
Agam menatap kearah Alessandra lalu ia mendekati Ibunya yang masih tak sadarkan diri, ia duduk di samping tubuh Ibunya lalu Alessandra juga duduk di samping Agam sambil meneteskan air matanya.
"Hey, kenapa kamu menangis?"tanya Agam sambil menatap wajah Alessandra.
"Ha, tidak aku hanya terharu saja sebab saat ini aku bisa melihat Abang yang selama ini tidak aku ketahui ... "jawab Alessandra sambil meneteskan air matanya.
Agam tersenyum lalu ia menghapus air mata Alessandra yang terus-menerus berjatuhan.
"Jangan menangis lagi, aku akan menjadi Abang untukmu dan aku juga akan menjaga mu. Aku benar-benar tidak menyangka kalau kita Adik dan Abang padahal selama ini kita selalu bertemu dan tidak saling sapa."ucap Agam sambil mengingat-ingat kembali saat ia selalu bertemu dengan Alessandra di Kampus.
Alessandra memeluk Agam dengan sangat lembut sambil menangis tersedu-sedu, dan Agam mengelus rambut Alessandra dengan sangat lembut.
"Abang, sekarang aku memiliki seorang Abang yang akan menjaga ku ... Hiks ... Hiks ..."Alessandra tidak bisa menahan sedih dan haru saat ini.
Untung saja aku belum menyukainya, kalau sampai terjadi maka aku akan jatuh cinta pada adikku sendiri, aku sangat tidak percaya akan hal ini. Ternyata aku bukanlah anak yang tidak di inginkan akan tetapi aku anak yang hilang, batin Agam.
Riska tersadar lali ia bangun melihat anak-anaknya sedang berpelukan dengan sangat manis.
"Apa tidak ada yang mau memeluk Ibu?"ucap Riska.
Alessandra dan Agam langsung memeluk Riska dengan sangat lembut dan penuh haru dan air mata.
Terimakasih ya Allah, engkau telah mengembalikan Agam pada kami. Batin Riska.
...
Azi menghampiri Kenan di Kantor nya Kenan sebab ia akan mengadakan syukuran atas kembalinya Agam, setelah ia sampai ia langsung bergegas masuk kedalam ruangan Kenan.
"Ken."ucap Azi yang baru masuk dan ia langsung menghampiri Kenan.
"Ada masalah?"tanya Kenan sambil menatap wajah Azi.
Azi duduk di hadapan Kenan lalu ia mulai tersenyum."Agam dia adalah Agam."jelas Azi.
Kenan membulatkan matanya lalu ia menghampiri Azi."Apa anak itu Agam?"
"Iya, hasil tes DNA kami cocok, dan dia sedang berada di rumah saat ini bersama dengan Kisya."jelas Azi membuat Kenan terkejut.
"Kisya?"
"Iya, ternyata selama ini dai tinggal bersama Kisya."ucap Azi dengan sangat bergembira.
Selama ini, apa yang di maksudkan olehnya adalah Doni. Bukankah Doni anak Bastian. Ini benar-benar tidak beres sebaiknya aku pastikan saja ini benar atau tidak, batin Kenan.
__ADS_1
"Ayo, aku ingin melihat anak itu,"ucap Kenan yang bergegas pergi dari ruangannya dan di ikuti oleh Azi.
Setelah mereka sampai di rumah Azi, Kenan langsung buru-buru masuk kedalam ia langsung duduk di ruang tamu.
Ada apa dengannya, batin Azi.
"Sebentar, aku akan memanggil mereka dulu. Sepertinya mereka masih ada didalam kamar sebab tadi Riska pingsan,"ungkap Azi sambil bergegas pergi menuju kamarnya.
Ia berjalan dengan perlahan menuju kamarnya dan ia langsung masuk kedalam, terlihat Riska dan anak-anaknya sedang berpelukan lalu ia langsung menghampirinya.
"Apa Ayah boleh ikut?"ucap Azi dan semuanya langsung menoleh.
"Tentu."jawab Riska.
Azi langsung menghampiri mereka dan ikut berpelukan, Mereka berpelukan dengan sangat erat terlihat mereka sangat bahagia seperti saat ini.
Andai saja aku tidak melukai hati Riska, mungkin kami sudah dari dalam seperti saat ini, batin Azi.
Azi melepaskan pelukannya lalu ia menatap wajah Agam."Datanglah ke bawah, sebab ada kak Kenan yang akan bertemu dengan mu."
Agam langsung membulatkan matanya.
Om Kenan, bagaimana ini sepertinya aku harus berkata jujur Saja. Sebab aku tidak mau berbohong akan siapa aku sebenarnya, batin Agam.
...
"Assalamualaikum."ucap Dilara yang baru masuk kedalam.
"Wa'alaikumsalam."jawab Alice yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Mama!"teriak Dilara sambil berlari memeluk Alice dengan sangat lembut, Alice tertawa melihat tingkah anaknya yang seperti anak-anak.
"Kamu seperti anak-anak saja, kamu itu sudah menikah jangan bersikap seperti anak-anak."ucap Alice sambil melepaskan pelukannya.
"Mama, Dilara masih anak-anak dan papa yang menikahkan Dilara bukan?"ucap Dilara sambil membawa Alice duduk di sofa.
"Oh, lalu bukankah kalian sudah melakukannya dan sampai masuk rumah sakit?"ucap Alice yang si susul gelak tawanya membuat Dilara sangat malu.
"Mama, lupakan saja."ucap Dilara dengan sangat malu-malu.
"Baiklah, ada apa kamu datang?"tanya Alice sambil menatap wajah Dilara.
"Tidak ada, apa Junga baik-baik saja?"ucap Dilara yang sudah dua Minggu tidak bertemu dengan Junga.
__ADS_1
"Baik, Dilan selalu merawatnya dengan baik. Bahkan saat ini dia membawa Junga pergi entah kemana,"ungkap Alice.
"Wah, apa dia menyayangi Junga?"ucap Dilara yang tidak percaya akan sikap Dilan pada Junga.
"Tentu saja, dia sendiri yang mengatakan pada Junga."ucap Alice.
Alice memegang perutnya yang terasa sangat mual ia berlari menuju wastafel dan memuntahkan isi perutnya.
"Huek, huek, huek."
Dilara memijat-mijat tengkuk leher Mamanya setelah Alice selesai muntah ia duduk si sofa, Dilara mengambilkan minyak kayu putih lalu ia mengoleskan ke perut Alice dengan sangat lembut.
"Apa Mama masuk angin?"tanya Dilara sambil menatap wajah pucat Alice.
Seketika Alice teringat kalau dirinya bulan ini belum datang bulan.
Tidak, tidak mungkin aku hamil kalau sampai aku hamil aku sangat malu kepda anak-anak ku, akan tetapi bukankah beberapa Minggu lalu Caira meramalkan bahwa aku akan hamil lagi. Batin Alice.
"Mungkin sayang, "ucap Alice dengan sangat lemas.
Apa ramalan dari Caira benar, kalau Mama akan hamil lagi. Kalau benar adanya berarti aku juga akan hamil dong. Batin Dilara.
Dilara memijat-mijat kepala Alice dan seluruh tubuh Alice, ia merasa sangat gerah sebab ia memakai jilbab sehingga ia melepaskan hijabnya.
Lalu ia kembali memijat tubuh Alice yang berbaring di sofa dengan sangat lemas dan wajahnya memucat.
Alice merasa sangat mual sehingga ia bangun dan lari menuju wastafel dan memuntahkan isi perutnya, Dilara membantu Mamanya setelah Alice selesai muntah Dilara membantu Alice masuk kedalam kamar Alice.
Setelah sampai didalam kamar, Dilara membantu Alice tidur di tempat tidur lalu ia mengirimkan pesan kepada Papanya.
💌Papa.
(Pa, Mama sakit dari tadi muntah terus ini.)
.
.
.
...Bersambung....
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
__ADS_1
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.