Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
POV Author


__ADS_3

Dilara membawa boneka kuda poni yang berukuran besar seperti tubuhnya dan itu membuatnya merasa kesusahan, dan Kenta meminta pihak tokoh boneka tersebut untuk mengantarkan ke rumah Dilara.


Kenta mulai melajukan motornya dengan kecepatan sedang agar ia bisa berlama-lama bersama dengan Dilara, sebab ia ingin menjalankan rencananya dengan sangat sempurna agar ia bisa mengambil hati Dilara.


"Ra, kamu sudah memiliki calon kekasih belum?"ucap Kenta dengan sangat lembut sambil mengendarai motornya.


"Sudah, dan aku berharap bisa secepatnya untuk berpacaran sebab aku dan dia lagi dekat saja. Dan aku merasa sangat bahagia sebab sebelumnya kami sama sekali tidak pernah bicara, "sambung Dilara sambil tersenyum manis dan Kenta melihatnya dari spion motornya.


Aku rasa dia sudah mulai masuk dalam perangkap ku, batin Kenta.


"Kenapa kita sama ya, aku juga sedang berusaha untuk mendapatkan cintanya dan kau juga ... "ucap Kenta sambil tertawa-tawa dan Dilara ikut tertawa.


Dasar Playboy cap badak yang asli yang ada badaknya kayak si Kenta ini, dia kira aku bodoh ternyata kau yang bodoh Kenta cap badak Playboy, batin Dilara.


Setelah sampai didepan rumah, Kenta menghentikan laju motornya dan Dilara langsung turun ia hendak melangkah namun, tangannya di tarik oleh Kenta ia langsung menatap wajah Kenta.


"Jam tujuh aku akan menjemputmu, menggunakan motor ini kau mau?"tanya Kenta dengan sangat manis dan lembut.


Dilara tersenyum dan ia langsung melepaskan tangannya dari pegangan Kenta.


"Baiklah, tapi. Aku tidak ingin naik motor di malam hari bukannya aku sombong tapi, aku masuk angin, "ungkap Dilara.


"Baiklah, aku akan membawa mobil saja."ucap Kenta sambil tersenyum manis kepada Dilara.


"Aku masuk ya, dan kau cepatlah pulang sebab nanti malam kita akan makan malam bersama ... " Dilara hendak melangkah namun langkah terhenti saat, ia melihat mobil yang membawa boneka kuda poni miliknya sudah sampai.


Kenta tersenyum penuh kemenangan dan ia ikut turun dan menghampiri mobil yang membawa boneka milik Dilara.


"Silakan bonekanya Nona, semoga suka dan berlangganan dengan kami ... "ucap kurir yang berlalu pergi.


Dilara sangat kesulitan untuk membawa boneka kuda poni miliknya, ia langsung masuk kedalam tanpa menyapa Kenta dan Kenta langsung bergegas pergi.


Dilara merasa sangat kesulitan sehingga ia menjatuhkan boneka kuda poni miliknya, Alice yang baru datang ia terkejut melihat besarnya boneka kuda poni milik Dilara.


"Sayang, itu milik siapa?"ucap Alice yang menghampiri Dilara.


"Huuuh, ini dari si playboy cap badak itu yang asli yang ada badaknya. "ucap Dilara sambil mencoba untuk membawa boneka kuda poni miliknya.


"Maksudnya, apa badak apa?"ucap Alice yang merasa sangat penasaran akan ucapan Dilara.

__ADS_1


"Bantu Dilara Ma, setelah sampai di kamar akan Dilara ceritakan."Alice langsung membatu anaknya membawa boneka kuda poni besar.


Setelah sampai di kamar Dilara mereka berdua langsung menidurkan tubuh di kasur milik Dilara.


"Katakan?"ucap Alice sambil menatap wajah anaknya.


"Dari Kenta, dia mengatakan kalau itu untuk tanda persahabatan kami. "jelas Dilara sontak saja membuat Alice tertawa lepas.


"Alhamdulillah, sayang. Ada juga laki-laki yang menyukaimu ... "Dilara langsung bangun bukan karena ucapan Mamanya namun, ia baru teringat kalau Junga belum makan dari pagi.


"Junga! Junga !" Dilara berteriak-teriak mencari Junga di kamarnya dan ia tidak melihat Junga.


Alice merasa heran akan kelakuan anaknya ia mengira anaknya menyembunyikan seorang laki-laki.


"Siapa Junga?"tanya Alice sambil memperhatikan Dilara.


"Junga! diaman kamu, Nak?"Dilara semakin berteriak keras membuat Alice sangat terkejut.


"Apa kamu memiliki anak sayang?"ucap Alice yang menghampiri anaknya.


"Junga itu kucing anggora, yang di berikan oleh kak Bastian semalam Ma, sekarang kemana perginya dia. Dia itu sangat mahal Ma harganya saja seratus juta, "jelas Dilara sontak saja Alice langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Kucing semahal itu, dia berikan padamu untuk apa?"lagi-lagi Alice sangat tidak percaya akan apa yang ia dengar.


"Sebaiknya kita cari saja, harganya sangat mahal sayang kalau ilang."ucap Alice dan mereka langsung bergegas menyusuri seisi ruangan untuk mencari keberadaan Junga.


..


Di perusahaan Hermawan Grup.


Bastian sedang berbicara dengan Junga yang ia bawa siang tadi saat ia mengambil berkas-berkas, di rumah siang tadi dan ia langsung membawa Junga tanpa memberi tahu Dilara.


"Junga, katak pada mommy mu kalau Deddy mencintai nya dan sangat mencintainya."ucap Bastian yang mengelus-elus bulu halus milik Junga.


...


Bagas sedang menunggu orang merubah warna motor matic milik Alice dan ia juga membantu, sesekali saja sebab ia tidak pandai melakukannya dan matanya melirik kearah jalan. Ia melihat Dilan bersama dengan seorang Tante-tante sedang berdebat.


"Jiwa kepo ku meronta-ronta, sebenarnya apa yang terjadi ya, kenapa tante itu marah-marah mungkin saja kesalahan di jalan."ucap Bagas yang menempis pikiran buruknya.

__ADS_1


..


Malam hari tiba kini Dilara sudah bersiap-siap untuk pergi bersama dengan Kenta dan ia juga sangat pusing, sebab Junga tidak ketemu ia sudah mencari Junga di seluruh ruangan dan jalan di sekiranya rumahnya.


Bagaimana aku menjelaskan pada kak Bastian ya, batin Dilara.


Dilara melirik jam dinding sudah menunjukkan pukul tuju malam, ia langsung bergegas turun dan ia langsung keluar ia tidak berpamitan kepada Mamanya sebab tadi ia sudah meminta izin.


Dilara melirik mobil yang ada di depan gerbang dan sepertinya itu mobil Kenta, Dilara langsung menghampirinya dan Kenta langsung keluar dan membukakan pintu untuk Dilara masuk.


Setelah Dilara masuk dan Kenta masuk mereka saling menatap satu sama lainnya.


Kenapa mata ini melihatnya cantik seperti ini, membuatku tertarik padanya, ah. Pikiran apa ini aku harus membuangnya jauh-jauh. Batin Kenta.


Aku akan membuatnya jatuh cinta padaku seperti apa yang di rencanakan olehnya, dasar playboy cap badak bahkan dia sangat asli ... Batin Dilara.


"Kita, berangkat sekarang dan Cafe mana yang ingin kita datangi?" tanya Kenta sambil melajukan mobilnya dengan perlahan.


"Cafe love sorry saja, disana sangat enak sebab aku selalu ke sana ... "jawab Dilara dengan sangat lembut.


Kenta langsung melajukan mobilnya menuju Cafe yang di sebutkan oleh Dilara, setelah sampai mereka langsung turun dan masuk kedalam.


Bagas melihat Dilara dan Kenta masuk kedalam Cafe yang berada di depan bengkel, ia langsung mengirimkan pesan kepada Bastian untuk menyusul Dilara.


Tanpa nama 💌(Kak, aku melihat Dilara bersama dengan seorang laki-laki di cafe ini, aku sudah kirimkan lokasinya.)


"Rencana awal ku akan segera di mulai, "ucap Bagas sambil menatap kearah Dilara dan Kenta yang sedang duduk santai sambil bercanda tawa bersama.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.


Liek, Vote, Favorit, komen.

__ADS_1


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2