CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Hubungan yang Konyol


__ADS_3

Pagi kembali datang. Izza bangun terlambat karna kelelahan. Karna pesawat delay, pukul 11 malam mereka baru tiba di bandara Pekan Baru.


Setengah malas dia bangun untuk bersiap ke toko. Pukul 7,20 dia langsung berjalan menuju toko bunganya. Cuaca hari ini cukup cerah, ramai orang berjalan menuju tujuannya masing-masing.


"Nuri.. !" Sapanya pada pekerjanya yang duduk di teras toko.


"Mbak Za udah pulang.. ?"


"Udah semalem, kamu kenapa ga masuk.. ?"


"Kuncinya di bawa Juan mbak.. Katanya dia lagi OTW.. " Jawab Nuri.


Izza segera membuka dengan kunci miliknya, keduanya langsung masuk dan bersiap.


"Nuri... bagaimana semalam.. ?" Tanya Izza penasaran.


Nuri diam, wajahnya langsung suram. Izza menariknya untuk duduk.


"Ceritakanlah... " Izza mengusap kedua tangan Nuri.


Nuri perlahan mulai menceritakan semuanya. Semua tanpa terkecuali atau di lebihkan.


"What. . ? Kevin.. kalian sudah menikah.. ??" teriak Izza terkejut.


Juan yang baru masuk toko sampai terjingkat menjatuhkan helm miliknya.


"Mbak Za... ngagetin aja.. "

__ADS_1


"Haha.. maaf Juan.. " Izza kembali memandang lekat Nuri.


"Apa dia sudah menghubungimu.. ?"


Nuri menggeleng pelan. Yang langsung membuat Izza mendesah pelan.


"Apa yang kamu tau tentang Kevin.. ? kenapa kamu tidak menolaknya saat dia mengajak nikah saat itu juga Nuri.. ?"


Nuri kembali menggeleng pelan, Juan yang sudah kembali ikut duduk menyimak.


"Kamu menyukainya bukan.. ?" Izza kembali menggenggam tangan Nuri.


Nuri diam, tatapannya justru kosong dengan desahan nafas yang tertahan.


"Apa dia main-main mbak dengan pernikahan ini..? " .


"Mbak yakin dia punya alasan tersendiri Nuri, kamu sabar dulu.Kevin itu lelaki yang baik.. " Hibur Izza dan Nuri akhirnya mengangguk.


"Ayo kita buka toko sekarang.. dari pada galau mikirin orang baru nikah, ga MP malah di tinggal pergi haha.... " Goda Juan yang langsung mendapat geplakan dari Nuri.


Izza ikut tertawa kecil dan pintu terbuka, Arlan masuk menenteng kotak makanan.


"Sayang.. ayo sarapan.. !!"


"Cieeeee... sayang....!! " Seru juan dan Nuri bersamaan.


Izza menatap sebal ke arah Arlan yang mendekat pura-pura tidak mengindahkan godaan pegawai toko Izza.

__ADS_1


"Maaf ya, hari ini saya cuma bawa 2 paket sarapannya.. "


"Ga papa Dokter.. silahkan.. kami ke depan dulu.. " Nuri dan Juan saling sikut dan beranjak ke depan meninggalkan Arlan dan Izza.


"Kamu apa-apaan sih Ar, bikin malu aja.. " Gerutu Izza.


"Bodo amat.. dari pada aku manggil sayang ke orang lain, emang kamu mau.. ?"


"Silahkan.. memangnya aku pernah nglarang.. " Cuek Izza.


"Ga sih.. aku yang ngalarang kamu manggil sayang sama orang lain selain aku.. "


"Posesif deh kamu.. " Izza membuka kotak berisi nasi goreng berbau lezat.


"Semua karna Cinta.. " Jawab Arlan enteng yang langsung membuat Izza yang baru menyuap makannya jadi tersedak.


uhuk.. uhukk ..


Arlan segera berdiri mencari gelas dan berlari ke dispenser mengisinya .


"Minum dulu.. "


Izza menerimanya dan meneguknya hingga separuh.


"Gitu aja kaget Za.. emang cuma kamu yang punya cinta untuk Reihan.. ?"


"Udah akh.. jangan mbahas kayak gitu.. " Elak Izza untuk mengahiri obrolan tentang itu.

__ADS_1


"Za... tapi aku punya Cinta untuk kamu.. " Ungkap Arlan tidak perduli dengan larangan Izza.


__ADS_2