CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Masih Mencintainya


__ADS_3

Tepat pukul 4 Izza dengan di antar Arlan sampai di toko bunganya. Terlihat Nuri juga Juan di bantu pekerja baru sedang menyusun bunga.


"Assalamualaikum.. " Sapa Izza saat membuka pintu, di ikuti oleh Arlan.


"Waalaikum salam. ." Serempak mereka menjawab.


"Mbak Za.. " Nuri berlari mendekat, mereka pun berpelukan melepas rindu.


"Gimana kabar kamu Ri ? " tanyanya saat mengurai pelukan mereka.


"Aku Alhamdulillah mbak. " Nuri terlihat bahagia sekembali dari Pulau Bangka bersama Kevin.


"Mbak Za apa kabar ? "


"Alhamdulillah, mbak juga baik.."


"Kevin mana.. ?" Tanya Arlan yang membuat keduanya menoleh.


"Dia lagi di batam."


mendengar jawaban Nuri, Arlan hanya menganggukan kepalanya, lalu berjalan mengelilingi toko.


"Mbak mau minum? " tawar Nuri


"Enggak usah, mbak mau lihat pembukuan .."


"Ok mbak, aku ambilin dulu..". Dengan cekatan Nuri menyiapkan beberapa buku yang dia tumpuk di laci. Pembukuan hasil pendapatan toko.


"Ini mbak.. "


Izza menerimanya, " Terima kasih.. " lalu berjalan menuju ruangannya.


Saat pintu terbuka, ruang itu masih bersih dan rapi seperti biasanya. Izza mengulas senyum puas dengan tanggung jawab Nuri.


Sedang kan Arlan berkeliling mengamati toko.


"Ganteng banget.. " Airin si pekerja baru terus memperhatikan Arlan.


"Heh, ga usah ngayal. itu suami bos kita.. " Juan menepuk pundak gadis itu.


Gadis itu menoleh sebal "Apa salahnya memuji, dia emang ganteng.Cool banget. Badannya bersih.. " Airin menangkup pipinya sendiri gemas.

__ADS_1


"Yang lo kagumi itu suami orang ! Udah sana ambil air..! " Juan mendorong tubuh gadis itu. Dengan mulut mengomel Airin beranjak menuju belakang. Tapi matanya sesekali mencuri pandang ke arah Arlan yang sedang meneliti bagian kaca jendela.


"Juan.. ! " Panggil Arlan.


"Iya mas.. " Lelaki itu tergopoh-gopoh mendekat.


"Ini kacanya retak di bagian pinggir, apa ga swbaikbya di ganti.. "


"Baik mas, nanti saya sampaikan sama mbak Za.. "


Arlan tersenyum, menepuk bangga bahu lelaki kurus bernama Juan itu. Lalu berjalan menuju ruangan istrinya.


Airin yang membawa peralatan semprot bunga sengaja menabrak Arlan yang terlihat berjalan menuju ruangan Izza.


bug.


"Ehh, maaf-maaf pak.. " gadis itu sengaja menabrak bidang milik Arlan. Yang reflek membuat Arlan meraih kedua lengan tangannya agar gadis itu tidak terjatuh.


"Kamu ga papa.. ?"


"Sa-saya ga papa. Maaf, saya kurang memperhatikan jalan.. " Menunduk malu-malu.


"Syukurlah, lain kali hati-hati.. " Arlan berlalu meninggalkan Airin yang masih mematung meresapi aroma parfumnya.


Puk.


Seseorang memukul kepala Airin dengan sulak. Membuyarkan khayalan gadis itu.


"Aw.. apa sih. " membalikkan badannya. Terlihat Juan berkacak pinggang dengan mata melotot sempurna.


"Sekali lagi kamu cari kesempatan, aku pastiin mbak Za sendiri yang akan mecat kamu !"


"Apa? siapa yang nyari kesempatan. " elak Airin.


"Kamu kira aku buta ! kamu yang sengaja nabrak kan! "


"kakak ni, negarive thinkinh terus sama aku .. "


"Ada apa sih " Nuri keluar dari toilet melihat keduanya saling bersitegang.


"Eh, gak mbak.Aku ke depan dulu.. " Airin cepat-cepat berjalan menjauh, setidaknya dengan adanya Nuri. Dia terselamatkan.

__ADS_1


"Ada apa. ?" Nuri beralih menatap Juan yang tampak menahan kesal.


"Gadis ganjen tuh! " Tunjuknya pada Airin.


Nuri mengerutkan keningnya tidak mengerti. Belum sempat dia bertanya lagi terlihat Juan keluar toko menuju mini market.


.


"Sayang.. "


Izza mengangkat wajahnya melihat suaminya masuk ke ruangannya.


"Kenapa bajunya basah? "


"Ohh, ini.." Arlan mendekat dan duduk di tepi meja di dekat istrinya duduk.


"Tadi ga sengaja nabrak karyawan barumu.. "


"Mas ga ada baju ganti di mobil.. ?"


"Ada." Lelaki itu mengawasi sekeliling ruangan yang masih terlihat sama.


"Ganti gih, nanti kamu sakit.. "


Arlan tidak mengindahkan perkataan istrinya, saat matanya berhenti pada pigura kecil berisi foto Reihan dengan Izza yang kini berada di sebelah TV di ruang kerjanya.


"Dia masih menyimpannya.. "


"Mas.. " Merasa tidak di respon, Izza mengikuti arah pandang suaminya.


"Mas.. " Kembali Izza memanggil suaminya.


"Eh, iya sayang. " Arlan menoleh memandang wajah istrinya.


"Ganti dulu, bajumu basah. Nanti kamu masuk angin.. " Ucap Izza sambil kembali fokus melihat angka-angka pembukuan.


"Ga usah lah, cuma dikit.. " Arlan meraih lembut tangan Izza yang langsung membuat Izza mengalihkan matanya dari buku menuju wajah suaminya. Mata mereka saling bertemu, Arlan juga terlihat menarik nafas panjang.


"Za.. Apa kamu masih mencintainya.. ?"


Izza paham siapa yang di maksut suaminya, Dia pun mengangguk pelan sebagai jawaban.

__ADS_1


Aku sambi sambil ngemil kue lebaran ya. Tetap jaga kesehatan. Congornanya belum pergi sih.. ga bisa mudik, ga bisa nyebrang .


__ADS_2