CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Lelaki Baik Bergelar Mantan


__ADS_3

Izza baru keluar dari pelabuhan Batam Centre. Mengedarkan pandangan mencari mobil Diana. Tapi tak terlihat mobil itu. Dia segera mencari ponselnya untuk menghubungi Diana.


"Kok ga aktiff ... apa dia lupa.. " Dia kembali menyimpan ponselnya lalu berjalan keluar. Dia memilih menaiki Busway Trans Batam.


Baru dia akan menyebrang, sebuah mobil berhenti di depannya. Izza mengernyit dan kaca mobil terbuka.


"Whani... !!" Panggil seseorang dari dalam.


"Kevin.. " Izza tampak memperhatikan mobil yang di kendarai Kevin yang sudah berbeda .


Lelaki itu turun dan memutari mobilnya untuk menghampiri Izza.


"Kamu ngapain disini.. ?"


"Ehh.. aku mau pulang.. itu Buswaynya udah dateng.. aku duluan Vin.. " Izza baru akan melangkah tapi kevin menahan tangannya. Izza langsung menatap Kevin .


"Ehhh sorry-sorry... " Cepat-cepat dia melepas cekalan tangannya.


"Aku anterin aja yuk.. " Tawarnya.


"Enggak Vin.. makasih... aku.."


"Ayo lah Ni.. udah lama kita g pernah ketemu. Kita makan dulu.. kamu ga kangen sama temen kamu ini.. "


Izza tampak berfikir sebentar dan akhirnya mengiyakan. Kevin tampak berbinar segera membukakan pintu mobilnya untuk Izza.


Baru beberapa menit mobil berjalan, ponsel Izza berdering. Cepat-cepat dia mengangkatnya.


"Hallo Assalamualaikum... " Sapa Izza.


Kevin tampak menoleh, dia heran melihat perubahan Izza yang tampak lebih santun. Mengucap salam, dan berkrudung.


"Ya Na... aku nyariin kamu g ada.. hp kamu juga g aktif.. "


"Ok.. aku lagi.. bentar-bentar.. " Izza menjauhkan ponsel dari telingannya dan menoleh ke arah Kevin.


"Kita mau makan di mana Vin. .?"


"Restoran xxxxxxxx " Ucap Kevin.


"Ohh ok... Na.. kita ketemuan di restoran xxxxxxxx ya.. "


"Ok.. waalaikum salam.. "


Izza mengahiri panggilan dan mengecek ponselnya. Banyak pesan dan panggilan masuk dari nomer tak di kenal. Sambungan internetnya baru saja berjalan.


"Siapa.. ?" Tanya Kevin.


"Diana.. dia kemarin bilang mau njemput aku, tarnyata kelupaan.. "


Kevin tampak mengangguk pelan. Tak lama mobil berbelok ke sebuah restoran. Dan mereka segera turun untuk masuk.


"Mau pesan apa Ni.. ?" Kevin masih memanggilnya dengan panggilannya dulu.


"Aku makan sup jamur aja Vin.. "

__ADS_1


"Ok.. mbak.. 2 sup jamur, ayam saos xo.. sama ini ya.. " Pinta Kevin pada pelayan Restoran.


"Baik bang.. minumnya apa.. ?" Tanya pelayan itu.


"Saya jus jeruk saja.. Ni mau minum apa.. ? " Tanyanya pada Izza yang masih sibuk membaca puluhan pesan yang masuk.


"Aku.. aku minum jeruk hangat aja.. "


Mendengar jawaban Izza pelayan langsung sigap mencatatnya lalu permisi dan Kevin mengangguk.


"Whani.. " Panggil Kevin pelan.


"Iya.. " Izza langsung meletakkan ponselnya.


"Aku turut berduka cita ya.. atas meningglnya suami kamu. Aku waktu itu masih di bangka.. jadi g bisa dateng langsung bertakziah.. " Ucap Kevin.


"Ga papa Vin.. aku paham dan makasih.. " Izza tersenyum lemah.


"Selama ini kamu di mana Ni.. ? Kita ga pernah ketemu sejak kamu menikah. Aku tadi sempet ragu saat nglihat kamu di tepi jalan tadi..


Tampilan kamu berbeda sekarang.. "


"Aku di Pekan Baru setahunan ini Vin.. " Jawab Izza.


"Terus tadi kamu dari mana di Batam Centre.. ?" Bersamaan iti pelayan datang menghantar minuman mereka.


"Makasih... " ucap Izza pada pelayan itu.


"Sama-sama kak.. " Pelayan itu pun undur diri.


Kevin mengangguk pelan.


"Kamu masih sendiri Ni.. ?" Tanyanya tanpa basa basi.


Izza tersenyum getir, menyesap minumannya sedikit.


"Aku masih bersama Bang Reihan.. ga sendiri.. " Ucapnya di iringi senyuman.


Kevin nyengir saja,


"Udah 3 tahunan loh.. kirain kamu udah nikah lagi.. " Seloroh Kevin .


"Ga semudah itu.. Kalo kita udah nikah, perasaan dan hati kita udah saling terikat kuat.. "


"Oh ya.. tapi kok banyak orang yang menikah memilih bercerai .. ?" Kevin tampak memperhatikan Izza lekat.


"Orang berbeda-beda lah.. ga sama..


Oh iya.. kamu sendiri udah nikah.. ??" Tanya Izza kemudian.


Kevin hanya tersenyum, Izza memandang bingung. Dan pelayan datang menghantar makanan mereka.


Mereka pun mulai menikmati makan siang itu bersama.


"Aku udah menikah juga. . tapi udah break.. " Jawab Kevin lemah.

__ADS_1


Izza melotot, meletakkan sendoknya.


"Serius kamu udah nikah.. kok ga ngabari.. ??"


"Aku nikah 2 tahun yang lalu. . dan 7 bulanan ini lah.. aku cerai. . aku ga ngabari, karna aku nikahnya di bangka .. " terang Kevin sambil menikmati makanannya.


Izza masih tampak terkejut, lelaki baik di hadapannya ini sudah menduda.


"Kamu bercanda.. ??"


Kevin mengangkat wajahnya menatap Izza lekat.


"Aku serius.. "


Izza masih tak percaya pada apa yang di dengar. Baru dia akan bertanya lebih lanjut. Tiba-tiba Diana datang.


"Zaa... sorry- sorry... gue lupa... !!" Sambil cipika cipiki di pipi Izza.


"Iya ga papa.. ayok duduk.. " Izza menarik tangan Diana.


Diana langsung menoleh ke samping.


"Loh.. ada Bang Kevin.. " Sapanya dan Kevin hanya tersenyum mengangguk .


"Iya tadi aku mau naik busway. taoi ketemu Kwvin di jalan.. " Terang Izza.


Diana mengangguk dan duduk di sebelah Izza. Sekilas dia melirik ke arah Kevin yang tampak asik makan.


"Mau makan apa Na.. ?" Tanya Izza.


"Ehh.. aku udah makan tadi.. aku minum aja.. " Ucap Diana gelagapan.


Izza tampak mengerutkan kening heran.


Kevin langsung mengangkat wajahnya menatap 2 wanita di hadapannya.


"Biar aku panggilkan.. kamu yakin g mau makan.. ??" Tanyanya pada Diana.


"Aku udah makan bang.. aku minum aja.. " Ucap Diana sedikit gugup.


"Mau minum apa.. ?" Kevin masih memperhatikan Diana yang juga sydah berubah penampilannya seperti Izza.


"Aku lagi pengen ngopi.. " Ucapnya pelan.


Kevin tersenyum sekilas dan melambai ke pelayan memwsankan Kopi untuk Diana.


Dan ketiganya langsung larut dalam obrolan bersama di selingi candaan dan tawa mereka. Ponsel Izza kembali bergetar, panggilan dari nomer yang banyak menghubunginya kemarin-kemarin.


"Hallo.. Assalamualaikum.. " Sapanya.


"Waalaikum salam.. ini Izza..? "


Suara lelaki di sebrang.


"Iya.. ini siapa.. ?"

__ADS_1


"Aku Arlan.. "


__ADS_2