Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
Tidur bersama


__ADS_3

Kenan menyambut semua tamu undangannya bersama dengan Azi, mereka tampak kompak pada acara kali ini mereka memakai seragam yang sama.


Alice dan Riska juga menyambut para tamu undangan, Dilara dan Bagas sangat lelah sebab mereka terus-menerus berdiri karena banyaknya tamu undangan yang hadir.


Setelah selesai acara Dilara dan Bagas masuk kedalam kamar pengantin, untuk mereka beristirahat begitu juga dengan Kenan dan Alice sedangkan Azi dan Riska mereka langsung pulang.


Sebab Alessandra menghilang sepanjang acara pernikahan Dilara dan Bagas.


Dilara berada didalam kamar mandi ia mencoba untuk membuka, resleting bajunya akan tetapi ia tidak bisa menjangkaunya.


"Susah kali membukanya, tidak mungkin aku meminta Bagas untuk membukanya sebab aku sangat malu ..."ucap Dilara sambil mencoba terus membuka resleting bajunya.


Bagas belum berganti baju sebab ia menunggu Dilara akan tetapi Dilara sangat lama, membuat Bagas tidak sabar sebab dirinya ingin segera mandi dan beristirahat.


"Lama sekali dia, Dilara apa masih lama!"teriak Bagas si depan pintu kamar mandi.


"Bagaimana ini, Gas! bisakah kau masuk saja aku butuh bantuan!"teriak Dilara dari dalam kamar mandi.


"Baiklah."jawab Bagas yang mulai masuk kedalam ia melihat Dilara masih mengenakan baju pengantin tadi.


"Ya ampun, apa saja yang kau lakukan dari tadi kenapa lama sekali. Dan kau masih menggunakan baju itu."ucap Bagas sambil berdecak pinggang.


"Maaf, bisakah kau membuka resleting bajuku?"pinta Dilara kepada Bagas yang sudah menjadi suaminya.


"Baiklah, itu perka yang mudah bukan maslah."ucap Bagas yang mulai berjalan menuju belakang tubuh Dilara.


Ia hendak membuka resleting baju Dilara akan tetapi ia malah melihat, punggung mulus milik Dilara membuatnya terdiam.


Ternyata dia bisa menggoda juga, eh, apa-apa an aku ini jangan berfikir yang bukan-bukan Bagas, batin Bagas.


"Bagas, jangan coba-coba untuk berfikir kotor ya. Cepat buka saja dan keluar!"teriak Dilara membuat Bagas tersadar dari lamunannya.


Bagas langsung cepat-cepat mengerjakan tugasnya setelah selesai ia langsung bergegas pergi, ia duduk di sofa sambil membayangkan punggung mulus milik Dilara tadi.


"Pikiran kotor ini membuat aku pusing, seharusnya aku tidak berfikir seperti itu sebab aku tidak mencintainya. Aku hanya mencintai Ale saja ..."ucap Bagas sambil menatap langit-langit kamarnya.


Tak berselang lama akhirnya Dilara keluar dari kamar mandi dan ia hanya mengenakan


handuk kimono saja.


"Jangan coba-coba berfikir kotor, cepat sana masuk kamar mandi aku ingin memakai baju,"ucap Dilara dengan sangat ketus membuat Bagas langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi.


"Laki-laki memang seperti itu, melihat wanita langsung menelan ludahnya,"ucap Dilara sambil memakai piyama pendek.


Setelah selesai ia langsung naik keatas tempat tidur yang sudah berhiaskan bunga.

__ADS_1


Bagas sudah selesai mandi dan ia langsung memakai kaus dan celana pendek, lalu ia keluar dan melihat Dilara sudah tertidur ia langsung menghampiri Dilara.


Bagas menidurkan tubuhnya di samping tubuh Dilara lalu Dilara tersadar.


"Bagas!"teriak Dilara membuat Bagas langsung bangun.


"Ada apa, aku belum tuli jangan berteriak aku masih bisa mendengar mu."ucap Bagas sambil menatap tajam kearah Dilara.


"Kau tidur di sofa, sebab aku tidak mau tidur berdua denganmu ..."ucap Dilara membuat Bagas bernafas panjang.


"Istriku, aku ini suamimu sekarang dan kau tega melihatku tidur di sofa kecil seperti itu?"ucap Bagas sambil menunjuk kearah sofa yang ada di hadapannya.


"Itu urusan mu, sekarang aku tidak mau tidur berdua denganmu."ucap Dilara yang mulai bangun dan menarik Bagas.


Bagas mengikuti Dilara lalu ia duduk di sofa dan Dilara melemparkan bantal dan selimut.


"Dek, gak selamanya cinta itu indah, Dek."ucap Bagas sambil menidurkan tubuhnya di sofa.


"Abang, jangan nikah, Bang ..."sambung Dilara sambil tertawa-tawa.


Sabar Bagas, dia masih menjadi adikmu dan aku merasa bahagia juga sebab aku dapat membuat ayah sakit hati. Sepertinya juga ayah sangat depresi karena wanita yang di cintai menikahi pria lain. Batin Bagas.


...


Wanita tersebut membantu Bastian bangun dan membawanya, kedalam kamar yang sudah ada di sana khusus untuk tamu istimewa.


..


Pagi hari tiba saat Adzan Subuh berkumandang Bagas bangun, ia berjalan menuju tempat tidur Dilara lalu ia membangunkan Dilara dengan perlahan.


"Ra, bangun kita Sholat Subuh dulu."Bagas menggoyangkan tubuh Dilara dengan perlahan.


Perlahan Dilara membuka matanya lalu ia bergegas bangun.


"Aku masih mengantuk, Gas."ucap Dilara sambil menguap.


"Eh, jangan seperti itu. Bangun ambil Wudhu setelah itu kita Sholat berdua, cepat."ucap Bagas sambil menarik tangan Dilara masuk kedalam kamar mandi.


Mereka mengambil Wudhu bersua setelah selesai mereka langsung keluar, Bagas menyusun sajadah sedangkan Dilara memakai mukenah.


Mereka mulai Sholat berjamaah dengan sangat lancar setelah selesai Sholat, Bagas berhadapan dengan Dilara lalu ia mendoakan Dilara.


Bagas membacakan doa di ubun-ubun kepala Dilara dengan sangat lembut.


Laki-laki Sholeh, andai saja aku dan Bagas saling mencintai pasti kami berdua bahagia. Tidak seperti saat ini kami tidak bahagia dalam pernikahan kami. Batin Dilara.

__ADS_1


"Gas, untuk apa membacakan doa untuk?"tanya Dilara sambil membuka mukenanya.


"Diam saja jangan banyak bertanya."ucap Bagas sambil duduk di sofa.


"Em, oh ya. Aku lupa mengatakan kalau kita hari ini akan pindah ke Apartemen milikmu dan aku,"ungkap Dilara membuat terkejut.


"Untuk apa kau membeli apartemen?"tanya Bagas sambil menatap Dilara yang sedang membereskan barang-barang mereka kedalam koper.


"Bukan aku, papa yang membelinya sebagai kado pernikahan kita,"ungkap Dilara.


"Aku sangat takut kalau tinggi bersama mu."ucap Bagas sambil menatap kearah langit kamar.


Sontak membuat Dilara menatap tajam kearahnya lalu ia mulai berjalan mendekati Bagas.


"Apa maksudmu, apa kau kira aku akan me*per*osa mu!"bentak Dilara.


"Bukan seperti itu, mana ada wanita yang memp**kosa laki-laki, seharusnya kaki-kaki."ucap Bagas sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Kau!"


Dilara langsung menggelitik tubuh Bagas lalu ia menimpah tubuh Bagas, sehingga mereka saling menatap satu salam lainnya dalam jarak yang cukup dekat.


"Kau menimpah ku,"ucap Bagas dengan sangat lembut membuat Dilara langsung bangun.


"Cepat bersiaplah, ganti baju mu itu."ucap Dilara dengan sangat ketus.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.


Love You semuanya.


Jangan bosan-bosan ya untuk membaca Novel receh Author.

__ADS_1


__ADS_2