
Setelah waktu Magrib tiba aku pun bergegas memakai sarung dan peci setelah itu aku bergegas keluar, saat aku di luar aku bertemu dengan Papa dan Mama yang sedang menonton dan ku lihat mereka terus-menerus menatap wajah ku.
Aku pun mulai mendekati mereka dan aku mencium tangan Papa dan Mama.
"Pa, Ma, Dilan pergi Shalat dulu ya di Masjid, "ucapku dan ku lihat Papa dan Mama seperti orang kebingungan saat melihat ku.
"Wa, ada angin apa ni kamu bisa berubah seperti ini?"ucap Papa sambil menatap kagum padaku.
"Papa, anaknya mau berbuat baik tidak bole seperti itu ya?"ucap Mama dengan sangat lembut.
"Benar tuh Pa."tambah ku dan aku langsung bergegas pergi sebelum aku terlambat pikirku dan aku masih bisa mendengar ucapan Papa dan Mama saat aku di luar.
"Papa juga mau Shalat ni Ma, di rumah saja biar bisa berjamaah dengan Mama. "ucap Papa dan ku dengar mereka tertawa-tawa dan aku langsung naik motor milikku.
Aku memutuskan untuk Shalat di masjid yang berdekatan dengan rumah Doni sebab aku masih sangat penasaran pada Mamanya.
Setelah aku sampai aku langsung berjalan menuju tempat mengambil wudhu dan aku langsung mengambil wudhu, untung saja tadi aku sudah belajar dan aku tidak kesulitan lagi untuk melakukannya dan juga tidak merasa malu.
Setelah selesai aku pun memasuki masjid dan mengambil posisi ku setelah aku selesai melaksanakan Shalat Magrib, aku tidak langsung pulang sebab aku ingin membaca doa terlebih dahulu dan ku lihat semua orang sudah pergi.
Aku mulai membaca doa dan aku mendengar suara wanita sedang bersholawat dengan sangat merdu.
🌺🌺🌺🌺
Muhammad nabina Binuru hadina
Min makkah habibi nuru Shota’al madinah
Min sholla sholatuh Widkhalab shifatuh
Ya bahtilif duluh ma’shi Yushfa’luh mamatuh
Ya imamna ya amin Ya sanad lil muslimin
Ya habibi ya muhammad Yabna abdillah
Tammiti risalah tamam Wil habib miskil khitam
Thul hayah wuksholah Bada’a sholli waro
Min awwil yumta ‘umri
__ADS_1
Sim’atahu ya ‘umri
Bi shollu ‘alaih (Allahumma sholli’alaih)
Allah. .
Hafizni bil iman Hassisni bil aman
Wata’alak thibi
Allahumma sholli wa sallim wa barik ‘alaih x 2
Miftah syufak fil manam (Ya rosulallah)
Wabka ‘ala kitbak wanam (Ya habiballah) x 2
Wanul syarok lu ashuhbita
Wakhobri usbuk ummita
Wadhamatik. . .
Muhammad nabina Binuru hadina
Min makkah habibi nuru Shota’al madinah
Ghayyar biddunyab ‘ainina Bililau dhuha. . .
Min sholla sholatuh Widkhalab shifatuh
Ya bahtilif duluh ma’shi Yushfa’luh mamatuh.
Jiwa kepo ku meronta-ronta aku pun bangun dan berjalan menuju dinding pembatas antara laki-laki dan wanita, aku membuka sedikit tiray dan aku melihat ternya Nona yang melantunkan Sholawat tadi.
"Calon istri idamanku, dia benar-benar bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak ku nantinya ... " ucapku sambil tersenyum manis akupun menutup kembali tiray yang ku buka tadi.
Aku pun bergegas pergi menuju motor milikku yang aku parkiran di depan masjid tadi, aku langsung naik ke atas motor dan langsung melajukan menuju rumah Doni.
Setelah lima menit akhirnya aku sudah sampai di rumah Doni dan aku langsung turun dari motor ku, aku berjalan menuju rumah Doni dan aku mengetuk-ngetuk pintu rumahnya.
Tak berselang lama akhirnya Doni membukakan pintu rumahnya, dan aku langsung duduk di bangku yang berada di teras rumahnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum Don ... "salamku sambil tersenyum padanya dan dia pun menjawab salam ku.
"Wa'alaikumsalam Dilan ... "
"Kamu tumben datang lagi ada apa ya?"tanyanya dan aku terdiam aku bingung akan menjawab apa.
"Mau liat keadaan kamu tadi kamu, kan kurang sehat dan semua itu gara-gara aku." ucapku cepat untung saja aku cepat memikirkan jawabannya.
"Alhamdulillah aku baik saja kok, kamu jangan khawatir lagi lihat aku tidak apa-apa."jawabnya dengan senyuman.
Akupun ikut tersenyum dia kira aku sangat menghawatirkan nya dia salah besar, aku datang sebab aku sangat penasaran pada Mamanya.
"Dimana Mama mu?"ucapku sambil celingak-celinguk mencari keberadaan Mamanya.
"Mama pergi menemui temannya di luar Kota, ada apa?"tanyanya dan aku sungguh kecewa sebab tidak bisa aku menebus penasaran ku.
"Tidak ada, kalau begitu aku pulang dulu ya."ucapku sambil beranjak bangun.
"Iya, hati-hati ya ... "ucapnya dan aku langsung bergegas menaiki motor ku dan langsung melajukan menuju rumah.
Selama di perjalanan aku terus saja memikirkan tentang Mamanya Doni, aku sangat marah kepda diriku sendiri sebab aku tidak bisa menyelesaikan rasa penasaran ku yang mendalam ini.
Dengan sangat kecewa aku melajukan motorku dengan sangat cepat dan kini aku sudah sampai di rumah.
.
.
.
Maaf ya teman-teman, jika ada Author salah dalam kata tolong komen ya.🙏
...Bersambung....
Hay teman-teman, jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
Like, Vote, Favorit, komen.
Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.
Salam manis untuk kalian semua.😘
__ADS_1