
Hari ini Izza di temani mama Humairah akan berangkat ke Malaysia menggunakan kapal pagi.Pukul 5 sore mereka sampai di pahang. Mereka langsung menuju makam Reihan dan keluarganya.
Dengan khusyuk keduanya membacakan Yasin dan lantunan Do'a.
Humairah tampak mendekat pada nisan milik Leha. Membisikkan kata pelan pada sahabatnya itu sambil mengusap air matanya.
Sedang Izza tertunduk mengusap nisan milik Reihan.
"Bang.. ga terasa udah 2 tahun abang pergi dari Izza. Rasanya baru kemarin kita masih bersama..
Maafkan aku belum sempat menjadi istri yang baik untuk abang.. " Dia menyeka air matanya.
Setelah selesai, mereka singgah di rumah keluarga Reihan. Rumah milik Leha dan Aziz sekarang di tinggali oleh anak saudaranya. Malamnya Izza langsung mengajak mamanya kembali ke johor. Dia sudah Rindu dengan Rumahnya.
Tengah malam mereka sampai di rumah peninggalan Reihan. Rumah itu tampak bersih, karna Izza meminta saudaranya mengurus kebersihannya. Dan untuk pertama kalinya Humairah masuk ke rumah yang dulu di tempati putrinya dan Almarhum menantunya.
Humairah tampak terpaku melihat foto resepsi di pahang yang menggantung besar di ruang depan.
Dia memperhatikan sekeliling rumah yang tampak rapi dengan nuansa putih.
Izza terlihat membuka pintu kamar, Kamar itu sengaja dia kunci. Masih banyak barang berharga di dalamnya. Terlihat dia mengambil sapu dan pel untuk membersihkan kamarnya.
Humairah masuk ke dapur lalu kembali ke depan untuk duduk.
"Akak.. kenape tak bagi sewe je rumah ni.. sayang bile kosong macam ni.. Tak bermanfaat.. "
Izza menghentikan gerakannya dan memandang mamanya yang tampak duduk di meja makan.
"Belum kepikiran itu ma.. "
Humairah menghela nafas pelan,
"Mama mandi dulu, istirahat.. Izza udah bersihkan kamarnya. Spreinya juga sudah di ganti.. " Ucap Izza sambil menjinjing ember pel ke belakang.
Humairah bangkit mulai melangkah ke kamar itu, cukup luas karna 2 kamar di jadikan saru.Reihan mendesain kamarnya di bagi 3 tempat, sebelah depan dekat pintu seperti tempat Sholat. Bagian tengah tempat tidur, lalu ruang ganti dan kamar mandi.
Kembali Humairah menghela nafas panjang saat melihat foto resepsi di atas tempat tidur. Dia masuk membuka lemari yang berjejer rapi.
Semua baju Reihan masih ada. Bahkan sepatu dan lainnya tersusun rapi di lemari kaca.
"Lohh.. mama belum mandi.. ?" Izza masuk membawakan teh hangat.
"Ape air hangatnya berfungsi kak.. ? dah tengah malam ni.. "
"Berfungsi ma.. mama mandi dulu.. " Izza mengambilkan handuk dari lemari plastik ujung . Humairah menerimanya dan masuk ke kamar mandi.
Dia kembali tercengang, karna alat mandi laki-laki masih tertata rapi di situ. Dia mengambilnya satu, dan ternyata semu masih baru.
__ADS_1
Setelah sama-sama mandi mereka Segera beristirahat .
Paginya Izza mengajak mamanya sarapan menggunakan mobil online.
"Mobil bang Rei Izza jual ma.. jadi kita naik taksi aja ya.. " Terang Izza.
Mama hanya mengangguk ikut masuk ke dalam mobil online.
Tak lama mereka sampai pada sebuah restoran India muslim . Mama terlihat antusias karna sudah lama tidak merasakan masakan ala mamak.
Siangnya mereka pergi ke Pradigm Mall JB. Izza mengajak mamanya shopping sakan. Mama begitu bahagia, membeli apa yang sudah di incarnya lama. Apa lagi kalau bukan tas brendid jenama xxxxxxx.
"Terima kasih akak.. mama dah lame nak kan tas tu.. " Humairah tersenyum lebar menenteng tas yang baru di belikan anaknya.
"Mama jangan ngomong gitu donk.. aku cuma mau nyenengin mama.. "
"Mama senang akak. Cuma ade satu hal lagi yang mama nak kan dari akak.. "
"Apa ma.. ?"
"Kita cari tempat makan dulu, mama lapar.. "
Izza mengangguk, berjalan ke bagian Food Courd di lantai 7 mall itu. Suasana tampak sangat ramai.Mama Humairah memilih makanan melayu, dan Izza pun mengikutinya.
"kak.. " ucap Humairah saat mereka selesai makan.
"Yaa.. ma.. " Izza meminum jusnya.
Tapi saat melihat suasana sekitar yang sangat ramai, dia memilih mengajak Izza pulang.
Malamnya, selesai makan malam dengam mrnu seadanya. Mereka duduk di sofa depan TV. Izza tampak beberapa kali menoleh ke belakang. Tempat biasa Reihan duduk menemaninya menonton TV.
"Kak... "
" Ya ma.. " Izza kembali fokus ke depan.
"Dah 2 tahun Reihan tak de.. Akak tak nak nelepaskannye ke.. ?"
"Maksut mama apa.. ?" Izza tampak memandangi mamanya lekat.
Humairah memegang tangan anaknya, menarik nafas panjang.
"Akak tak nak buka hati akak untuk laki-laki lain ke.. ? akak dah 28 tahun sekarang. Tak nak ke menikah dan punya anak.. ?"
Izza terkejut mendengar penuturan mamanya. Dia menunduk kaku. Untuk bebetapa saat keduanua hanya diam.
"Maa... aku sudah tidak ingin menikah lagi.. "
__ADS_1
Humairah menatap anak sulungnya tajam.
"Hati aku sudah di bawa bang Rei ma.. dia membawa hati aku bersamanya .. . " Lirihnya mulai terisak.
"Aku sangat mencintainya.. dan dia juga mencintaiku. Bagaimana mungkin aku akan menhianati cinta kami dengan menikah dengan orang lain ma.. ?"
"Tapi dia sudah tiade kak. Akak kene sadar.. dia tak de lagi kat dunia ini.. "
Tegas Humairah.
"Dia memang tidak ada di dunia ini lagi ma.. tapi dia selalu ada di hati dan fikiran aku.. " Izza tersenyum tipis mengusap air matanya.
"Izza Syazwhani.. " Humairah mengangkat wajah anaknya agar mau menatapnya.
"Akak boleh hidup dengan cintanya Reihan di sepanjang sise umur akak, tapi tidak berlarut-larut dengan kenangannye ..
Itu membuat akak berat untuk melangkah. Tetap merasekan kehilangan..
Tak nak mengiklaskan.. "
"Tatap mata mama kak.. !"
Izza tampak menangis menatap mamanya .
"Reihan tentu tak nak tengok akak macam ni.. dia tentu nak kan akak mengiklaskannya dan menemukan kebahagiaan akak.. "
"Aku ga bisa ma... !! Di separuh hidup ku selama ini ada dia di hati ku.. aku ga bisa huhuhu... "
Humairah mengusap air mata di pipinya anaknya. Di usapnya rambut Izza lembut.
"Hiduplah dengan Cintanya , bukan kenangannya..
Mama tahu itu sulit, tapi akak kene fikirkan masa depan akak.. fikirkan mama, papa, Dina dan Dini..
Mama semakin tua, papa pun dah berumur..
Macam mane nanti bile kami tak de, sape nak kan kawankan akak.. " Humsirah mulsi ikut menangis.
"Maaa... kenape mama ngomong gitu.. mama dan papa akan berumur panjang.. melihat kami bertiga sukses dan bahagia.. " Izza langsung menangis memeluk mamanya.
Humairah mengurai pelukan itu, menangkup wajah sulungnya yang sudah memerah.
"Mama dan papa cume nak kan yang terbaik untuk akak, Mama mohon.. mulailah menata hidup akak.. demi mama dan papa. Juga mase depan akak.. "
Izza terisak, menunduk di pangkuan mamanya.
"Kak.. mama cuma meminta akak mengiklaskan Reihan bukan melupakan..
__ADS_1
Iklaskan kak.. supaye hati akak tu tenang..
Iklaskan... " Di peluknya putrinya erat. Keduanya menangis di sofa itu bersama-sama.