
Alessandra masih menangis tersedu-sedu didalam kamar Alice ia bersama dengan Dilara saja, sedangkan Alice bersama dengan Kenan sendang berada di ruang kerja Kenan sedang mendiskusikan bermasalah Azi dan Riska.
Dilara menatap wajah Alessandra dengan sangat malas sebab ia sudah sangat susah membujuknya, agar tidak menangis lagi dan ia tidak berhasil sama sekali dan membuatnya sangat kesal dan bosan.
"Ra, aku sedih banget tahu ... "ucap Alessandra dalam isak tangisnya.
Dilara bernafas panjang lalu ia mendekati Alessandra dan duduk di sampingnya.
"Tan, seharusnya Tante jangan menangis seperti ini ... Sebab tidak akan membantu apa-apa?"ucap Dilara sambil menghapus air mata Alessandra yang terus-menerus berjatuhan.
Alessandra menghentikan tangisnya lalu ia menatap wajah Dilara.
"Benar juga ya, aku akan membuat ayah dan ibu terus bersama seperti dulu lagi ... "ucap Alessandra dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
"Ayo, kita pulang dan menyelesaikan semua masalah oma dan kakek, " Dilara beranjak bangun dan ia memegang tangan Alessandra.
Mereka berjalan menuju luar dengan bergandeng tangan, setelah mereka sampai di luar mereka melihat Kenan dan Alice sudah menunggu mereka.
"Ma, kami siap untuk berangkat sekarang?"ucap Dilara yang berjalan menghampiri Mamanya dan Papanya.
"Mari, kita berangkat sebelum malam semakin larut ... "ucap Kenan yang bergegas pergi.
Mereka langsung pergi bersama menuju rumah Azi dengan menaiki mobil Alessandra, dan yang mengemudikan mobilnya adalah Kenan.
πΊπΊπΊ
Dilan berada di masjid sejak siang hari sebab ia benar-benar akan bertaubat sebab semalam ia sudah, melakukan dosa yang sangat besar ia terus-menerus berdoa dan belajar tata cara menghapus dosa besar.
Ia tidur sambil menunggu Adzan Magrib berkumandang dan ia mendengar suara wanita mengaji, jiwa kepo nya meronta-ronta dan ia bangun lalu ia membuka sedikit tiray yang menutupi sebagian tempat, pembatas antara laki-laki dan perempuan didalam Masjid tersebut.
"Indahnya, calon ibu dari anak-anakku kelak ..." ucap Dilan sambil menatap kagum pada Nona yang sedang mengaji.
Dilan melihat tidak ada orang sehingga ia langsung menghampiri Nona lalu ia duduk di samping Nona. "Assalamualaikum Nona ... "
Nona menghentikan mengaji lalu ia menjawab salam dari Dilan.
"Wa'alaikumsalam Dilan, "ucap Nona dengan sangat lembut.
"Kamu sangat pandai mengaji ya, dan kalau boleh tahu diaman rumah mu?" tanya Dilan dnegan sangat penasaran sebab ia ingin sekali bermain ke rumah Nona.
__ADS_1
"Saya tidak terlalu pandai tapi, bisa juga. Rumah saya ada di samping rumah Doni."jawab Nona sambil menatap Al-Qur'an sebab ia tidak berani menatap lawan jenisnya.
"Ya benar, aku sering sekali bermain disana lo..." ucap Dilan dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
"Benar, kapan-kapan main saja soalnya dirumah selalu ada ibu sama abang saya."ucap Nona dengan sangat lembut membuat Dilan seakan terbang ke angkasa.
Dilan sudah mendengar suara Adzan berkumandang dan ia bergegas pergi menuju tempatnya, setelah ia melaksanakan Sholat Magrib berjamaah ia mencari keberadaan Nona di depan Masjid.
"Kemana dia, kenapa dia tidak muncul-muncul ya, mungkin dia sudah pulang?"pikir Dilan sambil menatap kearah dalam Masjid.
Dilan bergegas pergi menuju motornya dan ia bergegas menaikinya ia melakukan motornya menuju rumah Doni, sebab ia akan meminta Doni untuk menemaninya bertemu dengan Nona.
Setelah sampai ia langsung berjalan menuju rumah Doni dan mengetuk-ngetuk pintu rumah Doni, tak berselang lama pintu rumah Doni terbuka dan ternyata Mamanya yang membukanya.
"Cari siapa, Doni tau Tante?" ucap Kisya dengan sangat menggoda Dilan ia membuka sedikit kancing bajunya, dan memperlihatkan gunung kembar miliknya.
"Cari Doni Tan, ada dia didalam?"ucap Dilan dengan sangat gugup saat melihat gunung kembar milik Kisya yang sangat menonjol.
"Dia sedang keluar, kalau begitu kita masuk saja kedalam bagaimana?"tanya Kisya yang bergelayut manja pada Dilan sontak saja Dilan langsung masuk kedalam.
Kisya ikut duduk bersama dengan Dilan di sofa dan Kisya duduk di samping Dilan sambil menaikan, sedikit rok yang ia kenakan dan memperlihatkan belahan pahanya yang sangat menggoda iman Dilan.
"Tante, saya tidak ingin terus-menerus membuat dosa seperti ini. Kalau Tante menyukai saya kita bisa menikah secara siri saja agar kita, tidak selalu berbuat dosa bagaimana?"tanya Dilan sambil menatap wajah Kisya yang sangat menggoda imannya.
"Baiklah, tidak masalah yang terpenting kita akan bersenang-senang bukan, sekarang juga kita akan menikah ... "ucap Kisya yang beranjak bangun dan pergi menuju kamarnya.
5 menit kemudian ...
Kisya sudah bersiap ia mengenakan pakaian muslim dan ia juga memakai jilbab pashmina, yang terlihat sangatlah cantik di mata Dilan.
"Ayo, kita pergi ke rumah Ustadz Ameer ... "ucap Kisya yang menggandeng tangan Dilan dengan sangat manja.
Sepertinya aku pernah mendengar nama Ustadz Ameer itu, dimana ya, batin Dilan.
Dilan membonceng Kisya menggunakan motor miliknya menuju rumah Ustadz Ameer yang, di tunjukkan oleh Kisya setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah Ustadz Ameer.
Setelah mereka sampai mereka langsung masuk kedalam dan bertemu langsung dengan Ustadz Ameer. Mereka duduk saling berhadapan dengan Ustadz Ameer.
Ternyata dia orangnya, batin Dilan.
__ADS_1
"Maksud kedatangan kami, kami meminta untuk di nikahkan secara siri Pak Ustadz ... "ucap Kisya dengan sangat lembut sambil menatap wajah Dilan.
"Baiklah, saya akan menikahkan kalian. Saya sangat senang akan kalian yang mau menikah dan tidak berbuat Zinah ... "ucap Ustadz Ameer.
"Benar Ustadz, kami tidak ingin melakukan dosa besar, "ungkap Kisya dengan sangat cepat sedangkan Dilan hanya diam saja.
"Baik, kita mulai dengan membaca bismillahirrahmanirrahim ... "
Mulailah ijab Kabul antara Dilan dan Ustadz Ameer dengan sangat lancar, tidak ada kesulitan bagi Dilan saat mengucapkan ijab Kabul.
Setelah selesai mereka bergegas pergi dari sana dan segera pulang, sebab Kisya sudah sangat tidak sabar untuk melakukan malam panjang.
Setelah mereka sampai di rumah Kisya mereka langsung masuk kedalam kamar Kisya, Dilan duduk di sofa sambil mengirimkan pesan kepada Papanya kalau ia tidak pulang malam ini. Sebab ia beralasan akan menginap di rumah Doni untuk mengerjakan tugas kuliahnya.
Kisya sedang berganti baju ia mengenakan lingerie seksi berwarna merah dan ia juga memakai parfum, agar ia terlihat lebih segar dan muda ia bergegas keluar dan menemui suami brondongnya.
Kisya bergelayut manja dan ia melingkarkan tangannya di leher Dilan tanpa aba-aba ia langsung, menyambar bibir milik Dilan dengan sangat ganas sehingga Dilan menjerit.
"Aaahhhkkk!" Kisya mengentikan langkahnya dan ia menatap wajah Dilan.
"Maaf sayang, aku terlalu bersemangat sehingga aku melukai mu ... "ucap Kisya yang memegang bibir Dilan.
"Pelan-pelan saja Tan, ayo kita ke ranjang saja ... " Dilan menggendong tubuh Kisya menuju ranjang milik Kisya, ia melemparkan tubuh Kisya dan ia naik ke atas tubuh Kisya.
.
.
.
...Bersambung....
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.π
__ADS_1