di sebutkan nya.


Kenan menghentikan langkahnya dan ia menatap wajah Pak Ardan.


"Benar, saya ingat Bapak adalah rekan bisnis saya yang baru saja bekerjasama dengan kami, kan?"ucap Kenan yang mengingat kembali pertemuannya dengan rekan bisnisnya beberapa hari lalu.

__ADS_1


"Benar Pak, tidak menyangka saya hal ini bisa terjadi pada anak Bapak dan Ibu. Saya benar-benar meninta maaf untuk semua yang terjadi pada anak Bapak ... "ucap Pak Ardan dengan sangat lirih.


"Tidak apa-apa Pak, lagian anak anak saya baik-baik saja ... "ucap Kenan dengan senyuman manisnya.


"Jadi Papi sama Om ini saling bisnis?"tanya Farhan sambil menatap wajah Papinya dan wajah Kenan.


"Benar Nak, kamu harus menjaga anak gadis Pak Kenan mana tahu jodoh ... "goda Pak Ardan pada putra satu-satunya.


Kenan dan Alice tersenyum melihat wajah Farhan yang memerah akibat godaan dari Pak Ardan.


"Kalau begitu kami permisi dulu ya, Pak. "ucap Kenan yang bergegas pergi bersama dengan Alice.


Setelah kepergian Alice dan Kenan. Farhan menatap tajam kearah Papinya.


"Kenapa Papi menggoda ku tadi, Farhan sangat malu Papi ... "ucap Farhan yang duduk di bangku miliknya.


"Papi pergi dulu, kamu jangan lupa untuk mencari wanita ... "ucap Pak Ardan yang bergegas pergi.


"Dasar papi ... "


.


.


Dilara dan Alessandra baru sampai di Kampus dan mereka buru-buru masuk kelas, sebab mereka sudah terlambat akibat mereka terlalu lama bercerita di jalan tadi.


"Ini semua salah kamu, kalau saja kita tidak menggosip maka semua ini tidak akan terjadi!" Alessandra menatap tajam kearah Dilara.


Dilara duduk di bangku miliknya dan ia menatap tajam kearah Alessandra.


"Baiklah, bukankah kita yang bersalah? Lalu kenapa Dilara yang selalu di salahkan?"ucap Dilara dengan sangat malas dan cuek.


"Tau ah ... "


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2