CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Mulai part ini autor ganti nama panggilan pemeran nya ya.


Kakak Whani nya kan mintaknya di panggil Izza.


Suasana bandara Hang Nadim Batam sore ini sangat ramai. Izza dan si kembar sedang menjemput nenek dari jawa.


"Dini, Dina.. kakak ke toilet dulu.. "


"Iya kak.. "


Izza langsung berjalan mencari arah toilet. Setelah menemukannya segera masuk.


5 menit kemudian dia keluar toilet berjalan ke arah adiknya.


Bruk.


Izza terpental kebelakang 2 langkah karna menabrak seseorang. Mata mereka saling menatap lekat.


"Maaf mbak.. " Laki-laki itu mendekat tapi Izza mundur.


"Permisi.. " Izza berbelok sedikit dan kembali berjalan.


Lelaki itu hanya diam melihat kepergian Izza lalu dia memilih kembali berjalan ke arah pintu keluar.


"Nenek... !!" Seru si kembar.


Seorang wanita berumur tersenyum menghampiri mereka.


"Nenekk... !!" Keduanya berlari memeluk neneknya.


"Ahhhh... cucu nenek. sudah makin besar dan cantik.. "


"Tentu donk.. apa lagi Dini.. " Dini memegang dagunya eksis.


"Apaan.. muka pas-pasan gitu eksisnya kebangetan.. " Dina tersenyum miring.


"ihhh.. kak Dina.. jahat.. !!" Dini memberengut kesal.


"Sudah-sudah.. mana kakak kalian.. ?" Nenek mengalihkan perhatiannya.


"Assalamualaikum nenek.. " Whani mendekat dan salim.


"Ya Allah.. ini Whani.. ayu banget pake jilbab... " Nenek merangkul cucunya sambil terisak.


"Nekk... " Izza mengurai pelukannya.


"Kok nangis... ?"


"ehh enggak.. nenek hanya kangen kalian.. " Sebenarnya nenek prihatin melihat nasib cucunya yang menjanda di usia muda .


"Yaudah.. kita pulang sekarang.. " Dini menggandeng nenek sedang Dina dan Izza membantu membawa tas nenek.


"Nek... gimana kabar keluarga di semarang.. ?" Tanya Izza sambil menyetir mobilnya.


"Alhamdulillah.. semua sehat. Rizal bulan depan nikahan.. kalian harus datang. ." Terang nenek .


"Kami ga bisa ikut kalau ga pas cuti sekolah.. " Seru Dini yang di angguki Dina.


"Nanti aku aja yang datang Nek.. " Mendengar jawaban Izza, nenek langsung tersenyum lebar.

__ADS_1


Tak lama mereka sudah sampai di rumah. Fahat dan Humairah menyambut kedatangan orang tuanya dengan penuh kebahagiaan.


Semua larut dengan obrolan, saling menanyakan kabar. Izza yang ingin sholat Ashar memilih undur ke kamar.


Dia mandi dan langsung sholat. Selesai Sholat dia selalu menangis tiap mengirim do'a untuk Almarhum suaminya.


"Abang... Izza kangen.. " Hanya itu yang slalu dia ucapkan setiap memandang foto Reihan .


.


Batu Aji


Vita menatap sebal kedatangan adiknya, karna setiap datang ke batam selalu menyusahkannya .


"Mbak Vita.. Assalamualaikum.. !!" Seru Arlan dan langsung salim pada Vita


"Waalaikum salam.. " Vita membuka pintu rumahnya lebar. Mempersilahkan adiknya masuk.


Arlan segera masuk dan duduk.


"Mau minum apa Ar.. ?"


"Mm... jus enak mungkin. . " Vita mulai melangkah ke dapur.


"Mbak.. kopi aja mbak.. ehh teh mbak.. kembung nih.. !" Seru Arlan.


Vita mendengus kesal. Baru saja beberapa menit dia sudah di buat kesal oleh kebawelan adiknya.


"Hwaaa... mama... !!" Balita 3 tahun menangis keluar dari kamar.


"Ehh... ponakan paman udah bangun.. " Arlan mendekat mau menggendong. Tapi Balita itu justru menangis semakin kencang.


"Naura.. sudah bangun sayangnya mama.. " Vita meletakkan teh di meja dan menggending anaknya.


"Kan udah lama kamu ga kesini.. " Vita mengajak anaknya duduk.


"Naura... ini paman.. paman gesrek namanya Arlan. Naura inget ga. ??" Naura tampak menggeleng.


"Mbak kok gesrek sih.. ganteng gini aku.. " Protes Arlan tak terima yang justru tak di indahkan oleh Vita.


"Mas Ali dimana mbak..? "


"Kerja.. bentar lagi pulang.. "


"Mbak libur ya hari ini.. ??" Arlan kembali mendekat menggoda Naura. Dan bocah itu mulai malu-malu mendekat.


"Yang nelpon dadakan katanya mau kesini siapa..? Nyusahin aja.. "


"Ya Allah mbak... galak banget . Ntar cepet tua loh... " Goda Arlan


"Udah sana mandi....!"


Arlan bangun menyeret kopernya menuju kamar yang biasa di tempati jika datang kerumah Vita. Baru dia akan mandi ponselnya berbunyi.


"Hallo Dewi.. " Sapanya.


"Hallo Arlan.. udah sampe.. ?"


"Udah ni.. ni mau mandi.. "

__ADS_1


"Syukurlah yaudah mandi dulu ya.. istirahat. kamu pasti cape.. "


"Aku cuma cape nahan rindu loh Dew.. ." Goda Arlan.


"Gombal akhh... Udah aku tutup dulu. Bye Arlan.. "


"Bye Dewi. ."


Arlan melempar ponselnya di ranjang dan segera mandi. Dewi adalah salah saru TTM nya. Sejak putus dari Gita, Arlan belum pernah pacaran. Dan hanya memelih TTMan dengan beberapa wanita.


Baru dia merebahkan tubuhnya ponselnya kembali berbunyi.


"Ya Rizal.. " Temannya yang menelponnya.


"Arlan aku akan menikah sebulan lagi. aku mengundangmu secara langsung untuk datang di pernikahanku dengan Lena.. "


"Haha.. kau serius bung.. ?"


"Aku serius Arlan.. datanglah pagi.Tamani aku.. Dan kosongkan jadwalmu.. "


Arlan tersenyum sendiri, masih tidak percaya Lena mantannya akan menikah dengan sahabatnya.


Dia mendesah pelan mulai memejamkan matanya.


Tok tok tok.


"Arlan... mau maghrib. jangan tidur kamu... !!"


Suara cempreng mbaknya langsung membuat matanya melek.


Arlan bangun membuka pintu. Di lihatnya Vita sedang memasak sambil mengajak ngobrol Naura.


"Naura sama paman aja yuk ... mamanya biar masak.. " Arlan menggendong ponakannya menuju ruang depan.


"Paman.. inhi apa.. ?"


Naura menujuk gambar hewan di bukunya.


"Ini singa. . auuu... !!"


melihat Arlan mengaung membuat Naura tertawa. Vita memperhatikan mereka sebentar sambil tersenyum dan kembali memasak.


"Assalamualaikum.. "


"Waalaikum salam.. " Arlan bangun untuk salim pada suami kakaknya.


"Loh Arlan jadi kesini... "


"Jadi mas.. cuti seminggu. lumayan.. "


"Apa kabarmu Al.. tambah keren.. "


"Alhamdulillah baik, hehe... biasa aja mas.. "


Ali tersenyum mengangguk mendekati anaknya.


"Aduh.. anak papa pinter banget.. " Mencium gemas pipi putrinya.


"Phapa bahu.. mandi tulu.. !" Arlan dan Ali tertawa mendengar jawaban Naura.

__ADS_1


" Ya udah mas mandi dulu Ar.. "


"Iya mas.. " Arlan kembali mendekat menemani ponakannya.


__ADS_2