
Seharian ini Arlan mondar mandir mencari Izza. Di tambah semalam juga tidak tidur, tapi dia tidak mau beristirahat sebelum istrinya ketemu.
"Pak, lelaki yang memakai jaket itu baru datang semalam. " Terang resepsionis saat menanyakan orang yang mencurigakan yang mengikuti Izza semalam.
"Siapa namanya.. ?" Tanya Arlan tidak sabar.
"Aldi Wiratama "
Arlan mengepalkan tangannya. Sedangkan Manager Hotel langsung membuat laporan polisi.
"Pak, saya menemukan ponsel di tepi pantai.. "Seorang securiti hotel menyerahkan ponsel itu pada Arlan.
"Ini milik istri saya.. " Suaranya tercekat. Kalut dan bingung yang dia rasakan.
"Sabar Pak. Kami terus mencarinya. Polisi juga sedang melacaknya.. " manager hotel berusaha menenangkanya.
Arlan terduduk lemas. Izza benar-benar di culik Aldi. Kemana dia akan mencarinya ?.
.
Di sebuah rumah . Izza perlahan membuka matanya. Kepalanya sedikit pusing. Dan detik kemudian dia muntah tanpa sempat lari ke toilet.
Hwekk.. Hwekk..
Dia terus muntah hingga lemas. Dan dari pintu muncul seorang lelaki dengan senyum seringainya.
"Wahh. . kau mengotori kamarku Whani .. "
"Aldi.. " Lirih Izza lemas.
"Kau masih mengingatku sayang.. Akh, aku bahagia sekali.. "
"Apa maumu Aldi. Dimana ini.. ?" Izza kembali mual hingga muntah lagi.
Aldi sedikit jijik dan memanggil asisten rumah tangga untuk membersihkanya dan meminta membantu Izza untuk bebersih.
30 menit kemudian.
"Nyonya, makanlah.. " bujuk sang pelayan
"Aku tidak mau.. !" tolak Izza.
Brak.
__ADS_1
Pintu kamar kembali terbuka, Mata Aldi berkilat melihat Izza hanya menggunakan baju tidur lengan pendek tanpa krudungnya. Karna memang tidak ada ganti untuknya disini.
"Keluarlah.. !!" Perintahknya pada sang asisten.
"Baik tuan.." Tergopoh-gopoh wanita itu keluar dari kamar.
Aldi mendekati Izza yang hanya duduk menatap lurus ke arah jendela.
"Apa kamu tidak merindukanku sayang. . ?"Aldi mengusap pipi Izza lembut.
Izza menepis tangan Aldi dengan tatapan tajamnya.
"Woww. . kamu sudah pandai membangkang ya sekarang. "
"Apa yang kamu lakukan Aldi.. kenapa kau membawaku kesini ?!"
Aldi tersenyum, dulu senyuman itu cukup memabukkan untuk Izza suatu masa dulu. Tapi tidak dengan sekarang. Sekujur tubuhnya sekarang bergetar hebat. Menggigil dan gemetaran.Keringat dingin juga sudah membasahi dahinya.
"Kanapa kau begitu tegang sayang, kita bahkan belum ngapa-ngapain.." Aldi menyusuri tiap bagian tubuh Izza yang membuat Izza barangsut mundur .
"Hei, kenapa menghindariku.. Aku masih penasaran rasanya surga dunia yang dulu baru akan kita nikmati itu, tapi sayangnya Reihan sialan itu mengacaukannya.. "
"Kamu Gila Aldi... " Izza berlari menuju pintu. Dan ternyata pintu tidak di kunci, dia langsung berlari. Karna asing dengan tempat itu, Izza jadi kebingungan sendiri.
"mau kemana sayang..?" Aldi mengikutinya santai.
Memutar bebetapa kali, tapi ternyata di kunci.
"Arkkhh.. !" Kesalnya sendiri.
Dia mendorong jendela, dan sama. Semua terkunci.
Aldi semakin mendekat ke arahnya sambil tertawa menggelegar .
"Mau kemana sayang.. ?"
"Berhenti..!! jangan mendekat.. !!" Izza meraih guci dan memecahkannya .
Prang.
Ujung guci yang cukup runcing itu dia jadikan senjata.
"Kau menakutiku sayang.. aku takut sekali.. " Aldi justru semakin mendekat.
__ADS_1
"Aku bilang berhenti, jangan mendekat.. !"
"Kenapa, kau ingin menusukku dengan itu. Ayo lakukan.. biar anakmu tahu ibunya seorang pembunuh.. !"
"Apa maksut mu.. ?"
"Kau sedang mengandung sayang. Cih.. si bodoh itu yang menghamilimu ya. Ternyata dia cukup pintar bermain ranjang. . " ejek Aldi.
Izza mengusap perut datarnya, benarkah dia sedang hamil ? Dia merasa tidak percaya.
Saat dia lengah Aldi langsung menampik guci itu hingga jatuh terberai .
"Lepaskan aku Aldi... " Rontanya saat Aldi berhasil meraih tangannya.
"Melepaskanmu.. ? tidak akan . . "
"Apa maumu, lepaskan aku.. huhu.. " Izza terjatuh di lantai dan Aldi tidak perduli. Tetap menyeretnya menuju kamar.
"Dengar, hidupmu sudah cukup senang saat aku di penjara.. Sekarang rasakan.. ! rasakan pembalasanku. Aku tidak akan membiarkanmu bahagia bersama Arlan.. !!"
Arlan menghempas Izza ke dalam kamar. Dan langsung mengunci pintunya.
"Aldii... buka pintunya.. Aldii... !!!" Raung Izza dari dal kamar.
Aldi yang mendengarnya hanya menyeringai dan meninggalkannya begitu saja.
.
"Pa... Izza hilang di culik Aldi.. " ucap Arlan di talian saat menghubungi mertuanya.
"Apa.. ? Bagaimana bisa Ar. ?!"
"Ini salahku pa, aku meninggalkannya kemarin.. " Arlan menjambak rambutnya kasar.
"Lalu, apa kamu sudah lapor polisi. ?"
"Sudah pa, aku bingung mencarinya di mana.. " Erangnya Frustasi.
"Papa akan mendatangi orang tuanya .. kita sama-sama berusaha.. "
"Maafkan aku pa, aku gagal menjaganya .. "
"kalau kamu gagal menjaganya, jangan kamu juga gagal menemukannya Arlan..!!"
__ADS_1
Suara Fahat tampak berdengung di kepala Arlan. Dia memaklumi, karna memang semua salahnya.
Sekarang dia jadi bingung sendiri, kemana dia akan mencari istrinya.