Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Author buaya buntung buaya darat


__ADS_3

Dilan dan Doni bergegas pergi menuju Kantor Alfaro Grup, dengan mengendarai motor sport milik Dilan.


Setelah lima belas menit kemudian akhirnya mereka sudah sampai di Perusahaan Alfaro Grup, mereka langsung masuk kedalam dan mereka memasuki rungan Kenan.


"Dil, sebaiknya kita ketuk pintu terlebih dahulu sebelum kita masuk, walaupun papamu yang berada didalam tapi. Kita harus menghormati orang tua mu, "ujar Doni.


Dilan terdiam dan ia langsung mengetuk-ngetuk pintu ruangan Kenan.


Apa yang di katakan oleh Doni memang benar adanya, aku harus menghormati papa walaupun dia pemilik Perusahaan ini. Batin Dilan.


Tak berselang lama akhirnya Kenan membuka pintu ruangannya, dan ia langsung mempersilahkan mereka masuk kedalam.


Dilan dan Doni duduk di sofa sambil berhadapan dengan Kenan.


"Pa, sebenarnya kami ..."belum sempat Dilan menjelaskan ucapannya ponselnya berdering dan ternyata Alessandra yang meneleponnya.


"Siap?"tanya Kenan sambil menatap wajah Dilan.


"Ini tante Ale, "jawab Dilan yang bergegas keluar untuk menjawab telepon dari Alessandra.


📱Tante Ale.


"Halo, kau dimana?"ucap Alessandra dengan sangat cepat sontak saja membuat Dilan mengelus dadanya.


"Hay Tante, setidaknya kau ucapkan salam terlebih dahulu sebelum kau membuat kuping dan jantung ku copot,"ucap Dilan dengan sangat kesal.


"Sudah tidak sempat lagi, cepat kau katakan apa ibu sudah pindah ke Apartemen milikmu?"tanya Alessandra dengan sangat cepat.


Dilan terdiam sebab ia tidak mengetahui apa-apa tentang Omanya yang akan pindah.


"Tidak, semua orang tidak memberi tahukan aku. Memangnya ada apa?"tanya Dilan yang sama sekali tidak mengetahui apa-apa, sebab ia terlalu banyak menghabiskan waktu bersama dengan Kisya.


"Kau benar-benar tidak mengetahui apa-apa?"tanya Alessandra sekali lagi sebab ia ingin memastikan bahwa Dilan tidak berbohong.


"Ya ampun, untuk apa aku berbohong bawel."ucap Dilan sambil menirukan suara Alessandra.


"Kalau saja aku mamamu, sudah ku kutuk kamu menjadi domba, "celetuk Alessandra.


"Ya ampun, sebaiknya kau datang saja kerumah sebab aku masih banyak pekerjaan,"Dilan langsung memutuskan sambungan teleponnya sehingga Alessandra sangat kesal.


"Kurang ajar kau, aku akan menunggumu pulang ya, "ucap Alessandra yang bergegas pergi menuju ke rumah Kenan sebab ia akan menemui Ibunya.


Dilan masuk kedalam ruangan Kenan dan ia duduk berhadapan dengan Kenan.


"Katakan?"ucap Kenan dengan sangat dingin membuat Doni takut.


Sepertinya Om ini sangat seram, batin Doni.


"Kami ingin melamar pekerjaan disini?"jawab Dilan cepat.

__ADS_1


"Sepertinya belum ada, sebaiknya kalian selesaikan Kuliah kalian dulu setelah itu baru kalian bekerja disini,"usul Kenan.


Doni dan Dilan saling berhadapan dan saling menatap satu sama lainnya.


"Baiklah, Pa. Kami permisi dulu ..."ucap Dilan dengan sangat lemas sambil berjalan menuju luar bersama dengan Doni.


Aku tidak ingin calon Pewaris Alfaro bekerja, sebab ini adalah perusahan miliknya kelak dan dia akan menjadi CEO disini, batin Kenan.


....


Alessandra sudah sampai di rumah Kenan dan ia langsung masuk kedalam saat ia hendak masuk kedalam kamar Ibunya, ia melihat kucing anggora yang sangat cantik berwajah coklat susu dan ia langsung menangkapnya.


"Hey, letakan anakku dan Dilara!"bentak Bastian sontak saja membuat Alessandra menjatuhkan Junga.


Junga terjatuh dan Bastian langsung mengambilnya.


Ya ampun, buaya darat ini benar-benar membuatku semakin gila di buatnya dasar bajingan dia. Batin Alessandra.


"Kau sudah bau tanah, bersikaplah sewajarnya padaku," Alessandramantap tajam kearah Bastian.


"Hay, kau anak bau kencur sopan sedikit padaku. Aku sudah seperti ayahmu tahu!"Bastian duduk di sofa sambil mengelus-elus bulu Junga.


"Kau memang buaya darat, bajingan dan kau adalah playboy cap badak asli!"


Bastian langsung bangun dan ia menatap tajam kearah Alessandra.


"Jaga ucapanmu, sebelum kau merasakan apa yang akan aku lakukan padamu!" Bastian menghembuskan nafasnya ke wajah Alessandra.


"Aku tidak ada urusan dengan mu, jadi. Kau tidak usah ikut campur!"Alessandra bergegas pergi menuju kamar Ibunya dan ia langsung masuk kedalam.


Setelah ia didalam ia masih sedikit kesal sehingga ia tidak melihat Ibunya yang memperhatikan, gerak-geriknya sehingga Ibunya tertawa.


"Anak gadis ibu ini ada apa, kepada terus-menerus mengumpat orang sayang?"tanya Riska sambil tersenyum menatap kearah Alessandra.


"Ibu, si buaya darat buaya buntung itu membuat Ale kesal, "jawab Alessandra yang memeluk Ibunya dengan sangat erat.


"Buaya siapa?"ucap Riska dengan sangat bingung dengan apa yang di maksudkan oleh putrinya.


"Siapa lagi kalau bukan Bastian itu,"ungkap Alessandra membuat Riska tertawa-tawa.


"Hati-hati, kalau sering bertengkar kamu bisa jatuh cinta lo, "


Alessandra langsung terdiam mendengar ucapan Ibunya dan ia menghayal kan dirinya bersama dengan Bastian.


"Apa yang kau lakukan?"tanya Alessandra yang melihat Bastian sudah bertelanjang dada dihadapannya.


"Apa lagi yang akan aku lakukan, bukankah kita sudah menikah jadi, aku akan menikmati tubuh mu ini, ucap Bastian yang mulai mencium wajah Alessandra.


Sontak saja membuat Alessandra menjerit.

__ADS_1


"Aaahhhkkk!"


Riska langsung menatap wajah putrinya dengan sangat dalam dan ia juga menepuk pipi Alessandra.


"Ale!"


Deg!


Alessandra langsung menatap wajah Ibunya yang terlihat panik.


Sial, aku berkhayal tentang Bastian om-om kesepian itu benar-benar menjijikkan, batin Alessandra.


"Maaf Bu ..."ucap Alessandra lirih.


"Bagaimana dengan keadaan ayah?"tanya Riska dengan sangat sedih dan pilu.


"Baik-baik saja, Ibu jangan memikirkan tentang ayah lagi sebab dia tidak pernah memikirkan tentang kita. Buktinya saja dia tidak memikirkan perasaan kita Bu,"ucap Alessandra dengan sangat kesal.


Riska memegang tangan putrinya lalu ia berkata, "Kamu tidak boleh seperti itu, sebab dia adalah ayah kandung mu."


"Itu benar adanya, apa salahnya kita juga kecewa dengan apa yang sudah dia buat Bu. Pada kita aku Ibu dan kak Alice bahkan kak Aliya juga."Alessandra menahan sedikit emosinya lalu ia berdiri sambil menatap kearah jendela kamar.


"Ale, ini semua sudah takdir kita hanya bisa menjalani saja dan kita harus menghadapi semuanya dengan ikhlas ..."ucap Riska dengan sangat lembut.


Alessandra langsung memeluk Ibunya dan ia menangis tersedu-sedu didalam pelukan Ibunya.


"Kenapa Ibu sangat baik, padahal Ibu selalu di sakiti oleh ayah selama dua puluh tahun ini ..."ucap Alessandra dalam isak tangisnya.


"Karena ayah adalah keluarga Ibu satu-satunya, setelah nenekmu dan kakekmu meninggal dunia,"ungkap Riska.


Alessandra semakin terisak dalam pelukan Ibunya dan Riska langsung mengelus rambut Alessandra dengan sangat lembut.


Walaupun aku tersakiti dan ku menangis, aku akan tetap sabar dan ikhlas dalam menghadapi semuanya, batin Riska.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Jangan lupa untuk Follow Ig Author: cinta_terindah217


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.


Author bukan apa-apa kalau tidak ada dukungan dari kalian semua, komentar kalian adalah penyemangat untuk Author.


__ADS_2