CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Meragukan Perasaan Sendiri


__ADS_3

"Bang boleh ga aku beli blender.. ?"


Reihan menyimpan ponselnya di saku, menatap jengah pada istrinya. Ini adalah pertanyaan ke puluh-puluh kalinya. Whani slalu bertanya, boleh tidak beli piring, boleh tidak beli alat masak lain, ini itu sampai Reihan bosan mendengarnya.


"Izza awak nak beli ape ambe' je.. saye penat jawab pertanyaan yang sama je sejak satu jam yang lalu.. "


Whani memberengut,


"Emangnya salah kalau aku tanya. Di rumah tu ga da ini itu.. kalau banyak kan aku juga ga enak.. nanti kamunya yang bayar kebanyakan .. !" Segera dia berjalan meninggalkan Reihan yang ternganga.


"Apasal jadi die yang marah.. kan mustinya aku.. " Gumamnya sambil melangkah mengikuti istrinya.


"Zaa.. nak ambe' megie boleh.. ?" Reihan terlihat memilih maggi yang tersusun rapi itu.


Whani yang berada satu lorong dengannya , menengok dan berjalan mendekat. Memasukan bumbu bubuk ke troli.


"Terserah.. !"


Baru akan melangkah, tangannya sudah di cekal Reihan.


"Zaa.. abang tahu kat rumah tu tak de ape-ape. Awak boleh ambe' ape yang awak butuhkan, Abang tak kesah. . mane yang tak sempat beli, awak boleh order online je nanti.. "


Whani menoleh menatap suaminya dan langsung tersenyum menghambur memeluk Reihan sebentar.


"Makasih.. " lalu dia berlari cepat ke arah lorong lain.


Reihan tampak mematung, memegang dadanya. Jantungnya sudah berdetak kencang karna di peluk Whani.


"Makwenye ke bang.. ? lawenye. "


Seorang lelaki muda yang sedang memilih meggie ternyata memperhatikan mereka tadi.


Reihan menoleh, malu karna terlihat orang lain.


"Bini abang.. " tersenyum tipis dan melenggang mengejar Whani.


Ada rasa bangga saat ada yang memuji istrinya, ya dia bersyukur bisa menikah dengan Whani.


Berjalan kesana kesini mencari Whani, tapi nyatanya Reihan tak menemukan batang hidungnya.


"Kemane.. ??" Dia mulai panik, apa lagi Whani belum membeli Card.Bagaimana dia akan menghubunginya.


Drukk


Sebuah troli lain menabrak trolinya. Reihan langsung menoleh. Dan di sana, Wanita yang sedari tadi di carinya tersenyum manis dengan Troli yang penuh aneka macam hiasan rumah, bingkai, alat-alat lainnya .


"Ga kurang.. ?" Tanya Reihan dengan memakai logat Indonesia.

__ADS_1


"Dah cukup dah nie.. nanti yang lain order Online.. " Whani melenggabg menuju kasir.


Setelah membayar semuanya, mereka turun. Memasukan belanjaan yang memenuhi bagasi dan tempat duduk belakang.


"Nak makan ape.. ?" Tanya Reihan saat mereka melaju di dalam mobil.


"Ape-ape boleh.. " Whani sibuk membuka pesan di ponselnya. Sebelum keluar dari pasarraya, Reihan sempat mengajaknya membeli Card telpon.


Reihan tersenyum tipis mendengar istrinya mulai ikut berlogat melayu.


"Kxx atau Mvxxxxxx ? "


Whanu menoleh ke arah suaminya yang fokus menatap jalanan.


"Ga mau.. lainnya.. "


"Sini nak.. ?" Reihan menghentikan mobilnya pada sebuah restoran india.


"Emm... apa yang enak di sini.. ?" Whani tampak memperhatikan sekitar.


"Ini deket rumah kan.. "


"Dah mulai hafal yee.. kat sini ade goreng-goreng, roti prata.. nak.. ?"


"restoran melayu ga ada ya.. ?"


"Ok lah.. Nak Try.. "


Dan mereka pun turun, duduk untuk memesan. Whani meminta Reihan yang memesankan. Dan Reihan memesan mie goreng mamak juga roti canai.


"Kat Batam jan ade restoran mamak, tak pernah cube ke.. ?"


Whani menggeleng dan mulai menyesap teh tarik yang nikmat untuk menghangatkan perutnya yang sedikit tak nyaman.


Tak lama makanan datang, Reihan menunjukan cara memakannya. Whani pun mulai menikmatinya, mie goreng mamak rupanya cukup enak. Reihan menambahkan perasan limau agat bertambah wangi.


Mereka makan dengan cara Sharee.


"Cobe ni..? " Reihsn menyodorkan garfu yang berisi roti canai ke Whani dan Whani pun membuka mulutnya,


"Enak.. " Whani mengangguk-angguk menikmati itu. Hingga suapan ke berapa dia tidak sadar dan asik mengunyah.


"Udah.. abang jadi ga makan kan.. ?" Whani berinisiatif menyuapkan mie goreng ke Reihan. Dan Reihan tersenyum membuka mulutnya.


Whani begitu terkesima, untuk pertama kali setelah seminggu menikah baru ini dia melihat senyum tulus milik Reihan.


"Rei.. " Sapa seseorang.

__ADS_1


Reihan menoleh, di ikuti Whani.


"ohh.. Nizam.. " Reihan bangkit menyalami rekannya.


"Amboi.. amboi.. lame lah tak jumpe kou ni Rey.. " Nizam sempat mengangguk hormat pada Whani sambil tersenyum. Dan Whani membalas anggukannya.


"Ehh ya lah.. macam dah 2 tahun agaknye.. duduk Zam.. "


"Trimekasih lah.. aku nak tumpang tandas je.. antarkan anak aku .. "


"Ye lah duduk dulu.minum -minum ke.. .. " Reihan berusaha menarik tanhan kawannya.


"Tak lah.. aku tak nak ganggu. sape nie.. ?" Tunjuknya Nizam dengan alis terangkat.


"Ohhh... ini.. kawan aku.. " Ucap reihan sambil menatap Whani.


Whani yang baru menyuapkan mie di mulutnya langsung menelan kasar makanan itu setelah mendengar jawaban Reihan. Segera dia meneguk habis teh tariknya.


"Lawanye.. aku ingat bini ko.. Capaetlah ko kawinn. Anak aku dah nak 3 dah.. haha.. "


"Do'akan je lah Zam.. " Reihan tersenyum kaku pada Nizam.


"Aku do'akan lah nie.. dengan nie pun boleh lah Rey.. haha.. Ok lah aku pegi dulu Rey.. mari Cik.. "


Whani mengangkat wajahnya tersenyum pada Nizam. Saat Nizam pamit padanya.


.


Perjalanan pulang di isi dengan keheningan. Reihan diam sejak berjumpa dengan Rekannya tadi. Pun sebaliknya dengan Whani.


Tidak ada percakapan antara mereka sampai tiba di rumah. Whani langsung menyusun belanjaan yang Reihan usungnya dari parkiran.


"Dah lah, dah malam.. esok je kemas.. " Tegur Reihan sambil mengambil air minum.


"Ga papa.. aku mau nyobain beberapa barang.. " Whani masih sibuk menyusun barang-barang yang tadi dia beli.


"Dah lah.. esok je.. " Reihan mematikan lampu dan menyeret Whani ke kamar. Rasanya ingin sekali dia menyeret hingga ke ranjang dan segera menindih mencium bibir Whani. Sungguh Hasratnya tak terbendung ingin memakan habis Wanita itu.Saat melihat Whani sibuk berkemas tadi.


"Ehh bang.. ich.. tas aku di luar.. " Protes Whani sesampainya di kamar yang langsung membuyarkan khayalan Reihan.


"Dah ade kat meja.. " Reihan santai melenggang ke kamar mandi. Dia ingin mandi mengusir hawa panas yang tiap kali datang saat berada di dekat Whani.


Whani menatap meja rias, dan Tasny memang sudah di sana.Dia segera mengganti bajunya dan menghapus make-up di wajahnya.


"Apa yang kamu harapkan Whani .. " Desahnya pelan saat mengingat ucapan Reihan di restoran tadi.


Tak selang lama Reihan keluar dari kamar mandi dan berganti di ruang baju. 5 menit kemudian sudah kembali ke kamar utama dengan menggunakan Piyama yang di siapkan Whani. Dia segera menghempaskan tubuhnya di ranjang, tidak perduli pada Whani yang masih duduk di meja Rias.

__ADS_1


"untuk sementara saya nak yakinkan diri saye dulu izza. Iklaskah saye andai awak benar mengandung anak Aldi.. " Reihan berusaha memejamkan matanya .


__ADS_2