CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Gombal Mukini Ala Arlan


__ADS_3

Hari sudah menjelang malam. Tepatnya pukul 7.30 . Hujan turun dengan derasnya.


Izza duduk termenung di dekat jendela. Suasana rumah yang sunyi bertambah sunyi karna Arlan belum pulang.


Dia memutuskan merebahkan diri di ranjang dan meraih ponselnya. Membuka sosial media untuk menghilangkan kesuntukannya.


Hingga pukul 9.30 belum ada tanda-tanda Arlan pulang, tidak ada pesan apapun dari lelaki itu dan itu membuat Izza gelisah. Dia terus membolak balikkan tubuhnya hingga ia ketiduran.


Tiba-tiba badannya terasa hangat akan pelukan seseorang di belakangnya. Rasanya nyaman sekali. Izza bisa merasakan sebuah ciuman di bagian leher belakangnya. Ciuman lembut yang langsung membuatnya membuka matanya dan membalikan badan.


"Arlan.. "


Lelaki itu tersenyum dan langsung mencium bibirnya. Hujan di luar semakin deras tapi di dalam kamar justru terasa sangat panas karna permainan 2 sejoli yang sedang merasai kenikmatan puncak nirwana.


Arlan mengusap peluh di dahi istrinya dengan lembut, memeluk erat tubuh yang masih basah oleh permainannya.


Egonya sudah mengalahkan perasaan rindunya pada istrinya itu. Dia yang semula ingin kembali tidur di sofa, mengurungkan niatnya dan justru ikut merebahkan tubuhnya di ranjang bersama istrinya.


"Ar.. "


"Ya sayang... "


Izza menarik bibirnya tipis mendengar panggilan sayang dari Arlan, tentu saja Arlan tidak mengetahuinya. Karna temaram lampu kamar. Lagi pula wajah Izza berada di dada bidang lelaki itu.


"Ada apa..? " Tanya Arlan sambil mengangkat dagu runcing milik istrinya hingga pandangan mata mereka bertemu.


Tiba-tiba saja Izza menjadi gugup di pandang seperti itu. Dia memilih menunduk kembali menutupi kegugupannya.


"Za... "


"Ehh.. aku.. aku mau ngomong sesuatu.. "


"Apa sayang. .?"


Demi apapun,Izza tiba-tiba pipinya terasa panas. Apa karna seharian ini suaminya mengabaikannya.


"Besok aku mau ke Pahang.. "


Dan usapan lembut di kepalanya pun tiba-tiba berhenti,memaksa Izza mendongakkan wajahnya untuk melihat reaksi suaminya itu.


"Ohh. . " hanya itu yang terucap dari lelaki itu.


"Bolehkan.. ?" Tanya Izza ragu.


"Kalaupun aku ga ngebolehin, kamu tetap pergi kan.. ?"


Izza langsung melepas pelukannya .

__ADS_1


"Kan kita udah sepakat dulu sebelum nikah. ."


Arlan membuang nafas kasar. Menetralkan perasaan kesal dan cemburunya yang menggunung.


"Tidurlah.. " Meraih tubuh Izza agar kembali ke pelukannya.


Tapi Izza masih diam di tempat.


"Za... " Panggilnya lembut.


Dan dengan wajah kesal Izza kembali merebahkan tubuhnya di sisih Arlan.


Arlan meraih tangannya agar kembali memeluknya.


.


Pagi ini Arlan tidak mengantar Izza ke toko, melainkan ke bandara.


Ada rasa tidak rela di hatinya membiarkan Izza pergi, tapi mengingat itu sudah kesepakatan yang dulu dia berikan pada Izza. Mau tak mau dia harus mengizinkan juga.


"Nanti kabari aku ya.. Jangan lupa makan.. " Di kecupnya kening istrinya dengan sepenuh hatinya.


"Iya.. kamu juga.. "


"Kamu juga apa.. ?" Pancing Arlan.


"Apa kemarin kamu juga menunggu kabar dari ku.. " Mengusap lembut pipi Izza yang terlihat memerah. Arlan menahan tawanya. Dia tau istrinya sedang merona grogi tapi berusaha menutupi.


"Enggak.. " Jawab Izza sambil mengalihkan pandangannya.


"Ohh sakit sekali.. Aku kira kamu nungguin kabar ku kemarin. . " Arlan justru mendramatisi.


"Udah akh.,kamu pulang ! nanti terlambat. Aku masuk dulu.. " Elaknya .


Arlan menarik tubuh itu mendekat memeluknya erat. Menciumi seleruh wajah istrinya .


"Aku akan merindukanmu sayang.. " Bisiknya.


Izza hanya tersenyum tipis dan mencium tangan Arlan, kemudian berjalan masuk menuju Boarding. Arlan terus menatapnya, bahkan melambaikan tangannya saat Izza menoleh padanya.


.


Izza sampai Pahang sudah tengah malam seperti biasanya. Di sambut keluarga pihak Reihan. Dia segera bebersih dan istirahat.


Izza


Aku udah nyampek Ar..

__ADS_1


Tak lama setelah dia mengirim pesan, Arlan langsung menghubunginya.


Hallo Assalamualaikum..


"Waalaikum salam.. Belum tidur Ar.. ?"


"Belum, nungguin kamu ngasih kabar sayang.. "


"Harusnya ga perlu, ini udah hampir pagi.. "


"Ga papalah, sudah makan sayang..? "


"Sudah. . kamu.. ?"


"Aku sudah tadi.. "


"Sama apa.. ?"


"Bakso.. "


"Emang kenyang. ?"


"Lumayan lah.. habisnya ga ada yang masakin.. "


Tak sadar Izza tersenyum tipis mendengar suara suaminya di ujung telpon.


"Kamu tau aku masak di mana 2 hari ini.. ?"


"Tau, tentu saja di rumah mu.. huh.. "


"Tau dari mana.. ?"


"Nebak aja, emang di mana lagi coba.. ?"


" Yayaya... "


"Hehe.. yaudah. Kamu istirahat ya, pasti cape.. "


"Iya.. kamu juga.. "


"Iya sayang.. jangan nakal di sana, jangan lama-lama nanti aku rindu. terus..jangan. . "


"Jangan apa.. ?" Tanya Izza penasaran.


" Jangan sakiti hatiku, karna di sana ada kamu.. "


Ngik Ngik..

__ADS_1


__ADS_2