
Alessandra bersiap-siap untuk pergi ke villa Kenan untuk menemui Bagas dan juga Dilara. Ia memakai baju yang terlihat sangat cantik dan ia juga memakai makeup tak lupa ia memakai parfum juga.
"Ah, wangi sekali aku ... Aku harap Bagas bisa menerima ku lagi dan kami bisa berpacaran lagi walaupun dia sudah menikah, lagi pula mereka menikah bukan karena cinta ..."ucap Alessandra sambil melihat dirinya di cermin.
Ia mulai memakai tas kecil miliknya lalu ia mulai berjalan keluar dari kamar hotelnya, saat ia menutup pintu kamarnya ia melirik kearah kamar sampingnya yang juga terbuka.
"Kau!"teriak Bastian dan Alessandra bersamaan.
"Untuk apa kau ada disini, dan kau menginap di sini juga?"ucap Bastian dengan sangat pelan.
Alessandra tidak menjawab ucapan Bastian ia melihat penampilan Bastian dari ujung rambut hingga ujung kaki.
Sepertinya dia sangat tidak waras, dia terlihat seperti seorang gembel ... Batin Alessandra.
"Hey, jawab ucapanku!"bentak Bastian membuat Alessandra tersadar dari lamunannya.
"Ha, iya. Aku kesini hanya untuk menenangkan pikiran ku saja akan tetapi aku malah bertemu dengan mereka, yang sedang bulan mandu,"ungkap Alessandra membuat Bastian membulatkan matanya.
Bastian mendekati Alessandra lalu ia memegang kedua pundak Alessandra menggunakan tangannya.
"Kau serius?"tanya Bastian dengan sangat lembut.
"Iya, dan aku akan segera menemui mereka di villa ... Aku akan merebut hati Bagas lagi seperti dulu,"ujar Alessandra.
Sepertinya dia bisa bekerjasama dengan ku, untuk mendapatkan cintanya Dilara kembali. Batin Bastian.
"Hey, lepaskan tangan kotor mu ini."ucap Alessandra sambil melepaskan tangannya Bastian dari bahunya.
Bastian tersenyum lalu ia menarik tangan Alessandra masuk kedalam kamarnya.
"Hay! Lepaskan aku!"teriak Alessandra.
Setelah sampai didalam kamarnya Bastian langsung mengunci pintu kamarnya, lalu ia mendekati Alessandra yang sedang duduk di sofa.
"Kau jangan macam-macam, kau kira aku takut pada om, om, seperti dirimu itu."ucap Alessandra dengan sangat ketus.
Bastian menggeleng-gelengkan kepalanya lalu ia duduk di samping Alessandra.
"Kau ini masih kecil tapi. Pikiran mu itu sudah sangat kotor apa kau sering menonton film dewasa?"ucap Bastian dengan sangat cuek.
"Enak saja aku menonton film dewasa, aku sering mendengarnya dan aku tidak pernah melihatnya, "ungkap Alessandra.
"Ya ampun, anak ini benar-benar membuatku semakin pusing."ucap Bastian sambil memijat kepalanya.
"Katakan ada apa, aku tidak memiliki banyak waktu sebab aku akan menemui Bagas."ucap Alessandra dengan sangat ketus.
__ADS_1
"Aku ingin mengajak mu untuk bekerjasama, agar kita mendapatkan mereka kembali."ucap Bastian membuat Alessandra membuka mulutnya lebar-lebar.
"Kau kira aku ini penjahat seperti mu, aku tidak sudi bekerjasama dengan mu ... Sekarang bukan pintu aku ingin keluar!"teriak Alessandra membuat Bastian kesal.
Bastian memegang kedua tangan Alessandra sehingga mereka bertatapan dengan sangat dekat.
"Kau tidak mau bekerjasama dengan ku, aku akan memberikan mu pelajaran yang tidak akan kau lupakan seumur hidup mu!"
"Lepaskan aku! Jangan kira aku takut padamu yang sudah bau tanah itu!"teriak Alessandra sambil memberontak agar ia di lepaskan oleh Bastian.
Bastian menarik tangan Alessandra menuju tempat tidurnya dengan sangat kuat membuat Alessandra takut.
Ya Allah, lindungilah hamba dari buaya darat ini. Batin Alessandra.
Alessandra bergegas pergi menuju pintu kamar Bastian akan tetapi belum sempat ia membuka kunci, Bastian menarik tangan Alessandra kembali dan membawanya ke tempat tidur.
Ia menimba tubuh mungil Alessandra yang bergetar hebat sebab Alessandra sangat ketakutan.
"Ku mohon lepaskan aku, aku masih virgin jangan merenggut kesucian ku, Om!"teriak Alessandra membuat Bastian terdiam.
Bagus sekali, aku bisa merasakan keperawanan yang kesekian kalinya. Ini pelajaran untuknya agar dia bisa menghargai keputusan ku, batin Bastian.
"Ini pelajaran untuk mu, agar kau tidak sok-sokan."ucap Bastian dengan sangat lembut.
(Skip)
Bagas dan Dilara duduk di balkon sambil meminum jus jeruk, mereka menikmati hembusan angin kencang.
Dilara bermain ponselnya ia melirik kearah Bagas yang sedang duduk santai sambil menonton film, entah film apa Dilara tidak mengetahuinya dan ia sangat penasaran perlahan ia mendekati Bagas.
Eh, dia sedang menonton bagaimana jadi orang sukses, batin Dilara.
"Gas, untuk apa kau melihat itu?"tanya Dilara yang berdiri di belakang Bagas.
Bagas menoleh dan ia menarik tangan Dilara dan mendudukkannya di sampingnya.
"Kau tahu, aku akan membuat bisnis dari modal yang di berikan oleh papa untuk kita. Aku akan membuka sebuah toko bunga dan juga toko baju online. Kita bisa menjualnya sambil kuliah,"jelas Bagas membuat Dilara tersenyum.
"Ternyata kau ini sangat bertanggung jawab, meskipun papa memiliki perusahaan kau tidak mau ikut dengannya, "ungkap Dilara.
"Ra, aku sebagai seorang suami harus memberikan mu yang terbaik sebab aku ingin kau bahagia. Walaupun kita tidak saling mencintai dan aku harus berusaha semampu ku,"ungkap Bagas.
Bagas ini dia bisa membuat ku meleleh akan ucapannya, kalau begini terus aku bisa jatuh cinta padanya. Batin Dilara.
"Ra, apa kau setuju?"tanya Bagas sambil menatap kearah Dilara.
__ADS_1
"Ha, iya. Aku setuju."jawab Dilara sambil tersenyum manis kepada Bagas.
...
Pak Ardan sedang menunggu kedatangan putri satu-satunya di ruang tamu bersama dengan Farhan. Tak berselang lama akhirnya Ameena datang dan duduk di samping Pak Ardan.
"Ada apa, Pa?"tanya Ameena sambil menatap wajah Kakaknya dan juga wajah Papanya yang terlihat sangat serius.
"Papa mau kamu dan anak temannya Papa menikah."
Ameena lemas dan ia langsung terdiam dan memikirkan tentang Dilan, baru saja ia mulai menyukai laki-laki dan sekarang ia harus menikahi laki-laki lain.
Aku tidak bisa menolak keinginan papa, sebab dari dulu aku selalu menuruti perintahnya, tapi. Bagaimanapun juga aku tidak ingin aku harus bagaimana. Batin Ameena.
"Ameena."panggil Farhan.
"Ha?"
"Jawab ucapan, Papa sayang ..."ucap Farhan dan Ameena langsung menatap wajah Papanya.
"Ameena, tidak mengenal laki-laki itu,"ujar Ameena.
"Setelah kalian menikah, kalian akan saling mengenal dan hari Minggu nanti kalian akan bertunangan."jelas Pak Ardan.
"Baik, Ameena masuk kedalam kamar dulu."ucap Ameena dengan sangat lembut sambil bergegas pergi.
"Apa, Papa yakin Ameena akan bahagia dengan anak yang masih bau kencur itu?"tanya Farhan sambil mengingat kalau Dilan adalah anak muridnya dan juga anak muridnya Ameena.
"Papa sudah tahu, Dilan murid yang sangat baik walaupun dia sering bolos dan dia tidak pernah melakukan kejahatannya sekalipun. Dan Papa yakin dia bisa membahagiakan Ameena sebab dia adalah pewaris Alfaro."jelas Pak Ardan membuat Farhan mengerti kepuasannya.
.
.
.
...Bersambung....
...Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya....
...Like, Vote, Favorit, komen....
...Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua....
...Salam manis untuk kalian semua. ...
__ADS_1