CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Rencana Menyelamatkan Nuri


__ADS_3

"Kevin.. boleh aku minta waktu mu sebentar. . apa kamu sibuk.. ?" Tanya Izza di talian .


"Ada apa Za.. ?"


"Kevin.. maukah kamu membantuku.. ?"


"Membantu apa.. ?"


Izza menghela nafas panjang sebelum mulai bercerita.


"Nuri akan menikah minggu ini, aku akan ke jawa sabtu sore karna ada urusan penting. . aku mohon sama kamu Vin, tolonglah aku.. tolong gagalkan pernikahan Nuri..


Aku kasian liat dia setiap hari bersedih, menangis diam-diam..


Berkali-kali aku membujuknya, tapi gagal.. "


"Kamu saja gagal.. apa lagi aku.. "


"Tapi kamu kan belum mencobanya Kevin, yang aku tau dia begitu menyukaimu.. pasti dia akan mendengarkan saat kamu berbicara.. "


"Ohh ya.. hmm.. tapi aku harus melakukan apa.. ?"


"Bagaimana pun caranya, kamu harus bisa menggagalkan pernikahanya dengan bang Wahyu.. aku mohon Vin.. "


Hening beberapa saat, Kevin sedang memikirkan cara yang tepat untuk membantu Nuri.


"Bukankah ini menyangkuh hutang Za.. aku tidak punya uang sebanyak itu. . "


"Soal itu aku bisa membantu separuhnya. kita sama-sama membantu Nuri yaa... " Bujuk Izza kembali.


"Akan aku fikirkan dulu Za.. "


"Terima kasih Kev.. aku mengandalkanmu.. bye.. "


Izza mengahiri panggilannya dan menghela nafas panjang, setidaknya beban fikirannya ini sedikit berkurang.

__ADS_1


Dia juga berharap, perasaan Nuri tentang Kevin akan berlanjut. Tapi bagaimana dengan Diana yang ternyata juga menyukai Kevin.


"Akhh.. biarlah tentang itu jadi urusan mereka.. Yang terpenting adalah gagalin pernikahan Nuri.. "


.


Pagi datang kembali. Mendung sudah menggelayut manja sedari subuh.


"Terima kasih.. sampai jumpa kembali.. " Ucap Nuri melepas satu pelanggan yang pulang dengan buket bunganya.


"Juan tolong hantarkan pesanan ke jalan hang jebat.. !"


"Sekarang Ri.. ?" Juan tampak keberatan karna di luar sudah mulai gerimis .


"Iya donk.. " ketus Nuri.


"Tapi kan udah mulai hujan.. "


Nuri langsung menatap arah luar. Benar saja, hujan sudah mulai turun.


"Ya udah nanti aja.. "


Kevin..


Di pandangnya sekelilingnya, Juan terlihat kembali mengemas pesanan sedang Izza berada di ruangannya.


"Hallo.. " Sapanya.


"Hai.. apa sibuk.. ?"


"Ti.. tidak kak, aada apa kak.. ?"


"Apa kabar.. ?"


"Aku baik, kakak apa kabar.. ?"

__ADS_1


"Aku juga baik, sudah sarapan.. ?"


Nuri tersenyum sendiri, rasanya begitu bahagia melihat pujaan hatinya tiba-tiba Care dengannya.


Obrolan pun masih terus berlanjut, hingga beberapa menit ke depan.


Terima kasih kak.. aku bahagia karna sempat mengenalmu..


.


Sabtu pagi Izza sengaja menutup tokonya, karna Nuri harus mempersiapkan pernikahannya. Sedang dia harus bersiap-siap untuk penerbangannya ke jawa nanti Sore.


"Assalamualaikum Ma.. "


Dia menghubungi mamanya untuk pamit.


"Waalaikum salam.. akak, ape kabar. ?"


"Alhamdulillah ma.. mama papa apa kabar.. ?"


"Alhamdulillah.. semua baik. Si kembar juga baik.. "


"Syukurlah... ma, nanti sore Arlan mau mengajakku ke jawa ma.. "


"Serius ke.. ?"


"Iya ma... dia ingin mengenalkanku pada kedua orang tuanya. ."


"Alhamdulillah.... mama senang mendengarnye kak...


Akak kene jage sikap tau, jangan buat malu mama juga papa.. "


Izza hanya menarik bibirnya tipis, orang tuanya memang senang dan bahagia dengan pernikahannya ini.


Sekali lagi, dia merasa tidak punya pilihan lain selain memerima. Seperti dulu saat papa memintanya menikah dengan Reihan setelah masalahnya dengan Aldi.

__ADS_1


Setelah mengahiri panggilan, Izza ternyata tak kuasa menahan tangisnya. Kedua pernikahannya bukan murni atas kemauannya sendiri. Meskipun dulu, pada akhirnya Reihan juga sangat mencintainya.


Dia hanya menyesalkan, kenapa tidak di berikan pilihan. Untuknya menentukan masa depannya sendiri.


__ADS_2