CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Jujur


__ADS_3

Melihat tanggapan istrinya seketika dada Arlan terasa memanas. Suami mana yang tidak cemburu saat tau istrinya mencintai lelaki lain.


Genggaman tangan itu langsung terburai. Arlan membuang pandangannya ke arah lain demi menutupi gejolak hatinya.


"Mas.. "


"Jadi kamu masih mencintanya.. ?"


Izza menatap lurus wajah suaminya, dia suka melihat mata Arlan. Begitu meneduhkan dan penuh kasih sayang. Lelaki itu begitu hangat dan penyayang. Bukan dia tidak bersyukur memiliki Arlan sebagai suami, tapi cinta pada Reihan tetap ada dan besar di dalam hatinya.


"Aku hanya jujur saja pada apa yang aku rasa mas.. "


"Kamu ga mikirin perasaan aku memang.. " Arlan yang kesal langsung berdiri hendak berbalik. Tapi seketika itu juga Izza meraih tangannya.


"Kamu kesal gara-gara ini.. ?"


"Suami mana yang ga kesal Za.. " Intonasi Arlan mulai meninggi. Untung saja pintu ruangan tertutup rapat, sehingga sedikit meredam suara mereka .


"Bukannya sedari awal kamu tau, ada dia di hati aku. "


Deg.


Sontak Arlan terkejut, langsung menatap intens ke arah istrinya.


"Sedari awal kamu tau kan mas, aku mencintai Bang Reihan. Kamu tidak perduli dengan itu, tetap maju meyakinkanku untuk menikah dengan mu. Lalu kenapa sekarang kamu permasalahin ini.. ".


Arlan sadar, sedari awal memang wanita ini tidak menyimpan perasaan apapun padanya. Tapi jauh di dasar hatinya, besar harapannya istrinya bisa mencintainya sebesar dia mencintai Reihan.

__ADS_1


Melihat Arlan terdiam membuat Izza mengurut keningnya yamg tiba-tiba terasa pusing .


"Apa tidak ada sedikit pun aku di hatimu Za? setelah apa yang kita lalui selama ini.." lirih Arlan sambil menunduk.


"Kamu masih butuh pengakuan mas? bukannya kamu sudah memiliki hidupku seutuhnya. Lalu apa lagi yang membuatmu tidak terima, aku hanya bisa mengenang cinta Reihan. Hanya bisa mengenang, bagian mana yang masih membuatmu tidak terima !? "


"Oh, ayolah mas.. masa kamu ga paham juga.. "


"Tentu saja aku masih ga terima, karna kamu masih menyimpan rasa untuk dia. Masih diam-diam mengenang dia. Laki mana yang ga cemburu. "


Izza tercengang mendengar penuturan Arlan. Kenapa suaminya jadi sangat labil begini.


"Astaga mas, kita bukan ABG ya.. lagian apa yang kamu cemburuin sih. Orang yang kamu cemburuin udah ga ada. Aku hanya menyimpan dia di hatiku. Pernah aku membicarakannya atau menyebut nananya sepanjang bersamamu.. ? Enggak kan " Kesal Izza.


Dia berdiri . Dan Arlan pun langsung berdiri sengaja menghalangi langkahnya.


"Apa sih mas, aku bilang minggir.. "


"Enggak, sebelum kamu bilang kalau kamu juga mencintaiku.. "


Karna tidak berhasil keluar, Izza memilih kembali duduk di kursinya tanganya bersidekap dan memandang Arlan dengan kekesalan menuju level 100 .


Di tariknya nafas pelan,berusaha sabar. Sedang lelaki itu tetap murung, menekuk wajahnya menunduk seperti anak kecil tidak di belikan jajan.


"Kamu maunya gimana sih mas ? " ucapnya lembut. Dan berhasil, lelaki berwujud suami itu langsung mendongakkan wajahnya menatap Izza.


"Aku maunya kamu juga mencintaiku.. "

__ADS_1


Izza menahan tawanya, merasa geli sendiri. Apa iya dia harus mengungkapkan lewat kata-kata alay seperti Dini dan Dina yang memang masih remaja.


"Kamu ini ngeselin ya.. " Ucapnya tapi sambil menahan tawa.


"Bodo amat, cepetan.."


"Cepetan apa.. ?" goda Izza yang mulai mengikuti alur suaminya.


"Ya cepetan , itu tadi.. " kesal Arlan.


"Aku ga mau cepet-cepet, ga enak loh.. " Jawab Izza sekenanya lalu pura-pura sibuk dengan buku di depannya.


Arlan melongo, mencoba mencerna ucapan istrinya.


"Jadi maksut kamu selama ini aku cepet, ga lama. . ?" mengeram kesal tidak terima.


"Apa sih mas..? " pura-pura tidak paham, sibuk menulis di buku satunya.


Merasa di abaikan, Arlan menarik paksa buku itu lalu menutupnya kasar. Izza tentu kesal sendiri.


"Kamu ganggu kerja aku mas .. "


"Biarin, kamu ga usah kerja. Aku nglarang. Aku masih sanggup nafkahin kamu. " Arlan mendekat, memutar kursi istrinya agar mereka saling berhadapan sedang dia berjongkok di depannya.


"Apa selama ini kamu ga puas.. ? aku terlalu cepat keluar ya..? jujur Za.."


Wajah Izza langsung memerah, mungkin sudah semerah udang goreng saat ini. Malu dengan pertanyaan frontal suaminya secara langsung. Sedang lelaki itu masih fokus pada tujuannya, menunggu jawaban dari istrinya.

__ADS_1


.


__ADS_2