
Bastian yang sedang mengemudikan mobilnya berhenti saat menerima pesanan dari Bagas, ia langsung membuka pesan dari Bagas dan ia mengepalkan tangannya sambil menatap tajam kearah Junga.
"Junga kita akan melihat mommy mu, dia sedang berkencan dengan laki-laki selain Deddy!" Bastian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar ia bisa segera sampai di Cafe yang di kirimkan lokasinya oleh Bagas.
....
Dilara sangat sangat mual akan sikap Kenta yang manis kepadanya, ia terpaksa tersenyum untuk menyembunyikan rasa jenuhnya.
Dasar, Playboy cap badak asli ... Dia benar-benar sangat menjijikkan aku sangat mual akan sikap dan wajahnya, batin Dilara.
"Kau, menyukai apa Dilara misalnya seperti denganku. Aku menyukai jus buah mangga seperti ini."ucap Kenta yang meminum jus buah mangga miliknya dan Dilara tersenyum penuh paksaan darinya.
"Sebenarnya aku menyukai jus itu juga, kau tahu setiap hari aku meminumnya untuk memuaskan dahagaku saja, "sambung Dilara sambil meminum jus buah mangga tersebut dengan penuh paksaan.
Kalau bukan karena rencana ku, tidak sudi aku meminum jus yang sangat manis seperti ini ... Aku harus sabar sebab rencana ku lebih indah nantinya setelah ini. Batin Dilara.
"Kau, mau pesan makanan apa?"tanya Kenta sambil menatap buku menu.
"Samakan saja, "sambung Dilara.
"Ha, sepertinya kesukaan kita berbeda dan kau yakin?"tanya Kenta sambil menatap wajah Dilara dengan menaikan sebelah alisnya.
"Yakin, kau pesan saja yang ingin kau pesan sebab aku pasti menyukainya."ucap Dilara yang tidak melihat buku menu.
"Baiklah, aku akan memesannya, "Kenta memanggil pelayan dan memesan makanan yang ia inginkan.
Ini saat yang tepat untuk aku mengerjainya, aku akan membalaskan dendam ku padanya.Batin Kenta.
Kenta terus-menerus menatap wajah Dilara yang sangat cantik dan manis sebab Dilara memakai makeup, dan ia juga mengenakan dress panjang berwarna merah muda yang terlihat sangat cantik di kenakan oleh Dilara.
...
Bagas mulai mendekati Cafe itu untuk mendengarkan ucapan Dilara dan Kenta, ia juga melihat sekelilingnya ia memastikan kalau Bastian belum sampai.
Sebentar lagi aku akan memulainya, ayah. Kalau saja kau tidak membuat aku dan mama menderita aku tidak akan membuatmu seperti ini ... Batin Bagas.
Bagas melihat mobil Bastian datang dengan sangat kencang dan ia langsung menyembunyikan dirinya, agar ia tidak ketahuan oleh Bastian sebab ia sudah menyusun rencana yang sangat bagus.
Bastian bergegas turun dengan sangat terburu-buru dan ia juga membawa Junga ikut, ia berjalan dengan sangat cepat menuju ke tempat Dilara dan Kenta ia tidak peduli akan tatapan semua pengunjung padanya.
"Mommy!"teriak Bastian membuat semua orang melihat kearahnya dan Dilara langsung menoleh.
Ya ampun, apa yang di ucapkan olehnya dan kenapa dia menghancurkan semua rencana ku. Batin Dilara.
Bastian menghampiri Dilara dan ia meletakan Juga di meja makan dan Kenta langsung menatap tajam kearah Bastian.
__ADS_1
"Kau! Apa maksudmu?"Kenta bangun dan menatap Bastian dengan sangat tajam.
"Kecilkan suaramu, Mommy ayo kita pulang, Deddy sudah membawa anak kita," Kata Bastian sambil menatap sinis kearah Kenta.
Oh, tidak, dia benar-benar sudah gila. Batin Dilara.
"Mommy, Deddy, apa maksudnya?"tanya Kenta sambil menatap wajah Dilara.
"Ken, sebenarnya ... "belum sempat Dilara menjelaskannya kepada Kenta tangannya di tarik oleh Bastian keluar.
Dilara membawa Junga keluar bersama dengan Bastian sedangkan Kenta hanya diam saja, melihat kepergian Bastian dan Dilara.
Hancur sudah rencana ku, awas saja kau brengsek, aku akan membalas mu. Batin Kenta.
Setelah sampai di luar Dilara melepaskan tangannya lalu ia menatap tajam kearah Bastian.
"Kak, apa maksudnya, Kakak bicara seperti itu. Dilara malu, Kak."ucap Dilara dengan sangat kesal kepada Bastian.
"Sayang, bukankah kamu tidak menyukainya dan kalian tidak saling berteman?"tanya Bastian sambil menatap wajah Dilara yang terlihat sangat masam.
"Kami sudah berteman, dan apa yang Kakak lakukan menyebut Dilara Mommy, Deddy?"ucap Dilara yang mulai berjalan menuju jalanan sambil membawa Junga didalam kurungannya.
"Dilara! ayo pulang bersama, Kakak. Sayang!"teriak Bastian yang mengejar Dilara.
Dilara berjalan menyebrangi jalanan dengan sangat cepat dan Bastian pergi ke parkiran untuk mengambil mobilnya.
"Diamlah, kalau kau ingin aman dari kejaran kak Bastian."ucap Bagas pelan sambil menatap kearah jalan dan ia melihat Bastian sudah pergi jauh.
Setelah itu ia melepaskan pelukannya dan ia langsung bernafas lega begitu juga dengan Dilara.
"Terimakasih Bagas, kau sudah menyelamatkan ku dan Junga."ucap Dilara sambil menatap Junga.
"Sama-sama sebaiknya, kita pulang saja aku takut kau masuk angin."ucap Bagas yang mulai berjalan menuju bengkel yang merubah warna motor matic milik Alice.
Dilara mengikuti langkah Bagas dan ia berdiri dihadapan Bagas sambil menatap kagum padanya, sebab Dilara sangat terpanah melihat penampilan baru motor matic milik Mamanya yang sebelumnya berwarna merah muda.
Sekarang sudah menjadi warna biru dongker yang sangat indah bahkan di plat motor matic tersebut, ada nama Dilara Alfaro dan Dilara sangat menyukainya.
"Kau, benar-benar sudah merubahnya dan namaku ada di sana."tunjuk Dilara pada motor matic milik Alice.
"Kau menyukainya, aku membuat ini semua untuk mu sayangnya, Kakak Bagas ... "Bagas mengelus-elus rambut Dilara sontak saja membuat Dilara terdiam dan wajahnya mulai memerah.
"Aku sangat menyukainya, bisakah kita berangkat sekarang hari semakin sejuk?"ucap Dilara yang menatap wajah Bagas.
"Baiklah, ayo naik Adikku sayang."Bagas naik ke atas motornya dan Dilara ikut naik sebelum ia melajukan motornya, ia melepaskan jaket yang ia kenakan lalu ia memakainya pada Dilara.
__ADS_1
"Terimakasih Bagas, kau sangat baik padaku,"ungkap Dilara.
"Sama-sama, jangan lupa pegangan ya, kalau tidak kau bisa terjatuh dan Junga biar dia aku yang membawanya. "Bagas mengambil Junga yang berada didalam kandang lalu ia meletakkan di bawah.
Setelah itu ia mulai melajukan motornya dengan kecepatan sedang agar ia selamat dijalan bersama dengan Dilara.
Dilara tersenyum dan tertawa kecil mendengar ucapan Bagas yang bercerita lucu, ia juga memeluk Bagas dari belakang dengan sangat erat dan lembut.
Aku akan membuat ayah terluka sangat dalam, aku akan membuatnya tidak bisa melupakan apa yang aku buat padanya, batin Bagas.
....
Dilan berada di depan rumah Nona sambil tersenyum malu-malu, sebab ia sangat gugup saat melihat Nona membukakan pintu untuknya.
"Assalamualaikum Nona,"
"Wa'alaikumsalam Dil, ayo masuk."ucap Nona dengan sangat lembut.
Dilan masuk kedalam dan ia duduk di sofa sambil menunggu Nona memanggil Abang dan Uminya.
Saat Nona keluar bersama dengan Uminya dan Abangnya, Dilan membulatkan matanya.
"Assalamualaikum Ustadz Ameer ... "ucap Dilan gugup.
"Wa'alaikumsalam Dilan, sekarang kita sudah menjadi tetangga bukan?"ucap Ustadz Ameer sambil mendekati Dilan.
"Maksud?"tanya Nona dengan sangat bingung.
"Dilan, yang Kakak ceritakan waktu itu dia menikahi ibunya Doni."jelas Ustadz Ameer.
Sontak saja membuat Nona menatap wajah Dilan.
.
.
.
...Bersambung....
Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
__ADS_1
Salam manis untuk kalian semua.😘