CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Ciuman Reihan


__ADS_3

Whani menatap jalanan malam dari jendela kamar. Bulan sedang bersinar terang dengan keindahannya. Dia menoleh saat mendengar pintu kamar terbuka.


"Tak tengok Drama ke.. ?"


Whani menggeleng lalu naik ke ranjang . Kakinya cukup terasa cape seharian keliling Mall.


"Sudah Sholat.. ?"


Tumben banget tanya..


"Aku lagi datang bulan.. " Whani menarik selimut hingga atas dada dan mulai memejamkan matanya.


Reihan tersenyum tipis tanpa sepengetahuan Whani menuju kamar mandi.


maknenye dia tak mengandung..


Segera dia mengambil Wudhu untuk Sholat Isya. Setelah selesai Sholat dia mengecek berkas yang tadi di bawa Farah. Setelah cukup segera dia gosok gigi, mengganti bajunya dan mematikan lampu untuk menyusul Whani tidur.


Dia memeluk tubuh Whani erat. Menciumi rambutnya.


"Bukannya masih jam setengah 10 .. "


Reihan terkejut, ternyata Whani yang di peluknya belum tidur. Setengah malu dia mengeratkan pelukannya.


"Tidurlah.. "


Whani membalikkan badannya. menatap Reihan yang tepat di hadapannya sedang pura pura memejamkan mata. Memperhatikan garis wajah lelaki itu. Menikmati aroma tubuhnya . Rasanya dia ingin memeluk lelaki itu dan menghujani ciuman dan cinta. Tapi, nyatanya Reihan tetap membangun jarak di antara mereka.


Whani memejamkan matanya, melupakan keingintahuan siapa Farah. Kenapa seperti sangat akrab dengan suaminya.


Reihan membuka matanya menatap wajah cantik dengan mata terpejam di hadapannya. Dia berjanji dalam hati akan memulai segalanya di mulai dari malam ini.Memperbaiki hubungannya dengan Whani.

__ADS_1


.


Semua masih berjalan semestinya. Reihan tampak panik saat berkas yang semalam di beri Farah padanya justru tertinggal di kamar.


"Hallo Assalamualaikum.. Izza.. "


"Waalaikum salam bang.. iya ada apa.. ?"


"Boleh tolong hantarkan berkas semalam yang abang baca kat bilik,Ada di meja biase abang letak tas keje.. "


"Oh oke.. kirimkan Alamatnya.. "


"Yee... Assaalamualaikum .. "


"Waalaikum salam.. "


Reihan segera mengirim alamat kantornya. Meminta Whani segera kesana.


.


"Excuse Me.. Miss. Saye nak hantarkan berkas milik encik Reihan. Boleh bagi tau saye. Kat mane ruangannye.. ?" Tanya Whani pada resepsionis.


"Ohh yee cik.. tadi Encik Reihan sudah berpesan pada saye. Cik naik je lantai 5 . . "


"Ok.. thank You.. " Whani melenggang menuju lift. Sebagian orang tampak memperhatikannya. Dia memakai Dress warna hijau selutut. Begitu sesuai dengan kulitnya yang bersih.


Sesampainya di lantai 5 Whani mengedarlan pandangan mencari ruang suaminya.


"Izza. . !!" Whani menoleh kebelakang , terlihat Reihan tersenyum berjalan ke arahnya.


" ini kan.. ?" Dia menyerahkan berkas yang di bawa pada Reihan.

__ADS_1


"Iye.. " Reihan menerimanya dan langsung mencium pipi Whani.


Bertepatan itu, Farah keluar dari toilet melihat pemandangan itu. Dia meremas tangannya sendiri.


"Terimakasih.. hati-hati kat jalan. Abang ade meeting.. " Reihan melambai berlari menuju hujung lorong .


Whani memegang pipinys yang terasa panas. Dia tersenyum bahagia dan berjalan menuju lift. Baru dia akan masuk tangannya di cekal seseorang.


"Farah.. !" Dia bingung kemapa Farah mencegahnya masuk lift.


"Ko denger yee betina tak tahu di diri.. orang hine macam ko ni tak pantas jadi istri Reihan.Ape yang ko punya, ko hanya suri rumah.. ko tahu tak ko ni bukan tipe die. Tipe die tentu wanita yang bekerja dan mandiri macam aku.. !


Jangan merase senang hati sekarang, Reihan akan buang ko bile masenye nanti.. ". Ucap Farah berapi-api .


Whani tersenyum tipis menghempas tangan Farah dari nya.


"Cik Farah yang terhormat. . lebih hina saya atau anda. Wanita yang menaruh harapan pada seorang lelaki yang sudah beristri.. " Dia melenggang meninggalkan Farah bertepatan dengan pintu lift terbuka karna seseorang keluar dari dalam .


Farah meremas tangannya kembali, merasa murka pada Whani.


"Ko tengok jee.. akan ku ambi' Reihan dari kau.. "


.


Whani merebahkan badannya di ranjang, dia kembali mengingat ciuman Reihan di pipinya. Rasanya hatinya berbunga-bunga. Jantungnya bergetar hebat .


"Ahhhhh... Bang Rei.. !!" Dia mengguling-gulingkan tubuhnya di ranjang.


Whani merasa Reihan mulai mengikis pembatas di antara mereka. Dan ini yang dia harapkan selama ini. Pagi tadi saat dia salim pada Reihan, Suaminya juga mencium kepalanya sebelum berangkat kerja. Dan tadi di kantor justru pipinya yang di cium.


Tak lama matanya memejam, dengan raut penuh kebahagiaan.

__ADS_1


Reihan.. ILove You..


__ADS_2