CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Kedatangan Ibu Mertua


__ADS_3

3 hari sudah Arlan dan Izza sudah kembali ke Pekan Baru. Bahkan orang tua Izza datang sehari setelah mereka pulang karna mencemaskan Izza.


Pagi ini setelah bangun rasa perut Izza sungguh mual. Hingga dia lari ke kamar mandi untuk muntah.


hoek hoek.


Tidak ada yang keluar dari mulutnya, hanya cairan kuning. Badannya terasa lemas. Peluh juga membanjiri keningnya.


Perlahan dia berjalan kembali ke kamar utama, sunyi. Arlan belum pulang dengan sift malamnya . Ada rasa rindu tiba-tiba di hati Izza. Rindu di peluk Arlan.


"Apa kamu beneran hadir di rahim mami sayang.. " Ucapnya bermonolog sendiri sambil mengusap perut ratanya.


Hari sudah terang, Izza memang kembali tidur setelah sholat subuh tadi. Akhirnya dia memilih langsung ke dapur menyiapkan sarapan.


"Assalamualaikum.. " Arlan membuka pintu rumah tepat setelah Izza selesai mandi.


"Waalaikum salam.. " Cepat-cepat Izza mengoles bedak juga lipstik tipis berwarna nude.


ceklek.


Arlan masuk ke kamar dengan wajah lesunya.


"Mas udah pulang, aku suapin air ya.. "


Arlan tidak menjawab, langsung menghempas tubuhnya di sofa kamar. Memijit keningnya yang terasa berdenyut .


"Mas mandi dulu. " Izza kembali setelah menyiapkan air hangat.


"Iya " Arlan juga bangun menuju kamar mandi.


Izza dengan telaten menyiapkan pakaian ganti Arlan, lalu keluar menyiapkan sarapan juga kopi untuk suaminya.


20 menit berlalu, Arlan belum juga keluar kamar . Izza pun memutuskan menyusulnya.


Saat pintu terbuka, terlihat Arlan sudah meringkuk tidur di ranjang.


"Mas, ga sarapan dulu? " Tanya Izza.


Merasa tidak ada jawaban, dia mendekati ranjang. Mengusap kening suaminya lembut yang langsung mbuat Arlan membuka matanya.


"Ga sarapan dulu mas? "


"Aku udah sarapan.. " Arlan menjawab tanpa membuka matanya atau menatap Izza.


Izza menghela nafas pelan, menyelimuti tubuh suaminya dan melangkah keluar kamar.


Sejak pulang 3 hari yang lalu, sikap Arlan terkesan dingin. Hanya berbicara seperlunya.


Ada rasa sedih di hati Izza , merasa kehilangan sosok hangat dan perhatian suaminya.


"Aku harus bagaimana, kenapa mas Arlan rasanya berubah.. " desahnya menyandarkan kepalanya di kursi meja makan.


Dia juga jadi tidak berselera makan. Padalah tubuhnya cukup lemas karna muntah .

__ADS_1


Tingtong.


Bunyi bel membuat Izza cepat-cepat bangun, takut suaranya menganggu suaminya yang sedang tidur.


Ceklek.


Izza terkejut melihat siapa yang datang.


"Kenapa kamu melotot gitu, ga suka saya datang..? "


"I. Ibbu.. " Izza tergagap. Tapi kemudian meraih tangan mertuanya untuk salim.


"Sudah-sudah, ga usah lebai. ." Ibu Lasti mengibaskan tangannya.


"Silahkan masuk bu. " Izza membuka pintu lebih lebar .


"Bawain koper nya..! " Dia berjalan angkuh masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum.. "


"Waalaikum salam.. " Izza menjawabnya sembari menarik koper milik ibu mertuanya masuk.


Ibu Lastri langsung duduk di sofa ruang tamu, Matanya memandang sekeliling ruangan yang tampak lenggang. Tidak banyak pernak pernik atau hanya sekedar lemari hias.


"Dimana Arlan..?" tanyanya kemudian.


"Mas Arlan tidur bu, baru pulang sift malam.." Izza mendorong koper ke kamar sebelah yang kosong.


"Ibu mau sarapan, Izza baru selesai masak sarapan tadi.. " tawarnya .


"Ibu mau minum apa ? "


"Teh saja.. " Ibu Lastri mengamati masakan Izza pagi ini.


Izza kembali ke meja makan membawa teh juga air hangat untuk ibu mertuanya.


"Apa Arlan tidak sarapan ?"


Izza mengikuti arah pandang ibu mertuanya yang tertuju pada kopi yang masih utuh.


"Mas Arlan sudah sarapan di luar tadi.. "Lirih Izza . Dia memilih duduk mengambilkan mertuanya bihun goreng.


"Kenapa sarapan di luar ? apa masakan mu ga enak ? "


"Mungkin karna sudah terlalu lapar bu, silahkan makan bu "


"Kenapa cuma ini saja, kamu ga masak sayur ? "


"Izza biasa sarapan begini bu.. "


"Arlan pasti tertekan, dia mana suka sarapan begini. Ini tidak mengenyangkan "


Izza diam, selama ini Arlan tidak protes atau bicara apapun. Izza memang membawa Arlan mengikuti kebiasaan paginya. Sarapan nasi goreng, bihun goreng atau roti saja. Berbeda dengan kebiasaan mertuanya, yang memilih sarapan dengan menu lengkap.

__ADS_1


"Besok kamu masak pagi lengkap, jangan cuma gorengan gini. . " Titah ibu mertua.


"Iya bu.. "


Mereka majan dengan keheningan, ibu lastri menambah porsi makannya. Izza menipiskam bibirnya, setidaknya masakannya bisa di terima di lidah mertuanya.


"Kenapa bisa enak, dan kenyal gini. Dia membuat takaran rendaman pas. Aku ingin juga makan bihun gireng sering-sering " batin bu Lastri , tapi dia malu dan gengsi mau menanyakan resepnya.


Selesai sarapan Izza membereskan piring dan mencucinya. Sedang mertuanya kembali kembali ruang depan .


Baru selesai dia langsung lari ke kamar mandi memuntahkan makanan yang baru dia makan.


hoek hoek.


Dia berusaha meredam suaranya, agar tidak terdengar mertuanya atau suaminya.


Izza berkumur dengan air ,mencuci wajahnya. Wajahnya sedikit pucat .


Cepat-cepat dia keluar, dan mengambil sprei di lemari.


"Bu, ibu bisa istrihat. Izza udah beresin kamarnya.. "


Seperti biasa, mertuanya tidak menjawab dan langsung menuju kamar yang di tunjuk Izza .


.


Tengah hari, Izza memasak lauk ikan tiga rasa juga sayur kangkung. Sejenak fikirannya melayang pada Almarhum Reihan. Nereka pernah makan ini dulunya.


Sebesit senyum dia rekahkan, menggelengkan kepalanya pelan. Dia sudah bisa mengenang Reihan dengan perasaan biasa, tanpa rasa sesendu dulu.


Hingga dia selesai masak, baik Arlan atau ibu mertuanya belum juga keluar kamar. Izza membuka lemari es, mengambil potongan lemon yang sudah dua hari ini dia nikmati saat santai. Lalu duduk membuka ponselnya.


"Ahh.. sepertinya enak, kok aku jadi pengen ya " Ucap Izza saat melihat masakan korean yang sekarang mendunia. Dia beberapa kali menelan ludahnya sendiri.


"Astaga, apa benar orang ngidam begini.. "


Dia tersenyum sendiri memikirkannya.


"Kamu sedang apa ? " Arlan keluar kamar menghampirinya.


"Ehh, mas udah bangun. Mau makan.. ?" Izza meletakkan lemon di mangkuk.


Arlan menggeleng, memilih duduk menyandar pada bahu istrinya. Mengendus aroma tubuh istrinya.


"Mas.. " Tentu saja Izza bingung melihat tingkah Arlan.


"Kamu makan lemon gitu aja, apa ga asem? " Tanya Arlan saat melirik isi mangkuk.


"Ya asem, tapi seger kok.."


Arlan semakin mendekap istrinya erat, mengangkat jilbabnya dan menciumi leher Izza. Izza sampai menggeliat geli.


"Aku kangen.. " bisiknya

__ADS_1


" Ayo.. " Arlan berdiri menarik Izza untuk ke kamar. Izza mengerutkan keningnya, tapi kemudian mengikuti suaminya yang tetap menempel padanya.


.


__ADS_2