
Pada malam hari ini Riska sedang menangis di kamarnya didalam bantal ia menyembunyikan suaranya, hati wanita mana yang tidak sakit mengetahui suaminya berselingkuh.
"Ternyata om Azi tidak pernah berubah, untuk apa aku bertahan disini kalau dia saja tidak menganggap ku ... Dia mala bermain gila dengan Kinan ratu ular itu, dasar ****** aku sangat membencinya!" Riska menangis tersedu-sedu dan ia memukul-mukul bantal hingga bantal tersebut pecah.
Alessandra menguping di depan pintu kamar Ibunya bersama dengan Dilara mereka saling menatap, satu sama lainnya dan mereka bergegas pergi menuju kamar Dilara.
"Kau dengar bukan, tadi ibu mengatakan kalau ayah berselingkuh ... Apa yang harus aku lakukan, aku tidak mau mereka berpisah dan cerai aku tidak mau ... "ucap Alessandra dalam isak tangisnya.
Dilara langsung memeluk Tantenya dan ia mengelus pundak Alessandra dengan perlahan.
"Kalau begitu kita harus menyusun rencana, untuk melenyapkan wanita ****** itu ... "ucap Dilara dengan sangat lembut namun menyimpan dendam yang sangat dalam.
Alessandra melepaskan pelukannya dan ia menatap wajah Dilara.
"Maksudnya, kita akan melenyapkannya?"tanya Alessandra yang merasa sangat bingung akan ucapan Dilara.
"Tidak, begini ... Kita akan memberikan pelajaran pada kakek dengan cara kita menjebaknya melihat oma bersama dengan laki-laki, dan kita harus menyakinkan bahwa mereka masih saling mencintai satu sama lainnya. Kita akan menyusun rencananya dan kita perlu bantuan kak Dilan ... "jelas Dilara dengan sangat panjang membuat Alessandra tidak mengerti.
"Aku tidak mengerti?"ucap Alessandra sontak saja Dilara menepuk keningnya.
"Tante, selain cengeng kau juga sangat lola ..."ucap Dilara dengan sangat pelan lalu ia membisikan rencananya kepada Alesandro.
"Aku sangat setuju, mulai besok rencana kita akan kita mulai ... Semoga saja ayah, ibu, tidak bercerai aku tidak mau itu, "ucap Alessandra lirih.
"Non, ada tamu ... "ucap Pembantu rumah Azi.
"Iya Bik, kami segera kesana ... "ucap Alessandra dan ia bergegas menghapus air matanya dan ia keluar bersama dengan Dilara.
"Siapa yang datang ya, kalau tamunya cari oma Riska gimana ya Tan?"ucap Dilara sambil berjalan dengan perlahan bersama dengan Alessandra.
"Kita banyak alasan bukan, untuk apa takut bukankah kita sebentar lagi akan menjadi dua mafia cantik imut ... "ucap Alessandra dengan sangat percaya diri.
Dilara menghentikan langkahnya.
"Kita bukan akan menjadi mafia Tan, kita akan menjadi mata-mata saja bukan menjadi ketua penjahat."Dilara memukul lengan Alessandra dan melanjutkan langkahnya.
Setelah mereka sampai di ruang tamu Dilara langsung berlari memeluk Mamanya.
__ADS_1
"Mama ... Dilara rindu Mama ... "ucap Dilara dalam pelukan Alice.
"Mama juga rindu kamu ... "ucap Alice yang mengelus rambut putrinya dengan sangat lembut.
"Diaman ayahmu Alessandra?"ucap Kenan yang celingak-celinguk mencari keberadaan Ayah mertuanya.
"Belum pulang Kak, entah sudah berapa kali ayah selalu pulang larut malam seperti saat ini."jelas Alessandra dengan sangat sedih.
"Belum pulang, dia saja tadi pulang lebih awal dari kami ... "ucap Kenan yang mengingat kembali bawah Ayah mertuanya pulang lebih awal.
Aku mencurigainya, pasti dia sudah berulah lagi seperti dulu. Batin Kenan.
"Dimana ibu mu?"ucap Alice yang menatap wajah Alessandra.
"Sedang tidak enak badan Kak, kasihan ibu dari tadi badannya panas ya, kan. Dilara ... "Alessandra memberikan kode kepada Dilara.
"Benar Ma, besok saja ya, kalau mau bertemu dengan oma ... "ucap Dilara dengan sangat lembut agar Mamanya mempercayai ucapnya.
"Baiklah ... Mama datang kemari karena ada satu hal yang sangat penting. Mama dan Papa sudah mengadopsi anak remaja laki-laki yang seumuran dengan mu sayang, kami harapkan kamu bisa menerimanya dengan sangat baik, sebab dia anak yatim-piatu sayang ... "jelas Alice dengan sangat lembut.
"Kasihan dia Ma, apa besok kami boleh menemuinya? Kami ingin mengajaknya untuk jalan-jalan ... "ucap Dilara dengan sangat cepat.
"Itu hal yang sama bagus sayang, besok temui dia dan ajak dia jalan-jalan mengelilingi Kota kita ... "ucap Kenan dengan senyuman manisnya.
"Siap Kak, besok pagi kami akan menemuinya dan kami akan membawanya ke Kampus."ucap Alessandra yang tersenyum manis kepada Dilara.
"Bagus kalau begitu, kami permisi pulang dulu. Kalian jaga Riska dengan baik dan rawat dia."ucap Kenan yang beranjak bangun dari duduknya.
Aku sangat tahu apa maksud Dilara tadi, batin Alessandra.
"Hati-hati Kak ... "ucap Alessandra dengan senyuman manisnya.
"Hati-hati ya, Mama ... "Dilara memeluk Mamanya dengan sangat erat.
"Iya sayang ... " Alice dan Kenan bergegas pergi dari sana setelah mereka tidak terlihat lagi oleh Dilara dan Alessandra.
Mereka langsung menyusun rencana mereka dengan sangat sempurna tanpa bantuan dari Dilan, kini mereka tega menunggu Azi pulang Dilara sesekali mengintip, lewat jendela untuk memastikan bahwa Kakeknya sudah pulang atau belum.
__ADS_1
"Cepat, kakek sudah pulang kita harus menjalankan tugasnya. "ucap Dilara yang berlari menuju sofa.
Mereka seolah-olah sedang menonton film Drakor di televisi, dan mereka sengaja untuk mematikan lampu agar rencana mereka berjalan lancar.
Setelah Azi memasuki rumah ia menghentikan langkahnya saat melihat cucu dan anaknya.
"Tante tau tidak, oma Riska tadi abis jalan sama cowok yang seumuran dengan kita ... Dan aku juga mendengar mereka akan bertemu di taman besok sore, semoga saja tidak terjadi ya, aku juga tidak tahu siapa laki-laki remaja itu, "ucap Dilara sambil menatap wajah Alessandra.
"Sepertinya kita besok harus memastikannya, sebab aku juga tadi melihat ibu video call sama laki-laki remaja ... waktu ayah belum pulang, sepertinya ibu seperti ini karena ayah selalu pulang larut malam sehingga ibu kesepian ... "ucap Alessandra dengan sangat sedih lalu ia memeluk Dilara.
Apa benar yang dia katakan oleh mereka, aku benar-benar tidak menyangka bahwa Riska akan membalas perbuatan ku, sebaiknya aku cepat pergi sebelum mereka mengetahui aku ada disini, batin Azi.
Alessandra melihat Ayahnya sudah pergi lalu ia dan Dilara bergegas mengikuti langkah Ayahnya, mereka menempelkan kuping mereka di depan pintu kamar Azi dan mereka mendengar ucapan Azi dan Riska.
"Mas, baru pulang. Maaf tidak menyambut Mas ... "ucap Riska dengan sangat lembut dan pelan. Azi terus-menerus menatap wajah Riska dan ia mengambil ponsel Riska.
"Kenapa ponselnya pakai pin?"ucap Azi yang mencoba membuka pin ponsel milik Riska.
Riska langsung mengambil ponselnya dan ia menyimpannya dia saku celananya.
"Kita sama-sama memiliki rahasia bukan, lalu sekarang kita impas ... "ucap Riska yang memilih duduk di sofa sedangkan Azi masih di bibir ranjang.
Rahasia, benar-benar apa yang di katakan oleh anak-anak tadi. Sepertinya aku harus memastikannya besok ... Aku juga tidak rela milikku di buka oleh orang lain, batin Azi.
Azi dan Riska sama-sama mematung dan tidak ada yang berbicara satupun, sehingga Alessandra dan Dilara kembali kedalam kamar mereka masing-masing.
.
.
.
...Bersambung....
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
__ADS_1
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.😘