CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Iklas itu Sulit


__ADS_3

Johor Jaya


"Rumah ini belum selesai kreditannya, masih ada 8 bulan lagi. menurut pakdenya Reihan. Itu menjadi hak kamu sebagai istrinya.


Kamu boleh menjualnya jika kamu mau.. "


Fahat menjelaskan pada Whani tentang beberapa aset milik Almarhum suaminya, termasuk tabungan dan sepetak tanah di dekat kawasan orang tuanya.


"Aku akan nglunasi sisa tagihan rumahnya pa.. "


Whani memasuki kamarnya, kamar penuh kenangan dengan Almarhum suaminya. Dia menatap Vigura besar yang terpasang di dinding.


Foto mereka saat resepsi di pahang, Reihan mencetaknya dan menempelkan di dinding kamar . Beberapa juga di cetak kecil di letakkan di meja dan di ruang tamu.


"Bang... aku ingin rumah ini tetap ada untuk kita..


Disini seluruh kenangan manis kita berada.. " Bulir air mata mulai merembes kembali.


Rumah tampak kotor, karna 3 bulan kosong. Whani mencoba mencari kontak orang yang bersangkutan untuk mengurus rumah itu.


Setelah 3 hari semua selesai dengan bantuan beberapa keluarga dan kenalan Fahat. Seluruh uang tabungan juga di berikan pada Whani.


Whani menatap kotak yang di hantar oleh Farah tadi sore. Wanita itu menangis, meminta maaf atas kesalahannya yang lalu.


Boss Reihan dan kawan kerja yang lain ikut datang serta, mengucapkan Takziah dan menyerahkan cek sebagai bentuk kepedulian.


Kotak itu berisi semua barang Reihan di office nya. Yang membuat Whani kembali menyesak adalah Foto pernikahan mereka.


Reihan memajangnya di kantornya, ukuran 3 R. Senyum terpaksa ke duanya sesaat selepas akad membuat dia kembali menangis.


Menyesal, kenapa tidak sejak dulu dia tahu. Justru dulu dia berasumsi Reihan tidak menginginkan pernikahan itu. Karna tidak ada 1 pun foto pernikahan mereka di rumahnya. Dia mengingat saat mengantarkan berkas dan Reihan mencium pipinya untuk pertama kali.


"Bang... " Lirihnya sambil sesenggukan.


"Andai aku tahu kamu juga mencintaiku , Aku akan memberikan seluruh hati dan hidupku padamu tanpa ragu bang... huhuhu... "


"sudah lah nak.. iklaskan. . agar hatimu lebih tenang. Dan biarkan dia tenang di sana.. " Fahat mengusap kepala anaknya lembut.


"Pa... aku merasa hidupku ga semangat lagi.. huhu.. aku sudah tidak punya dia pa.. dia sudah pergi.. "

__ADS_1


"Istigfar nak.. istigfar... kita boleh merasa sedih dan kehilangan, tapi jangan berlebihan hingga jadi putus asa.. "


"Whani... dengarkan papa.. tatap mata papa nak.. "


Whani yang menangis mulai mengikuti arahan papanya.


"Kamu dengar.. kamu satu-satunya wanita yang di cintainya di seluruh hidupnya.. Dia akan bersedih hati jika terus melihatmu terpuruk seperti ini, apalagi sampai putus asa.. "


Whani semakin menangis keras. Memeluk papanya erat. Separuh hatinya sudah pergi bersama Reihan, begitupun separuh hidupnya.


Ya Tuhan..


Kenapa engkau mengambilnya


disaat hatiku sepenuhnys miliknya..


Ini tidak adil untukku..


.


Semarang.


"Dokter Arlan... pasien sudah masuk IGD.. " seru suster menghampirinya.


"Baiklah.. " Dia menuju ruangannya untuk bersiap.


1 jam kemudian dengan gontai dia keluar dari ruang IGD menuju ruangannya.


Ponselnya yang dia tinggsl di laci berbunyi hingga puluhan panggilan yang masuk tak terjawab. Dia mendudukan tubuhnya di kursi.


Tadi dia sedang Diner dengan kekasihnya, tapi di telpon perawat klinik saat ada pasien kecelakaan membutuhkan pertolongan.Sedangkan dokter jaga tengah membantu orang melahirkan bayi kembar.


"Hallo.. " Lirihnya mengangkat panggilan masuk.


"kamu keterlaluan Arlan.. ninggalin aku gitu aja.. !" seru seseorang yang tak lain Gita kekasihnya.


"Aku udah bilang.. Emergency.. "


"Kamu slalu alasan itu.. emang ga ada apa dokter lain selain kamu di situ.. "

__ADS_1


"Ada, tapi sedang menolong padien melahirkan.. "


tut tut.


Panggilan di putus oleh Gita.


Arlan mengusap kasar wajahnya .


Kerjanya sebagai dokter yang baru magang praktek membuatnya selalu bertengkar dengan Gita.


Gita yang tidak pernah mengerti kesibukannya, membuat Arlab mulai ragu untuk serius dengan kekasihnya itu.


.


Keesokannya, Arlan yang terlambat makan siang memilih sebuah restoran seafood untuk menggsnjal perutnya.


Baru saja membuka pintu, dia di kagetkan oleh pemandangan di pojok ruang itu. Gita kekasihnya sedang suap-suapan denga lelaki berpakaian klimis.


"Waww... " Ucapnya saat sudah di dekat meja mereka.


"Lagi makan siang ya nona Gita.. "


Gita langsung berdiru karna terkejut, sedang lelakinya terlihat bingung.


"Siapa dia sayang...?"


Arlan tersenyum miring, lalu menatp Gita tajam.


"Arr... ini ga seperti lo pikirin.. "


"Ohh ya... tapi maaf aku ga percaya. mulai sekarang kita Putus.. "


"Arr... arrrlan aku bisa jelasin.. " Gita memanggilnya tapi Arlan yang sudah kecewa tidaj mengindahkan, memilih keluar dari restoran itu.


"Brengxxxx.. !" memukul kemudi mobilnya.


Hatinya begitu hancur melihat penghianatan Gita. 2 tahun pacaran dan ternyata 2 tahun itu tidak ada artinya untuk Gita.


Arlan memutar kemudinya memilih pulang. Dia ingin mendinginkan fikiran dengan mandi.

__ADS_1


__ADS_2