Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Dilan


__ADS_3

Bab ini mengganggu anu-anu ya, bijak dalam memilih bacaan.🙏


Perlahan aku membuka mataku dan aku melihat Tante Kisya memelukku, tanpa mengenakan sehelai benangpun dan aku langsung menyelimutinya menggunakan selimut.


"Sebaiknya aku pulang dan, aku langsung pergi ke Kampus sebab aku ada janji bersama Nona ... " ucapku sambil bergegas masuk kedalam kamar mandi setelah aku selesai mandi aku memakai handuk kimono lalu aku segera keluar.


Setelah aku keluar lagi-lagi Tante Kisya sudah menggodaku dengan bergelayut di sofa dewasa miliknya, tanpa aba-aba aku langsung menghampirinya dan aku naik ke atas tubuhnya.


"Apa lagi ini, apa semalam belum puas? Baiklah kita akan melakukannya lagi sebelum aku pulang ... " Aku mulai membuka handuk kimono yang aku kenakan tadi.


"Aku yang akan bermain di atas,"ucapnya dan aku langsung menatap wajahnya lalu aku langsung bertukar posisi.


Sekarang aku yang berada di bawa dan dia yang ada di atas, dengan sangat perlahan dia melahap gagang tegak milikku hingga aku mengeluarkan suara merdu ku.


"Argh! Jangan seperti itu sayang kau melukai masa depanku, "pekik ku saat dia menggigit gagang tegak milikku, dan dia langsung melepaskannya lalu ia naik ke atas tubuhku dia mulai melahap bibirku dengan lembut membuat aku hanyut.


Aku *******-***** gunung kembar miliknya dan aku juga melahapnya hingga dia, menggeliat lincah seperti seekor ulat bulu membuatku seakan bergairah kembali.


"Sayang, lakukan ya, tapi, jangan sampai seperti semalam terlalu cepat ... "ucapnya dengan sangat manja padaku, aku langsung tersenyum mengingat kejadian semalam saat aku sudah sampai pelempasan.


Aku tidak bisa menegakkan gagang milikku saat Tante Kisya belum sampai puncak, sehingga benda bergetar miliknya yang melanjutkannya.


Flashback on.


Aku merasa sangat lelah sebab aku sudah sampai lima kali pelempasan sedangkan Tante Kisya, dia baru satu kali pelempasan sehingga dia marah besar padaku dia mengambil benda dari dalam lemarinya.


"Apa itu?"ucapku sambil menatap benda yang di bawanya yang tidak pernah aku lihat sebelumnya.


"Ini yang akan menggantikan posisi mu, sebab aku sudah sangat sesak sedikit lagi akan keluar jadi, kau hanya membantuku mengeluarkan suara merdu mu saja."ucapnya sambil menyalakan benda berwarna merah muda tersebut.


Aku membantunya memasukan benda tersebut dan ia mulai menggeliat lincah dan m e n d e s a h, aku pun membantunya memenang benda tersebut dan aku juga melahap gunung kembar miliknya sehingga dia menyampai puncak.

__ADS_1


"Aaahhhkkk ... " Tante Kisya tertidur lemas dan aku mulai mematikan benda merah muda tersebut dan meletakkannya di meja, lalu kami tertidur saling berpelukan.


Flashback off.


"Sayang, katakan jangan hanya diam saja?"aku tersadar dari lamunanku saat Tante Kisya menggerakkan gua miliknya di tubuhku.


"Iya, sayang. Aku janji sekarang giliran mu yang di atas agar kamu tidak merasa benda itu lagi, "tunjuk ku pada benda merah muda yang berada di atas meja.


"Begitulah, aku setiap hari selalu merasakan benda itu sebab tidak ada yang membantuku memuaskan hasrat ku, dan sekarang ada kamu suami kecil ku ... "ucapnya dengan sangat bergairah lalu ia mulai menyatukan gagang milikku, lalu ia menggoyang-goyangkan pinggulnya dengan sangat lincah.


Membuatku kewalahan menghadapi gairahnya yang sangat besar, ini pengalaman pertama untukku melakukan s e x dan aku benar-benar sangat puas di buatnya. Meskipun dia sudah tidak perawan lagi namun dia cukup pandai memuaskan aku.


"Aaahhhkkk sayang, cepat kan gerakan mu ..."ucapnya dalam d e s a h a n dan aku melajukan gerakan ku melalap gunung kembar miliknya.


Dan dia langsung terjatuh di atas tubuhku dengan sangat lemas dan aku merasakan kedutaan, dari gua miliknya yang membuatku tersenyum lalu aku menciumnya.


"Masih kurang?"bisik ku di telinganya.


"Jangan lepaskan dulu, biarkan sampai kedutaannya berhenti bukan rasanya enak?"tanyanya sambil memelukku dengan sangat erat.


Setelah puas bermain panas kami masuk kedalam kamar mandi dan kami mandi bersama, lagi-lagi aku merasa sangat bergairah melihatnya tidak mengenakan apapun.


Sehingga aku melahapnya didalam kamar mandi dan aku membawanya masuk kedalam Bathtub, setelah itu aku mulai menyatukan dengan sangat kuat membuatnya menjerit-jerit keras.


"Apa anak mu tidak mendengar kita?"ucapku sambil mengehentikan aktivitas ku sejenak sebab dia sangat kuat menjerit.


"Dia sudah biasa mendengarnya, aku sering menjerit dan m e n d e s a h di kamar ini dan dia tidak pernah mempermasalahkannya, "ungkapnya membuat aku melajukan kembali gagang milikku dengan sangat kuat.


"Sayang! Aaahhhkkk sakit sayang, pelan-pelan saja sayang!" Tante Kisya semakin menjerit sebab ia memang sengaja membuatku semakin bernafsu padanya.


Aku semakin bergairah sehingga aku menumpahkan lahar panas milikku kedalam mulutnya, aku sengaja membuatnya sebab aku kesal karena dia berteriak-teriak tadi.

__ADS_1


Aku sangat terkejut melihatnya menelan lahar panas milikku dan tidak merasa jijik sama sekali, lalu dia mulai beranjak mandi dan aku mengikuti langkahnya kami mandi berdua saling menggosok setiap inci tubuh kami bersama.


Setelah selesai aku merasa sangat lemas dan aku tertidur sambil memakai handuk kimono di sofa, dewasa miliknya tanpa aku sadari ternyata dia memberikan kamarnya dan aku sedikit mendekatkan ucapnya pada Doni.


"Mama sudah menikahinya?"


"Sudah, apa kamu mau Mama selalu bermalam bersama benda kenyal itu, apa kamu pikir Mama boneka!"


"Ma, dia masih muda dan Mama sudah tua Ma. Bukankah rasanya sama saja?"ucap Doni sedikit marah pada Mamanya dan aku bangun namun, aku masih menutup kedua mataku.


"Kau, tahu apa? Mama sangat tersiksa memakai benda kenyal itu, lagian kami hanya menikah siri saja."ucap Tante Kisya yang duduk di sofa sambil menatap kearah Doni. Aku mengintip sedikit dan aku benar-benar tidak menyangka.


Kalau Doni mengetahui kenakalan dari Mamanya.


"Terserah pada Mama, aku kecewa pada Mama!" Ku dengar Doni pergi dan Tante Kisya menutup pintu kamarnya dan ia segera memakai bajunya. Sebab dia tadi belum memaki baju karena dia hanya memaki handuk kimono saja.


"Dia kira aku apa, terus-menerus memakai alat itu ... Dia juga bukan siapa-siapa aku tapi malah seperti itu, menyesal aku membesarkannya tapi, dia tidak mau balas budi! Dia selalu tidak mau bercinta dengan ku. Dia malah membelikan aku benda itu!"ucap Tante Kisya dengan sangat marah.


Sontak saja aku sangat terkejut menderanya dia menginginkan Doni, dan mereka bukan anak dan ibu pikir ku.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.

__ADS_1


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.


__ADS_2