Cinta Twins D (Dilan/Dilara)

Cinta Twins D (Dilan/Dilara)
Di pingit


__ADS_3

Pada pagi ini di kediaman keluarga Alfaro sangat ramai dan sibuk terutama Alice sebab ia mengatur semuanya acara, yang akan diadakan malam ini di rumah Kenan Alfaro.


Alice akan mengadakan Henna Night untuk Dilara pada malam ini juga dan pada waktu siang, Alice mengutus angkota salonnya untuk merawat tubuh Dilara.


Alice mengecek keadaan Dilara ia masuk kedalam kamar Dilara dan ia melihat anaknya sedang, lulur dan lain-lainya lalu ia keluar dan memeriksa Bagas sebab Bagas akan mengadakan acara yang sama dengan Dilara.


Bedanya Bagas hanaya memakai Henna di kukunya saja dengan menggunakan daun pacar asli, setelah itu ia akan mengadakan pesta melepas masa lajangnya yang diadakan oleh Kenan.


Alice membual pintu kamar Bagas dan ia melihat Bagas bersama dengan Dilan sedang duduk santai.


"Bagas ..."panggil Alice sontak membuat Dilan dan Bagas menoleh.


"Mama ..."ucap Bagas dan Dilan bersamaan.


Alice masuk dan duduk di samping Bagas dan Dilan.


"Mama harap kamu tidak mengecewakan kami besok, sebab kami akan malu kalau kalian tidak menikah karena banyak sekali tamu yang akan hadir besok,"ungkap Alice.


"Ma, jangan pernah memohon seperti itu lagi pada Bagas sebab Bagas tidak akan mengecewakan Mama ataupun papa ..."ucap Bagas sambil menatap wajah Alice.


"Terimakasih, Nak."ucap Alice yang bergegas pergi dari kamar Bagas.


Setelah kepergian Alice dari kamar Bagas mereka berdua langsung duduk saling berhadapan.


"Kau yakin akan menikahi wanita itu, maksudnya bukan seperti itu kau akan terkurung selama pernikahan mu bersama dengan wanita galak seperti adikku itu,"ucap Dilan yang di susul gelak tawanya.


"Lan, aku juga tidak mau sebab aku tidak mencintainya dan kami sepakat selama pernikahan kami berjalan kami akan berusaha, untuk membuat kami terlepas dari pernikahan kami yang terpaksa ini,"ungkap Bagas membuat Dilan terkejut.


Entahlah apa yang akan terjadi kedepannya pada mereka berdua, semoga Allah selalu memberikan mereka berdua kemudahan dalam menjalani kehidupan mereka, batin Dilan.


...


Alessandra merasa sangat sedih sehingga ia tidak mau kemana-mana dan ia sudah dua hari, didalam kamar saja bahkan Azi dan Riska selalu membujuknya untuk pergi ke rumah Kenan.


"Sayang, ayolah kita pergi ke rumah kakak mu,"ucap Riska dengan sangat lembut sambil mengelus rambut Alessandra.

__ADS_1


"Tidak mau, biarkan saja Ale tidak hadir bukankah mereka mengkhianati Ale."ucap Alessandra dengan sangat kecewa memikirkan tentang Dilara dengan Bagas.


"Sayang, kamu tidak boleh seperti itu sebab Mama sudah bertanya kepada kakakmu dan dia mengatakan kalau semuanya atas permintaan dari kak Kenan."jelas Riska membuat Alessandra terdiam.


Yang benar saja, aku akan mencari tahu semuanya hari ini sebab aku benar-benar sangat kecewa ... Batin Alessandra.


"Baiklah, kita hari ini kesana dan menginap disana ..."ucap Alessandra dengan sangat lemas.


"Terimakasih sayang,"ucap Riska yang mencium kening Alessandra dengan sangat lembut.


Riska bergegas pergi menuju kamarnya dan ia masuk lalu ia melihat Azi sedang bermain ponsel, ia langsung mendekati suaminya tersebut lalu ia mulai bergoyang-goyang seperti seekor ulat bulu.


"Ris, apa ini?"tanya Azi sambil menatap Riska yang mulai membuka semua bajunya lalu ia berganti baju dinas malam.


Riska menutup semua tiray lalu ia mematikan lampu kamar dan menghidupkan lampu tidur, lalu ia menari-nari dengan sangat lincah membuat Azi menelan ludahnya dalam-dalam.


Bagaimana dia bisa sangat pandai seperti seorang wanita malam saja, bahkan dia sangat pandai melebihi wanita malam itu, batin Azi.


"Ada apa ini, bukankah kita akan pergi menuju rumah Kenan?"ucap Azi yang menatap nona milik Riska terlihat jelas.


"Aaahhhkkk!"teriak Riska saat Azi *******-***** gunung kembar miliknya.


"Jangan memancing kucing seperti ku ini, kamu sangat pandai membuatku bergairah sangat tinggi seperti ini."ucap Azi lembut di telinga Riska.


Untung saja aku sudah mempelajari semuanya di ponselku, bahkan aku juga mencari cara agar aku bisa memuaskannya seperti seorang wanita malam. Batin Riska.


Riska membuka pakaian Azi dengan sangat lembut dan sangat agresif lalu ia mulai melahap, gagang tegak milik Azi membuat Azi merasakan kenikmatan yang tiada duanya.


"Sayang, kamu pandai sekali membuat aku seperti ini kalau seperti ini aku tidak bisa berhenti."ucap Azi sambil melahap gunung kembar milik Riska.


Riska menjalankan aksinya sampai dua jam lamanya setelah Azi pelempasan yang kesekian kalinya, kini Riska menaiki tubuh Azi lalu ia mulai menggoyangkan pinggulnya dengan sangat cepat membuat Azi sangat nikmat dan melayang-layang di udara.


Kalau saja dia seperti ini dari dulu mungkin aku tidak akan selingkuh, batin Azi.


Setelah mereka melakukan bercocok tanam selama tiga jam lamanya akhirnya mereka menyudahinya.

__ADS_1


Alessandra sangat kesal sebab ia sangat lama menunggu kedatangan kedua orang tuanya, akhirnya ia kembali kedalam kamarnya dan tidur dengan sangat nyenyak.


...


Kenan melihat gedung pernikahan yang sudah selesai dan terlihat begitu cantik dan mewah, ia duduk lalu ia tersenyum bahagia dan ia membayangkan anak-anak ada di pelaminan.


"Tuan, ini kunci apartemen milik Tuan yang baru dan ini surat-suratnya."ucap Anak buah Kenan yang memberikan kunci apartemen miliknya yang baru ia beli, untuk kado pernikahan Dilara dan Bagas.


"Terimakasih, "ucap Kenan yang menerima kunci tersebut.


Aku harap dengan mereka tinggal berdua maka mereka akan segera melakukan hal yang sama, seperti aku dan Alice dulu bahkan kami menikah karena terpaksa dan sekarang kami mencintai. Aku berharap mereka bisa segera melakukan bercocok tanam dan aku juga sudah memesankan tiket berbulan madu di Kota B setelah selesai mereka harus segera pergi. Batin Kenan.


Kenan bergegas pulang sebab ia akan mengadakan acara melepas masa lajang untuk Bagas, di rumahnya dan ia juga mengundang anak-anak remaja seumuran dengan Bagas.


Setelah ia sampai di rumah ia mencari keberadaan Alice terlebih dahulu sebab ia merasa sangat rindu. Kenan berjalan menyusuri ruangan sampai matanya melihat Alice tengah membuat minuman.


Tidak tunggu lama lagi Kenan langsung menghampiri Alice ia memeluk Alice dari belakang.


"Rindu sayang, bagaimana hari mu?"tanya Kenan dengan sangat manja.


"Baik, tapi. Lepaskan dulu pelukan ini sebab takut ada yang melihatnya sebab rumah kita sangat ramai orang."jelas Alice dan Kenan langsung melepaskan pelukannya.


.


.


.


...Bersambung....


Hay teman-teman, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian ya.


Like, Vote, Favorit, komen.


Author sangat berterimakasih atas dukungan dari kalian semua.

__ADS_1


Salam manis untuk kalian semua.😘


__ADS_2