
Hari hari mereka lalui dengan kembali pada keadaan semula. Reihan mulai sibuk dengan kerjanya. Pulang selepas isya' dalam waktu 2 minggu ini. Dan Whani, menyibukkan diri dengan kegiatan dapur membuang rasa bosannya di rumah dengan belajar kreasi dapur.
Ceklek.
Pintu terbuka saat Whani sedang menonton TV Drama Koreanya.
"Assalamualaikum.. " Reihan mencopot sepatunya dan merenggangkan dasinya.
"Waalaikum salam.. sudah makan bang.. ?" Whani berdiri menatap suaminya itu. Reihan hanya mengangguk dan masuk ke kamar.
Mendengar pintu kamar mandi tertutup, Whani segera ikut masuk ke kamar. Menyiapkan ganti Reihan dan mengambil kemeja kotornya. Menghangernya di gantungan sebelah dinding. Setelah selesai dia kembali ke depan TV membawa gulingnya.
Malam ini Whani memakai kaos warna pink dan hot pant warna hitam. Dia sekarang begitu cuek di depan Reihan. Baju sedikit terbuka pun kadang dia pakai saat di dalam rumah.Reihan pun hanya diam. Tidak berkomentar apa-apa . Tanpa Whani ketahui yang sebenarnya Reihan merasa panas dingin melihatnya.
Reihan keluar menenteng laptopnya. Duduk di meja makan yang menghadap TV dan menyalakan laptop itu. Sedang Whani duduk di sofa. Posisi meja makan memang sedikit lebih tinggi di banding sofa.
Saat iklan, Whani berjalan menuju dapur. Mengikat rambutnya tinggi-tinggi. Dan itu cukup membuat Reihan memerah menahan hasrat saat mencuri curi pandang.
Whani kembali dengan membawa piring berisi potongan aneka buah dan segelas lemon hangat yang di campur madu, meletakkan di meja dekat Reihan duduk. Itu yang slalu Whani lakukan. Dia mengganti cemilan Reihan dengan buah.
Setelahnya dia kembali masuk membawa miliknya di depan TV. Sebenarnya Reihan tidak benar-benar sibuk bekerja. Dia hanya duduk memperhatikan Istrinya itu yang kadang tertawa saat drama lucu tayang, kadang menggigit jarinya saat adegan ekstrim juga menutupi wajah dengan tangan atau bantal saat adegan dramanya sedang beromantis.
Reihan menikmati pemandangan itu akhir-akhir ini. Tidak ada percakapan antara mereka sampai 2 jam kedepannya dan Whani menguap membereskan piringnya dan masuk kamar bersiap untuk tidur.
Reihan masuk tak lama kemudian setelah Whani masuk kamar. Tiap malam Masih memeluk Whani erat dan menenangkan Whani saat istrinya kembali mengigau bermimpi buruk. Dia juga tak segan mengecup bibir istrinya walau hanya berani saat Whani tidur.
Dia sudah mencarikan dokter untuk Whani. Berharap minggu ini dia bisa mengambil cutinya dan menghantarkan Whani konsultasi .
.
"Bang.. nanti aku izin keluar ya.. " Ucap Whani saat mereka sarapan.
Whani membuat sandwich berisi tuna dan aneka sayuran. Juga kopi untuk Reihan.
"Pegi mane.. ?" Reihan mengusap bibirnya dengan tisu. Dia sudah selesai sarapan.
Whani pun menghentikan makannya dan berdiri mengikuti suaminya yang terlihat sudah menenteng tasnya .
"Pasar raya mungkin. atau ke Mall gitu.. boleh gak.. ?"
Reihan mengangguk yang maknanya mengizinkan. Whani tersenyum meraih tangan Reihan untuk salim. Reihan mengusap rambutnya dan mengucap salam untuk berangkat kerja.
.
__ADS_1
Dengan menaiki taxi online. Whani menuju sebuah mall yang katanya di Media sosial sedang diskoun. Dia ingin membeli beberapa barang untuk oleh-oleh si kembar. Seminggu lagi dia akan kembali ke Batam.
Menggunakan Dress brukat panjang warna hitam, rambut pirangnya dia biarkan tergerai indah. Tak lupa kaca mata hitamnya. Dia mulai masuk ke beberapa toko di situ. Dia membeli dengan kartu internasional miliknya yang kadang dia pakai saat belanja di singapore bersama teman-temannya.
Reihan memberi uang cash dan Whani hanya membawanya di dompet. Memakai untuk belanja makanan dapur dan keperluan rumah.
"Ok.. oleh-oleh si kembar udah, mama udah, papa apa ya.. ?" Dia masuk ke dalam toko tas merk xxxx
Dia memegang tas kerja warna hitam dan coklat. cukup unik dan lumayan mahal. Lama menimbang akhirnya dia memutuskan membeli yang warna hitam.
Whani masih asik jalan-jalan. Dia juga membeli beberapa hiasan rumah. Berencana untuk memasangnya nanti sesampainya .
Pukul 4 petang, dia baru pulang. Dia benar-benar memanfaatkan MeTime nya. Sesampai di rumah dia langsung memajang bunga yang dia beli di meja, dan meja pojok di dekat telpon rumah. Beberapa pernak pernik dia atur di atas meja TV .
Setelah siap, dia mulai memasak. Tadi dia sempat membeli sayuran dan ikan. Dia berencana membuat sayur kangkung, ikan goreng dan sambal trasi. Saat dia tengah mencuci dan mengemas dapur, pintu rumah terbuka. Reihan pulang.
"Assalamualaikum.. "
"Waalaikum salam.. " Whani mengelap tangannya. Melepas apronnya.
Reihan terlihat duduk bersandar di sofa. Whani melirik jam yang menunjukan pukul 6 lebih.
kembali dia masuk ke dapur mengambilkan air putih untuk Reihan.
"Belum.. "
"Mau makan bareng.. aku masak ikan sama sayur.. " Whani menuju dapur mulai menyiapkan. Dan Reihan mencuci tangannya lalu duduk di meja makan.
Reihan memandang makanan di depannya, sederhana sekali. Whani cekatan mengambilkan nasi untuk Reihan. Setelah membaca do'a Reihan mulai menyuap makanan. Rasanya lumayan seperti masakan rumahan pada umumnya.
Mereka makan dengan keheningan masing-masing. Tidak ada percakapan apa-apa. Sampai Whani mengahiri makannya juga Reihan. Ada rasa bahagia di hati Whani saat melihat masakannya habis.
Reihan masih duduk di kursi,mengangkat telponnya yang berdering.
"Yeee.. ape hal.. "
"ohh.. ok saye kat rumah.. "
"Za nanti ade kawan saye antar berkas .. awak suruh dia tunggu ye. saye nak mandi.. "
"Ok .. " Reihan menuju kamar, sedang Whani mengemas meja dan menyiapkan baju ganti untuk Reihan. Tak lama bel rumah berbunyi, segera dia membukanya.
Seorang wanita cantik, berkerudung tengah menatapnya dari atas sampai bawah. Whani ikut melihat dirinya , tidak ada yang salah dengan pakaiannya. Rok selutut dengan atasan kaos berbentuk V.
__ADS_1
"Reihannye ade.. ?" Tanya wanita itu.
"Ade.. sile masuk.. " Whani membuka lebar pintu rumah. Wanita itu mulai masuk. Menatap sekeliling yang tampak rapi dan berbeda dengan saat terakhir dia kesini.
"Silahkan duduk, Bang Reihan sedang mandi. Nak minum ape.. ? "
"Ape je . " Wanita itu duduk dengan anggunnya dan Whani langsung masuk ke dapur tak lama kembali membawa lemon dingin di gelas.
"Silahkan di minum.. "
"ehh iye.. air ape nih.. ?" Wanita itu tampak meperhatikan gelas dengan seksama.
"itu air lemon dan madu yang di dinginkan.. "
"ohh.. terima kasih.. mmm.. awakni sape.. ?"
Bertepatan itu Reihan yang sudah mandi menghampiri mereka. Wanita itu langsung berdiri dari duduk tersenyum menyapa Reihan.
"Bang Rey.. " Suaranya di buat selembut mungkin.
"Dah lame ke Farah.. ??" Reihan mempersilahkan farah untuk duduk kembali.
Whani segera ke dapur mengambil minum untuk Reihan. Saat kembali wanita itu ternyata sudah berpindah posisi duduk di dekat Reihan sambil menjelaskan sebuah berkas . Reihan sempat memandang wajah Whani saat istrinya itu meletakkan air minum di meja .
Whani memilih masuk ke kamar dan menutup pintunya. Sedang di depan , Reihan menarik diri agar sedikit berjarak dengan Farah.
"Ok ke tak bang.. ?" Tanya Farah kemudian.
Reihan mengangguk menutup berkas itu. " Nanti saye perikse sekali lagi.. Sile minum dulu.. "
Reihan mulai meminum air yang di sajikan Whani di ikuti oleh Farah.
"Abang bukannya tak suke lemon..? hari tu cakap ade Gastrik.. "
"Izza tambahkan garam sikit dan madu.. jadi oke je, tak de sakit lagi.. " Reihan meletakkan gelas di meja.
"Dia siape.. ?" Farah tampak penasaran.
"Dia.. Istriku.. "
Farah Ternganga tak percaya.
"Janganlah tipu ... " tertawa menutup mulutnya merada tidak percaya.
__ADS_1
"Dia Izza.. Istriku ... kami menikah kat Indonesia.. " Terang Reihan.