CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Proses Awal


__ADS_3

Izza tiba di Batam tepat pukul 11 siang. Dia segera memesan taksi untuk pulang ke rumah orang tuanya.


30 menit kemudian, dia sudah tiba di depan rumah orangtuanya. Dia turun menenteng paper bag di sambut si kembar.


"Kakakkkk.....!!!" Seru Dina dan Dini. Berlari menghambur ke arah Izza.


Izza pun merentangkan kedua tangannya. Menyambut kedua adiknya.


"Aduhh... kakak kangen banget sama kalian... " Diciuminya bergantian pipi adiknya.


"Kami juga rindu... " Ucap Dina


"Iya.. pake banget lagi.. " Dini menciumi pipi Izza.


"Kakak bawa oleh-oleh gak..? " Tambah Dini.


"Bawa donk... ini.. " Izza memberi masing-masing 1 paper bag.


" Makasih kak....!!" Keduanya langsung menciumi Izza.


Izza menikmati kebersamaan dengan adik-adiknya. Dan tak lama sebuah taksi berhenti di depan rumah mereka.


Ke tiganya langsung menoleh ke arah taksi itu. Seorang lelaki dengan kaos polo warna putih dan celana jeans warna biru,turun dari taksi. Dia melepas kaca matanya dan menutup pintu taksi.


Dina dan Dini tampak mengerutkan kening mereka, sedang Izza justru terkejut.


"Arlan... "


Dina dan Dini kompak mandang wajah kakaknya.


"Kakak kenal.. ?" Tanya Dina.


"Gantengnya.. kayak Adipati Dolken.. !!" Sela Dini.


"Kamu ni de.. " Dina menepuk lengan adiknya.


Arlan tersenyum mendekat ke arah mereka.


"Assalamualaikum.. " Sapanya.


"Waalaikum salam... " Dina dan Dini menjawab lantang, sedang Izza sedikit lirih .


"Kakak siapa..? " Dina lebih dulu bertanya. Sedang Dini tersenyum melihat penampilan Arlan dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Kenalan dulu yuk... " Arlan mengulurkan tangannya"


"Nama kakak Arlan Tri Maulana.."


"Izza WarDina.. "


"Izza WarDini.. " Gantian Dini yang menyerobot tangan Arlan.


"Kalian kembar .. ?"


"Iya kak...! " Jawab keduanya.


"Yang mana kakaknya.. ?"


"Aku kakak, Dini adik.. " Terang Dina.


"Wahh... asik juga ya punya saudara kembar. . " Arlan mengalihkan wajahnya ke Izza yang masih bertampang datar.


"Kamu kenapa bisa di sini..? "


"Akakkk... nape tak masuk... ?!" Suara Mama Humairah membuat fokus mereka bubar.


"Apa kamu ga mau ngajak aku masuk dulu Za..? aku sangat haus.. "


Dini langsung menggandeng lengan Arlan.


"Ayo masuk kak.. aku bikinin jus jeruk.. "


"Sepertinya seger.. panas-panas gini.. " Arlsn pun mengikuti Dini.


Dina dan Izza hanya memandang kepergian keduanya, dan tak lama ikut melangkah masuk.

__ADS_1


"Assalamualaukum Tante. ." Arlan menyalami perempuan setengah baya yang nemandanginya dari ujung rambut hingga kaki.


"Waalaikum salam.. "


"Saya Arlan tante.. di undang om Fahat untuk datang kesini.. " Terang Arlan.


"Ohh... ni ke Arlan.. Mae masuk-masuk... " Mama Humairah membuka pintu lebar-lebar.


"Ayo masuk kak... " Dini masih setia menggandeng Arlan. Di ikuti Dina


"Maa... " Izza menyalami mamanya.


"Akak datang same -same ke...? "


"Enggak Ma... " Izza langsung memilih masuk.


Humairah tampak sumringah melihat kedatangan Arlan. Segera dia menelpon suaminya di ruko.


Izza menatap malas Arlan yang sedang duduk dengan Dina Dan Dini.


Izza memilih menuju dapur dan duduk di meja makan.


"Arlan belum makan kan, kita same-same makan jom.." Ajak Mama Humairah.


"Iya tante.. apa om Fahat belum pulang. .?"


"Sekejab lagi.. jom kita makan dulu. Dina Dini ajak abangnya makan.. "


"Ayo kak.. kita makan dulu.. " Dini menarik tangan Arkan menuju meja makan.


Di sana mata Arlan dan Izza saling pandang sebentar. Izza sedang memakan jeruk.


"Duduk kak.. " Dini mempersilahkan.


"Makasih.. "


"Sama-sama'' Dini duduk di sebelah Arlan.


Izza beranjak dari duduk menuju dapur membantu mamanya menyiapkan makanan.


"Ayo makan Arlan.. " Mama Humairah mempersilahkan.


"Iya tante.. " Arlan tersenyum.


Dini dengan cekatan mengambilkan Arlan nasi. Arlan jadi salah tingkah sedang Izza tidak melihatnya sama sekali.


"Makasih Dini.. "


"Sama-sama.. kak Arlan mau sayur.. ?" Tawar Dini.


"Boleh.. "


Humairah tersenyum melihat ke akrapan mereka. Tapi juga sedih karana Izza tampak tak begitu perduli dengan Arlan.


.


Pekan Baru


Kevin membuka pintu pelan.Di lihatnya Nuri sedang menyiapkan buket bunga. Nuri juga sempat menoleh mendengar lonceng pintu terbuka.


"Kamu sendirian.. ?"


"Iya kak.. Juan sedang cuti lagi.. " Nuri mulai membungkus bunga yang lainnya.


"Izza kemana.. ?"


Kevin mengedarkan pandangan mencari sosok Izza.


"Mbak Za pulang ke batam, ada acara keluarga katanya.. "


"Oh ya. . kenapa ga ngomong sama aku.. " Kevin langsung merogoh ponselnya menghubungi Izza. Tapi tidak aktif.


"Permisi.... " sapa seorang Wanita.


"Selamat datang Nona Clarista.. " Sapa Nuri. Lalu mendekat ke arah buket bunga yang besar .

__ADS_1


"Ini pesanananya Nona .. "


" Ahh iya.. Berapa semua Nuri.. ?" Nona muda itu langsung mengeluarkan dompetnya. Tapi berhenti sebentar memandang Kevin.


"Semuanya xxxxxx Nona.. " Nuri menyebutkan nominal yang harus di bayar.


Clarista memberikan uangnya pada Nuri dan kembali melirik Kevin. Kevin tampak santai saja duduk di sofa.


"Terima kasih Nona.. mari saya bantu angkatkan..." Nuri cekatan mengangkat kotak berisi mawar segar. Sedang Clarista menegang buket bunga segar .


Setelah selesai Nuri kembali ke dalam. Di lihatnya Kevin masih duduk santai.


"Kakak mau teh..? "


Kevin mengangkat wajahnya sebentar, tersenyum lembut .


"Boleh... "


Nuri yang melihat senyum Kevin langsung menunduk menuju dapur membuat teh nya.


" Ini kak... "


"Makasih ya.. "


Nuri mengangguk dan menuju pembeli yang baru masuk. Dia tetap ramah meski menghadapi sendirian 3 pembeli yang datang.


Saat dia di kasir, seorang ibu kembali masuk ke toko.


"Mbak.. pesanan atas nama Uni sudah siap.. ?"


"Maaf Bu.. tidak ada pesanan atas nama Uni di sini.. " Nuri cekatan mengambilkan kembalian.


"Terima kasih mbak.. datang lagi ya.. "


"Tapi kemarin katanya pesan di sini mbakk.. " Sela ibu itu lagi.


"Kalau boleh tau, pesanannya apa bu.. ?"


"Bunga lili.. dan mawar merah.. "


Nuri menghela nafas pelan.


"Sebentar ya bu.. " Dia langsung menuju bagian bunga yang di minta .


"Mbak saya mau bayar.. !" Ucap pembeli lain.


"Sebentar ya bu.. " Nuri dengan cepat membungkus mawar itu.


Kevin yang melihat 2 orang sudah mengantri di kasir langsung berdiri.


"Berapa harganya.. ?"


Nuri menoleh ke arah Kevin yang sudah berdiri di dekat meja kasir.


"xxxxxxxxx kak..."


Kevin langsung melayani pelanggan itu. Dan setelah selesai bergantian yang lain. Tidak di sangka setelah itu pelanggan begitu membludak.


Nuri dan Kevin yang kualahan menyeka keringat mereka. Setelah para pembeli pergi. Nuri segera menutup pintu menarik tanda Close.


"Kenapa di tutup.. ?" Kevin meminum air putih miliknya.


"Kita tutup kak. Kata mbak Za suruh buka setengah hari saja.. lagian kasian kakak kecapean.. " Nuri mendudukan bokongnya di sofa.


"Haha... kamu takut aku ga mampu ya..? "


Nuri diam memperhatikan tawa Kevin . Lelaki itu terlihat seperti merem saat tertawa.


"Kenapa memandangku seperti itu. . ?" .Kevin duduk di sofa seberang Nuri.


"Ahh tidak... aku beresin semua dulu.. " Nuri berdiri mengemas semua lalu mengambil tasnya.


Kevin yang tahu diri ikut berdiri dan keluar. Nuri mengunci pintu toko dan menoleh ke Kevin.


"Makasih banyak ya kak... udah nolong aku hari ini. Nanti bayarannya sama mbak Za ya.. " Ucapnya sambil tersenyum lebar .

__ADS_1


"Aku ga butuh bayaran dari Whani.. aku butuh bayaran dari kamu.. " Kevin langsung menyambar tangan Nuri membawanya berjalan menuju taksi yang berhenti.


__ADS_2