Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Author Sholat Subuh berjamaah


__ADS_3

"Iya, dan sudah meninggal sejak bayi ..."ucap Riska lirih.


"Tante tahu saat aku seperti ini, aku merasakan kembalinya mama di sisiku ..."Bagas meneteskan air matanya dengan secepat kilat ia langsung menghapusnya.


"Sudah anggap saja kita keluarga, sekarang dan selamanya. "ucap Riska sambil memijat kepala Bagas.


Bagas tertidur pulas di pangkuan Riska membuat Riska tidak bisa bangun, hingga Riska juga tertidur pulas di ruang tamu.


....


Kenan terbangun di malam hari sebab ia merasa sangat pusing ia bangun dan melihat ponselnya, ada pesan masuk dan ia langsung membukanya alangkah terkejutnya ia melihat foto Bastian dan Dilara yang terlihat sangat mesra dan juga ada sebuah pesan.


💌"Anda jangan bertanya, karena mereka sudah berpacaran segara lakukan yang terbaik untuk putri anda, sebab Bastian bukanlah laki baik-baik dan aku akan selalu memberikan bukti-bukti itu,"


"Aku sudah tahu kelakuannya sejak lama, sebab aku yang membesarkannya dan aku tidak bisa tinggal diam aku harus melakukan sesuatu agar Dilara aman."ucap Kenan sambil menyimpan ponselnya di dalam laci.


Lalu ia berjalan menuju dapur saat ia di ruang tamu ia dapat melihat pemandangan yang sangat langka.


Mereka terlihat seperti seorang ibu dan anak, mungkin saja Riska rindu pada Agam dan ya, memang Agam dan Bagas seumuran bukan. Batin Kenan.


Kenan langsung berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air putih setelah ia minum, ia langsung berjalan menuju atas dimana kamar Dilara berada setelah sampai ia langsung masuk kedalam.


Kenan mendekati Dilara dan ia duduk di samping tubuh Dilara, ia mengelus rambut Dilara dengan perlahan dengan sangat lembut.


Papa tidak akan membiarkan mu hidup bersama dengan Bastian, Papa sangat mengenalnya dari dulu sampai sekarang sayang. Papa harap kamu akan menerima keputusan Papa, batin Kenan.


Kenan mencium puncak kepala Dilara lalu ia bergegas pergi menuju kamarnya yang berada di lantai bawa.


....


Pagi hari tiba saat Adzan berkumandang Bagas membuka matanya ia langsung terkejut, melihat dirinya dan Riska tidak berdua si ruang tamu dengan sangat cepat ia langsung bangun.


Ya Allah, bagaimana bisa aku tidur dengan Tante mertua disini. Kasihan sekali Tante mertua tidur dalam keadaan seperti ini dan semuanya gara-gara aku menantu idaman seperti dewa, batin Bagas.


Bagas langsung membangunkan Riska dengan menggoyang sedikit tubuh Riska, dan Riska langsung terbangun sontak saja membuatnya langsung bangun.


"Tante, maaf sudah membuat Tante seperti ini, "ucap Bagas dengan sangat lembut membuat Riska tersenyum.


"Tidak apa-apa, apa kamu akan Sholat Subuh?"tanya Riska sambil merapikan penampilannya.


"Benar, apa Tante mau kita Sholat berdua, eh. Maksudnya berjamaah tapi, hanya berdua saja, "ucap Bagas dengan sangat gugup membuat Riska tertawa-tawa.


"Iya, Tante ambil Wudhu dulu ya, kamu tunggu Tante ya di Masjid rumah ini."ucap Riska yang berlalu pergi menuju kamarnya.


Bagas langsung bergegas masuk kedalam kamarnya untuk berganti baju, ia memakai baju Koko dan juga memakai kopiah setelah itu ia langsung keluar.

__ADS_1


Saat ia keluar dari kamar Riska juga keluar dengan mengenakan mukenah berwarna hijau muda, mereka saling menatap satu sama lainnya dengan tatapan kagum.


"Ayo, "ucap Riska yang berlalu pergi menuju rumah Sholat di depan rumah Kenan yang di buat oleh Kenan. Untuk orang-orang Sholat.


Bagas dan Riska melaksanakan Sholat Subuh berjamaah hanya berdua saja, sebab orang-orang yang berada di Rumah Kenan biasanya Sholat masing-masing di kamar masing-masing juga.


Setelah selesai Sholat Riska refleks mencium tangan Bagas dan mereka saling tertawa-tawa.


"Ya Allah, maaf Tante lupa seharusnya kamu yang mencium tangan Tante ..."ucap Riska dalam tawanya.


"Maaf, Bagas juga lupa ..."ucap Bagas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Riska langsung bergegas kembali kedalam kamarnya sedangkan Bagas ia malah kembali tidur dengan sangat nyenyak.


...


Riska berganti baju setelah itu ia langsung pergi ke dapur untuk membantu Alice membuat sarapan.


"Ce, gue bantu ya?"ucap Riska yang baru memasuki dapur.


"Boleh."jawab Alice dengan sangat lembut dan senyuman manisnya.


"Ce, kayaknya gue ngontrak aja ya, kalau disini aja gue gak enak sama om Kenan ya."ucap Riska sambil memotong sayuran.


"Emang muka gue udah tua ya, dan gue udah gak kayak dulu lagi?"tanya Riska dengan sangat lemas dan ia mengusap kasar wajahnya.


"Sebenarnya wajah elo masih sama kayak Alessandra sih tapi ..."Alice tertawa-tawa sambil berlari mengelilingi dapur dan Riska mengejarnya sehingga Riska hampir terjatuh.


Bagas datang dan menangkap tubuh Riska yang hampir saja terjatuh akibat terpeleset, mereka saling menatap satu sama lainnya dengan sangat lama.


Alice mula mulutnya lebar-lebar melihat Bagas dan Riska saling menatap satu sama lainnya.


Ya Allah, apa anak angkat ku menyukai teman baikku. Ah, mikir apa sih aku tidak mungkin ah, batin Alice.


Riska sadar dan ia langsung bangun dan merapikan penampilannya.


"Maaf. "ucap Riska pelan.


"Iya,"jawab Bagas dengan lembut.


"Gas, kamu dari mana kok pakai baju Koko sama pakai kopiah?"tanya Alice yang menghampiri anak angkatnya tersebut.


"Ya ampun, Ce. ya udah pasti dari Sholat lah masa kayak gitu aja elo gak paham,"sambung Riska.


"Hehehe, iya Ma. Tadi Bagas abis Sholat dan ketiduran sebentar kok."jawab Bagas dengan sangat malu-malu.

__ADS_1


"Alhamdulillah anak Mama ini sangat rajin, besok atau nanti ajak adikmu ya, dia itu susah sekali kalau Sholat."ucap Alice yang menginginkan agar Bagas mengajak Dilara untuk Sholat.


"Siap, Ma. Bagas mau minum Ma."ucap Bagas sambil memegang tenggorokannya.


"Biar Tante buatkan ya, kamu mau apa, mau kopi atau teh?"tanya Riska dengan sangat cepat.


Alice hanya tersenyum melihat tingkah temannya dan juga anak angkatnya.


"Kopi susu, aja boleh?"tanya Bagas dan Riska langsung membulatkan matanya.


"Boleh-boleh, kamu tunggu saja di meja makan."ucap Riska yang bergegas membuatkan kopi susu untuk Bagas.


"Ris, kamu tidak menyukai Bagas bukan?"tanya Alice yang menatap kepergian Bagas, sontak saja membuat Riska tersedak.


"Uhuk, uhuk. Elo apa sih mana mungkin lah, dia itu umurnya sama kayak Agam tau gak,"ungkap Riska.


"Benar, juga. "ucap Alice yang mengingat-ingat kembali adik laki-laki yang sudah meninggal dunia.


Riska sudah membuat kopi susu untuk Bagas dan ia langsung mengantarkan kepada Bagas yang berada di ruang makan, ia meletakan kopi susu panas buatannya dengan perlahan sebab ia takut tumpah.


"Minumlah, "ujar Riska.


Bagas langsung meminum kopi buatan Riska dengan perlahan.


"Enak sekali. "puji Bagas dan Riska tersenyum.


.


.


.


...Bersambung....


Follow Ig Author: cinta_terindah217


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.


Jangan bosan-bosan ya, untuk membaca Novel receh Author.

__ADS_1


__ADS_2