Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Author


__ADS_3

Dilara sudah masuk kedalam kelas dan ia bertemu dengan musuhnya, mereka saling berhadapan dan saling menatap


Aku benar-benar membencinya, lihat saja nanti ya, aku akan membuatmu bersujud di kaki ku, batin Dilara.


"Jangan pernah berharap, aku akan bersujud di kaki mu ... "ucap Rahman dengan sangat ketus.


Sontak saja membuat Dilara terdiam dan menatap wajah Rahman.


Ya ampun, kenapa dia bisa mendengar suara hatiku ya, batin Dilara.


"Aku bisa mendengar suara hatimu itu, jadi, jangan pernah membicarakan apapun tentang diriku!" Rahman berjalan sambil menendang bahu Dilara.


"Kau brengsek! Aku akan menghajar mu nanti!" teriak Dilara sambil memegang bahunya yang terasa sakit.


"Ra, kamu itu wanita loh. Jangan terlalu galak lah ... "ucap Kenta yang di susul gelak tawanya.


Dilara menghampiri Kenta dan ia menarik kerah baju Kenta, lalu ia memukul wajah Kenta dengan sangat kuat.


Plak!


"Jangan lupa, aku juga bisa berubah menjadi seorang mafia ... Jangan pernah kau meledekku, bahkan aku juga bisa menjadi psikopat!" Dilara melemparkan tubuh Rahman ke lantai.


"Aaahhhkkk, kau benar-benar wanita gila!"umpat kesal Rahman yang langsung bangun dan ia berdiri dihadapan Dilara.


"Apa!" Dilara mendekati Rahman dan tubuhnya di tahan oleh seseorang dari belakang, ia perlahan berbalik badan dan ia membulatkan matanya.


"Apa kau benar-benar seorang mafia?"tanya Farhan sambil menaikan sebelah alisnya sontak saja membuat Dilara langsung menjauh.


"Lupakan saja, Pak. " Dilara langsung duduk di bangkunya dengan sangat perlahan.


"Bahkan dia juga psikopat Pak, "sambung Rahman sambil menatap kearah Dilara membuat Dilara menatap tajam kearahnya.


"Psikopat?"Farhan duduk di bangkunya sambil menatap kearah luar lalu ia mengisyaratkan, agar Bagas masuk kedalam kelasnya.


"Semuanya, perkenalkan dia anak baru disini ... Ayo perkenalkan dirimu,"ujar Farhan dan Bagas berdiri dihadapan semua murid.


"Perkenalkan nama saya Bagas, saya harapan kita bisa saling bersahabat baik."Bagas tersenyum kepada semua orang.


"Kamu duduk di bangku itu, "Farhan menunjuk bangku kosong yang bersebelahan dengan Dilara.

__ADS_1


Bagas langsung berjalan menuju bangku kosong yang bersebelahan dengan Dilara, lalu ia mulai duduk sambil tersenyum manis kepada Dilara.


"Awas, hati-hati kalau duduk bersebelahan dengan mafia end psikopat ... "Rahman tertawa kecil sambil menatap kearah Dilara.


"Sudah-sudah, kerjakan materi yang saya berikan."ucap Farhan dengan sangat tegas. Membuat semua murid langsung mengerjakannya.


Awas saja kau, aku akan benar-benar melenyapkan mu ... Kau bisa tertawa saat ini tapi, kau tidak akan mengulanginya lagi setelah aku memberikan mu pelajaran, batin Dilara.


"Ra, psikopat itu apa ya?"ucap Bagas dengan sangat pelan di telinga Dilara.


"Lupakan saja, jangan kau dengarkan ucapannya itu, kau mengerti?" Dilara berbicara sambil mengerjakan tugasnya.


Apa sebenarnya Dilara benar-benar seorang mafia, pantas saja selama ini dia selalu bersikap galak. Batin Bagas.


🌺🌺🌺


Dilan bangun dan ia sangat terkejut saat melihat jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang, ia langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi dan segera mandi setelah selesai ia langsung memakai baju.


Setelah selesai memakai baju Dilan langsung pergi tanpa berpamitan kepada Kisya, ia langsung mengendarai motor sport miliknya menuju kampus sebab ia ada dua mata Kuliah hari ini.


Setelah sampai ia langsung bergegas pergi menuju kelasnya dan ternyata ia sudah tertinggal, ia berjalan dengan perlahan dan lemas menuju taman setelah sampai ia langsung duduk.


Setelah jam istirahat tiba, Bagas dan Dilara bergegas pergi menuju kantin mereka duduk berhadapan.


"Ra, sebenarnya mereka tidak suka pada dirimu?"tanya Bagas sambil melihat sekelilingnya, banyak pasang mata yang menatap tajam kearahnya dan Dilara.


"Lupakan saja, mereka hanya iri dengan kehidupanku ... Kau tahu aku ini adalah wanita yang tergalak disini, tidak ada wanita seperti aku disini tau, "ujar Dilara.


"Ra, kamu itu wanita ... Sebaiknya rubah lah sikapmu yang seperti seorang laki-laki, "sambung Bagas dan Dilara langsung membuang pandangannya.


"Kau, sama saja dengan yang lain. Apa aku tidak bisa menentukan jalan hidup ku sendiri, apa aku harus mengikuti kemauan orang lain?"ucap Dilara dengan sedikit kesal.


Bagas menarik tangan Dilara dan Dilara menatap wajahnya.


"Aku, akan mendukung apapun keputusan mu. Aku harap kau bisa berubah dengan seiring berjalannya waktu ... "ucap Bagas sambil tersenyum manis kepada Dilara.


"Terimakasih Bagas, kau adalah Kakak ketiga yang sangat aku sayang ... "Dilara tersenyum dan ia melepaskan tangannya lalu ia mulai memakan makanannya.


Ternyata dia memiliki sifat wanita, yang lembut hanya saja dia bersikap seperti seorang laki-laki kepada orang yang tidak ia kenal, batin Bagas.

__ADS_1


🌺🌺🌺


Azi merenungkan kembali kepadanya sambil menatap kearah jendela ruangan kerjanya.


"Aku benar-benar kecewa, mungkin semua ini memang yang terbaik untuk ku dan juga Riska. Aku sudah sangat menyakitinya selama pernikahan kami, sebaiknya aku membiarkannya untuk hidup bahagia bersama dengan orang lain ... "ucap Azi lirih.


🌺🌺🌺


Dilan bergegas pergi menuju parkiran lalu ia menaiki motor miliknya dan melajukan nya, menuju rumahnya setelah sampai ia langsung masuk kedalam kamarnya.


Ia menidurkan tubuhnya di atas kasur miliknya sambil menatap langit-langit kamarnya, dengan tatapan lirih sebab ia merasa sangat bingung sebab ia mencintai Nona namun, ia malah menikahi Kisya yang umurnya sangat jauh berbeda darinya.


"Bukankah laki-laki, bisa memiliki istri lebih dari satu ... Aku akan tetap berjuang untuk mendapatkan cintanya Nona, aku akan menikahinya walaupun banyaknya rintangan yang harus aku hadapi ... "ucap Dilan dengan sangat percaya diri dan bersungguh-sungguh untuk mendapatkan Nona.


Riska yang masih tertidur lemas di tempat tidur bersama dengan Alice yang menemaninya.


Aku benar-benar kecewa pada ayah, dia tidak pernah berubah dari empat puluh tahun ini aku benar-benar malu ... Aku sangat kasihan kepada Riska dia sangat baik namun dia harus menerima kenyataan pahit ... Batin Alice.


"Ce, kamu pergi saja dan istirahat gue baik-baik aja kok ... "ucap Riska dengan sangat lemas.


"Benar ya, aku pergi kalau ada apa-apa kamu cepat panggil aku ya?"ucap Alice yang bergegas pergi dari kamar tamu.


Alice benar sangat baik padaku, bagaimana bisa aku tidak menerima bantuan darinya. Aku sangat malu kepadanya karena aku akan menjadi beban untuknya, batin Riska.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.😘

__ADS_1


__ADS_2