
Makan malam kali ini terlihat meriah karna kehadira Dina dan Dini yang baru pulang kemah. Whani memilih tidak ikut makan dengan alasan sakit kepala.
"Kakak.. buka lah pintu ni, mama bawa makan untuk akak.. " bujuk mama ke 3 kalinya mengetuk pintu kamar Whani.
Tidak ada jawaban dari Whani membuat mamanya turun, menghampiri suaminya.
"Pa.. akak tak nak buka pintu .. " Mama tampak khawatir.
"Biarkan dia istirahat.. nanti jika lapar dia akan turun dengan sendirinya.. " jawab papa.
Mereka asik bercengkrama saling bercerita. Menggoda Dina dan Dini sampai pukul 10 malam. Acik Leha pamit istirahat, setelah Dina Dini masuk ke kamar lebih dulu .
.
Pukul 12 malam, Whani membuka pintu kamarnya setelah memastikan semua lampu semua kamar padam dan turun menuju dapur. Dia membuka lampu ruang makan untuk bisa berjalan terang.
Reihan yang belum tidur melihat terang lampu dari bawah pintu kamarnya, segera dia bangun dan keluar kamar memeriksa.
Di dapur.
Whani membuka kulkas mengambil es untuk mengompres pipinya yang merah. Setelah mendapat apa yang dia cari, dia duduk di meja dapur mulai mengompres.
Karna lapar dia juga membuka tudung saji di dekat kompor.Mamanya menyimpan lauk di sana untuknya. Segera dia mengambil nasi dan makan sambil mengompres pipinya.
Tiba-tiba seseorang memegang kompres Whani. Dia terkejut dan segera menoleh.
"Bang Reihan.. " lirihnya.
"Makan lah.. " Reihan mengambil alih kompresan dan terus mengonpres pipi merah Whani .
Sedangkan Whani melanjutkan makannya dengan ritme jantung yang maraton.
Sampai makanan habis dan Es mencair, Reihan masih di situ menemani Whani. Mereka tidak sadar sepasang mata tengah memperhatikan mereka.
.
Paginya, Whani mematut diri di depan cermin. Wajah merahnya sudah sedikit samar karna di tutupi make-up. Segera dia turun untuk sarapan.
"Pagi Pa.. " Sapanya lalu membuatkan papanya kopi seperti biasanya.
"Pagi.. " Jawab Papa dengan tetap membaca koran pagi.
"Akak semalam makan kan..? " Tanya mama saat melihat Whani membuat kopi.
"Iya ma.. " Whani meletakan kopi di meja. Dan mulai duduk untuk sarapan. Pagi ini mama membuat sarapan nasi goreng yang terlihat lezat.
__ADS_1
Baru saja dia akan menyendok, suara seseorang membuatnya menoleh .
"Pagi.. Om.. Tante.. " Sapa Reihan.
"Pagi Rei.. " Papa meletakan korannya dan menyeruput kopinya.
Whani menoleh sekejab dan meneruskan niatnya mengambil nasi goreng.
"Kak.. bang Reihan tolong buatkan minum dulu.. " Seru mama dari dapur.
Whani mengurungksn niatnya menyendok nasi goreng, dan bangkit menuju dapur. Selesai membuat kopi untuk Reihan rupanya Acik Leha, suaminya dan Amir datang bergabung untuk sarapan. Tak lupa Dina dan Dini.
Terpaksa Whani membuat minum lagi. Dan alangkah malang nasibnya, ternyata nasi goreng buatan mamanya sudah habis. Karna Amir menambah porsi makannya.
Whani menatap nelangsa pada piring di depannya.Segera dia minum kopi kepunyaanya yang hampir dingin. Sebetulnya ada juga roti tawar di atas meja. Tapi dia sudah malas .
"Ma, pa.. aku berangkat dulu.. " Di raihnya tas tangannya. Salim pada mama papa lalu ke Acik dan suaminya,
"Saya pergi kerja dulu cik.. " Pamitnya .
"Hati-hati sayang.. " Ucap Acik Leha.
Dina dan Dini pun segera ikut pamit, takut di tinggal kakaknya .
"Cepat lah Dini... !!" Teriak Dina saat melihat adiknya yang sudah salim justru kembali meminum milo nya .
Semua orang di meja makan nampak tertawa melihat tingkah Dina Dan Dini.
"Yaa.. begitulah anak saya kak.. hari-hari gaduh je.. triak-triak.. " Ujar papa.
"Tak apa lah.. kan tampak ramai. tak macam rumah akak yang sepi je hari-hari. Reihan dah kerja di syarikat kat johor sedang Amir sibuk ngan U'nya.. " Cik Leha membuang nafas kasarnya.
"Sudah masanya Reihan bagi cucu kat akak.. haha.. " Kelakar papa Fahat.
Reihan langsung tersedak kopinya mendengar candaan Omnya.
"Macam mana lah Fahat.. Reihan ni macam tak minat ngan perempuan, tak pernah dengo' dia ada girlfriend. Bukan tak da kan awek lawa kat johor tu.. " Bang aziz suami cik Leha ikut bersuara.
"Dia ni tak macam Amir yang banyak kawan perempuan.. " Tambah Cik Leha.
"Kenapa bisa begitu.. ??" Papa Fahat memandang Reihan.
"Saya belum terjumpa yang pas saja Om.. " Ucap Reihan.
"Kamu mau om carikan orang batam..?? " Tawar papa. Dan Reihan hanya tersenyum menunduk.
__ADS_1
"Cari kan lah tak apa.. aku dah teringin sangat punya cucu.. " Cik Leha tertawa di ikuti yang lain.
.
Di Ruko
Whani menatap jengah lelaki yang duduk di depan meja kerjanya.Membawa bunga dan coklat.
"Ngapain kesini..?? " Whani meletakan tasnya dan duduk di kursinya.
Lelaki itu bangkit dan bersujut di lantai di samping Whani.
"Sayang.. aku minta maaf.. " Ucap Kevin.
"Udah lah.. aku udah maafin kamu. " Acuh Whani menjawab sambil membuka laptopnya.
"Aku beneran ga da hubungan sama Elyana.. "
"Itu urusan kalian.. " Whani melirik Kevin sebentar.
Kevin bangkit meletakan bunga dan coklat di atas meja.
"Apa kita bisa bersama kembali.. ?" Wajah Kevin sungguh terlihat Sendu. Tapi Whani mengeraskan hatinya. Sudah saatnya dia mengahiri kegilaanya.
"Maaf Vin.. aku ga bisa.. Pergilah, ini sudah jam 8. Kamu akan dapat masalah nanti di kantor karna lambat .. " Ucap Whani sambil menatap manik mata Kevin.
Kevin mengangguk, lalu mencium pipi Whani .
"Aku slalu ada buat kamu kapan pun kamu pengen kembali.. " Ucap Kevin sebelum keluar dari ruang kerja Whani.
Dan bersamaan itu rupanya ada Reihan di depan pintu kaca itu. Dia melihat lelaki itu mencium pipi Whani. Bunga dan coklat di atss meja.
Kevin keluar dari ruangan itu, menatap Reihan sebentar. Dan melenggang pergi.
Whani belum menyadari keberadaan Reihan di situ dan fokus ke laptopnya.
"Kak.. ini tolong bagi kan kat Whani yee.. " Reihan memberi bungkusan itu ke rekan kerja Whani.
"Loh.. kan dia di dalam, masuk aja bang. . " Ucap Diana.
"Tak payah lah.. saya takut mengganggu.. Permisi.., "
Reihan menghampiri Amir yang sedang menggoda gadis mini market sebelah, dan mengajaknya pergi. Tadi Reihan minta di temani Amir ke tempat kerja Whani.
Setelah meminta Alamat pada tante Humairah. Karna Reihan tau gadis itu tadi belum sarapan. Dia membelikan bubur Ayam di restoran cepat saji. Tapi ternyata usahanya sia-sia saat melihat pemandangan di depan matanya tadi.
__ADS_1
"Kita nak kemana bang.. ??" Tanya Amir saat mereka sudah di dalam Taxi.
"Kita pergi lah mana-mana tempat.. bosan kat rumah je.. " Jawab Reihan dengan masam muka.