CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Janda rasa Original


__ADS_3

Adzan subuh sudah berkumandang sejak 20 menit yang lalu. Dan Izza belum juga bangun, tetap tidur nyanyak dalam dekapan Arlan.


Arlan mengusap lembut dahi istrinya.


"Za... bangun.. " bisiknya lembut.


Izza hanya menggeliat pelan dan justru semakin merapat memeluk Arlan.


Tentu saja Arlan langsung tersenyum bahagia. Di ciuminya wajah istrinya . Wanita yang semalam telah menyerahkan kesucianya padanya.


Ada banyak pertanyaan ingin aku tanyakan padamu Za..


Terutama tentangmu , kenapa kamu masih Virgine meskipun kamu sudah menikah..


Dia terus mengusap lembut rambut ikal memanjang Izza. Dan perlahan mata itu terbuka, kembali menutup untuk menyesuaikan cahaya yang masuk.


Izza seketika menunduk malu, karna tersadar sedang tidur merapat di tubuh Arlan. Tubuh mereka bahkan hanya memakai dalaman bawah saja.


Arlan mengulum senyum hangatnya.


"Ayo bangun.. sudah setengah 6 .. "


"Apa.. ?? Kenapa tidak membangunkanku.. " Gerutu Izza sambil melepas diri menarik selimut untuk turun.


Selimut itu hanya satu dan tentu saja bagian Arlan ikut terangkat. Terpampanglah tubuh bersih Arlan yang hanya memakai CD.


Izza memalingkan wajahnya malu sambil menggulung rambutnya.


Arlan tersenyum meraih boxernya dan memakainya.


Perlahan Izza turun mulai berjalan ke arah kamar mandi. Baru sejangkah dia berhenti. Rasa bagain bawahnya sangat nyeri dan sakit .


"Mau akau bantu.. ?" Arlan mendekat tapi Izza menolaknya.


"Aku bisa sendiri Ar.. " melangkah pelan ke kamar mandi. Sedang Arlan mengikutinya.


"Kamu mau ngapain.. ?"

__ADS_1


"Mau mandi juga .. udah hampir habis waktu subuhnya. Kelaman nanti kalau nunggu kamu.. "


"Aku ga mau.. " tolak Izza.


"Sayang ini udah setengah 6 .. udah ayo buruan. . " Keukeh Arlan.


"Aku ga mau.. !" Izza masih tetap menolaknya.


Tidak sabar Arlan langsung membopong masuk tubuh wanita itu yang setengah meronta. Menarik paksa selimut yang membalutnya. Dan menyalakan air hangat.


Izza memukul bahu Arlan geram, lelaki itu hanya terkekeh. Izza menutupi bagian Tubuhnya yang terbuka.


"Ngapain di tutup, aku udah lihat semuanya.. "


Izza tersipu dan Arlan keluar sebentar dari pemandian nengambil sikat dan pasta gigi.


Sekembalinya dari mandi, Arlan memilih berganti di dekat ranjang agar istrinya nyaman memakai bajunya di ruang ganti.


Matanya menangkap sesuatu, sedikit bercak di sprei warna cream itu. Tentu saja hatinya begitu berbunga-bunga mendapatkan Janda rasa Original.


Pukul 6.45 mereka turun Bersama. Izza sedikit meringis tapi kemudian bersikap biasa saja saat berpapasan dengan papanya yang berjalan menuju depan mengambil koran.


Arlan tetap menebar senyum bahagianya.


"Kamu duduk aja, biar aku yang bikin kopi.. " Di tariknya kursi dan Izza manut.


Saat mengambil gelas mama Humairah menyapanya.


"Nape tak minta tolong Izza Membuatnya Ar.. ?"


"Ehh.. itu ma.Izza lagi ga enak badan.. jadi biar aku buat sendiri.. "


"Emm... macam tu, punye papa biar mama yang buatkan. Awak tak payah buat. "


"Iya ma... " Arlan selesai dengan kopi dan susu hangat untuk Izza.


"Ihhh... masak kak Arlan yang bikinin minum.. ". Ucap Dini saat melihat Arlan membawa kopi dan susu.

__ADS_1


"Dan sejak kapan kak Izza suka minum susu ya ...?" Giliran Dina yang berkomentar.


"Kalian mau..." Tawar Arlan setelah meletakkan minuman di meja.


Keduanya langsung menggeleng dan menuju dapur membuat minuman mereka.


"Kamu ngapain sih bikinin susu, aku ga suka.. " Protes Izza yang langsung mendapat balasan ciuman di bibirnya.


"Biar sehat.. lagian kasian lihat kamu lemes gitu habis kayak gitu tadi malem.. " Arlan menaik-naikkan alisnya membuat Izza jengkel dan malu.


"Loh kok belum pada sarapan.. ayo sarapan. Ar... Za... " Fahat mendudukan bokongnya di kursi utama.


"Iya pa... " Izza langsung mengambilkan sarapan untuk Arlan dengan tlaten yang di sambut senyum bahagia Arlan.


Fahat memperhatikannya, ikut bahagia melihat keduanya yang tampak akur. Setelah melihat Dini dan Dina duduk ikut sarapan, Fahat bangun menuju dapur.


"Ma... kopi papa mana..? " Bisik Fahat pada istrinya yang sedang mengaduk kopi.


"Nih.." tunjuknya pada gelas.


"Mama rasekan.. mereka sudah itu... " Humairah tersenyum geli.


"Macam mana mana tahu...? " Fahat mengambil alih cangkir itu.


"Papa tengok lah wajah Arlan yang berseri-seri tu... khas pengantin baru.. " Humairah mengedipkan matanya.


Fahat mengangguk ikut tersenyum dan kembali ke depan dengan Humairah yang membawa telur mata.


"Akak makan roti je ke... ?"


"Lagi males makan yang berat- berat ma.. " Ucap Izza sambil kembali mengunyah roti selai pandannya.


"Tambah lagi Ar... ?" Tawar papa dan Humairah langsung memindahkan 1 telur mata di piring Arlan.


"iya Pa... makasih Ma.. " Ucapnya tulus.


"Same-same... " Humairah ikut menyantap sarapannya.

__ADS_1


__ADS_2