
*Andaikan waktu bisa ku putar kembali
Ku ingin dirimu tetap ada disini
Melewati kisah cinta yang kita jalani
Ku tak mampu bila dirimu pergi
Terdiam ku tenggelam meniti sepi malam
Ku sendiri menanggung semua beban kau berikan
Mengalir air mata membasahi pipi..
Ku tepiskan semua dengan iklas hati*..
Lagu itu mengalun di dalam Ferry di perjalan pulang Izza kembali ke Batam. Semua begitu menyesakkan dadanya. Sekuat hati dia menahan air matanya keluar, semua demi mamanya.
Deburan ombak seolah membawa bayang Reihan datang di riak air yang timbul itu.Dia hanya menangis dalam hati. Rasanya memang sesak, sungguh sesak.
Bang.. aku memang belum mengiklaskanmu..
.
Setibanya di batam, rupanya Si kembar dan Fahat menjemput mereka di pelabuhan. Izza berusaha menepis sesak di dadanya dengan larut bersama keceriaan keluarganya.
__ADS_1
.
Sebulan berlalu, setelah banyak pertimbangan. Izza meminta ijin untuk di perbolehkan memulai usaha di Pekan Baru.
Fahat dan Humairah tampak berat hati melepas putrinya. Tapi Izza bersikeras ingin mandiri.
"Aku akan pulang setiap bulannya ma-pa.. " Ucapnya meyakinkan.
Fahat kembali memandang istrinya. Dan Humairah mengangguk.
"Baiklah... tapi kamu harus hati-hati.. kabari kami selalu.. "
Izza tampak berbinar mendengar izin yang di berikan papanya.
2 minggu kemudian, Izza sudah mulai membuka usahanya di pekan baru. Dia memilih membuka usaha toko bunga di sana. Dan lokasinya memang pas. Karna di situ masih jarang ada orang membuka usaha toko bunga.
Waktu berlalu begitu cepat, toko itu mulai ramai pengunjung. Izza yang mulai kualahan memilih mengambil pekerja 2 orang.1 laki-laki dan 1 perempuan.
Setiap bulan dia menyempatkan diri pulang ke Batam. Dan 2 bulan sekali mengunjungi makam Reihan .
Malam ini Izza memilih menutup tokonya awal, pekerjanya sudah pulang .
Dia mengeluarkan kue redvelvet dan meletakkan lilin di atasnya. Menyalakan lilin itu. Suasana begitu sunyi, meski suara lalu lalang kendaraan di luar begitu memekakkan telinga.
"Selamat ulang tahun ke 34 tahun bang.. Aku masih membeli kue kesukaan mu hari ini.. " Lirihnya.
__ADS_1
"Setahun ini aku berusaha mengiklaskanmu bang.. tapi ternyata sangat sulit, aku tetap masih berharap abang kembali hadir di hidupku seperti dulu.. "
"Aku memang egois bang.. Karna aku tidak mau melepasmu pergi.. "
Dia menelungkupkan tangannya di meja,menangis sendiri.
Ya... itulah salah satu tujuannya pergi dari keluarganya. Agar tidak membebani orang tuanya. Dan dia bisa mengenang Reihan dengan semaunya.
Pagi datang di kota Pekan Baru, Izza kembali bersemangat pagi ini. Ini adalah hari kamis, dan besok hari libur tokonya. Pekerjanya juga tampak bersemangat hari ini.
"Selamat datang kakak... ada yang bisa kami bantu.. ?" Sapa Nuri pada seorang pelanggan.
"Mbak.. saya mau beli buket mawar merah "
"ohh.. mari ikut saya kakak.. "
lelaki itu mengikuti Nuri menuju jalur khusus mawar. Nuri menunjukan beberapa contoh buket bunga.
"Saya ambil ini saja mbak.. "
"Baik kakak..apa ada pesan khusus yang ingin di sampaikan ke penerima.. ?" Tanya Nuri.
Mata si pembeli sudah tidak fokus lagi pada apa yang di sampaikan pegawai toko, kini dia justru sibuk melihat seseorang di ujung toko yang sedang menata bunga. Dia berjalan mendekati wanita itu yang sedang sibuk, hingga tak menyadari kehadirannya di situ. Lama dia memandangi wanita itu.
"Izza.... "
__ADS_1