CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Bertemu Kembali


__ADS_3

"Izza.." Panggil seseorang.


Wanita itu langsung menoleh saat merasa di panggil.


Dan lelaki itu seketika membeku, saat wanita yang di panggilnya menoleh ke arahnya. Mata mereka bertemu. Dunia lelaki itu serasa berhenti berputar, angin pun enggan menghembus, hanya detak jantungnya yang terdengar memompa laju kinerjanya.


Syok dan terkejut, setelah setahun lebih tiba-tiba di pertemukan kembali oleh takdir pada seseorang yang ternyata sempat menambat hatinya.


Meski dia berusaha ingkar, tapi nyatanya tidak ada wanita lain yang mampu menggoyah keberadaan wanita itu di hatinya.


Dia berusaha berdamai, dia membiarkan wanita itu tinggal di hatinya, tapi dia memberi porsi ruang sedikit dan kecil. Agar perlahan dia bisa menekan segala rasa yang ada untuk wanita asing itu, dari hatinya.


Setahun.


Bukan sekali 2 kali dia berusaha meminta Rizal membagi kontak atau alamat wanita malang yang dia cemoh "Janda" suatu masa dulu.


Bukan sekali 2 kali dia datang ke Batam menyusahkan kakaknya demi mencari keberadaan wanita itu.


Dan sekarang.


Dia justru tidak menyangka.


Kemarahannya pada atasannya 2 minggu yang lalu. Yang memintanya berimigran ke Pekan baru secara tiba-tiba, justru ternyata berbuah manis.


Tapi sedetik kemudian, hatinya membeku. Mengingat cincin yang melingkar di jarinya sejak sebulan yang lalu.


Hatinya tiba-tiba merasa sakit, merasa bersalah.


Merasa menghianati cintanya pada wanita itu, meski logikanya jelas mengatakan.


Mereka tidak ada hubungan apa-apa.


Wanita itu hanya orang asing.


Arlan berbalik dan langsung berjalan menuju pintu keluar.


Izza menautkan keningnya, bingung.


"Kakkk... kakk... bunganya kak.. !!" Nuri berusaha mengejarnya dan memanggilnya. Tapi lelaki itu langsung masuk ke mobil dan pergi .


"Apa yang terjadi mbak...?? " Tanya Juan yang sedari tadi memperhatikan mereka semua.


"Ehhh... mbak juga ga tau.. " Izza kembali sibuk memotong tangkai bunga.


"Mbak... mbak kenal orang tadi.. ?" Nuri langsung datang dengan wajah kesalnya.


Izza diam, apa dia akan mengatakan kenal, sedang mereka hanya bertemu sekali. Dan itu juga sudah setahunan lebih, tapi anehnya dia bisa langsung mengingat wajah lelaki bernama Arlan itu tadi. Dia tidak lupa.

__ADS_1


"Mbak Za.. di tanya malah diem.. "


Ketus Nuri.


"Hehe... ga tau loh mbak tu. Udah lanjut kerjanya.. " Izza berusaha mengalihkan perhatian pekerjanya.


"Aku tuh kesel.. apa dia lupa ga bawa dompet ya. kok tiba-tiba pergi setelah liat mbak.. " Nuri rupanya masih penasaran.


Izza memilih diam, dia sebenarnya juga bingung. Kenapa Arlan tiba-tiba pergi.


"Mungkin dia ada urusan mendadak.." Ucap Izza. Dan Juan pun terlihat mengangguk membenarkan.


.


Di mobil, Arlan tampak bingung sendiri. Menggigit punggung tangannya sembari menyetir.


Matanya langsung kembali fokus pada cincin di jarinya.


"Akhrrr.... !!!" Teriaknya kesal. Memukul setir mobil.


"Kenapa harus bertemu sekarang.. !!


Kenapa kamu ga ngilang aja dari hidupku selamanya Za... !!!


Setahun aku nyari kamu. Kamu kayak hilang di telan bumi.. sekarang tiba-tiba muncul di depan mata.. !!


Teriaknya kesal.


Tin tin Tin.


Suara klakason di belakangnya menyadarkannya. Dia berhenti di tengah jalan. Arlan segera melajukan mobilnya kembali menuju rumah sakit.


Sejenak kesibukannya di rumah sakit membuat dia lupa tentang kejadian pagi tadi. Ramainya pasien membuatnya sedikit trenyuh. Apa jadinya jika dia tetap menolak pindah kesini, sedang ternyata di sini memang kekurangan tenaga medis.


Malam hari. Sepulang dari Rumah sakit, Arlan tampak melamun di rumah Dinasnya.


Ketukan pintu menyadarkannya, dia beranjak malas menuju pintu depan dan membukanya.


"Sayang.... kamu di telpon ga di angkat-angkat... " Seru seorang wanita yang tak lain adalah Syifa, tunangannya .


Syifa juga seorang dokter, gadis yang di jodohkan kedua orang tuanya beberapa bulan lalu. Mendengar Arlan di tugaskan ke Pekan Baru, Syifa juga mengikutinya pindah. Tapi mereka bekerja di rumah sakit berbeda.


"Sayang... " Syifa memegang tangan Arlan.


Arlan langsung kembali sadar.


"Ehh... maaf Fa, aku lagi ga enak badan.. " Elaknya berbohong.

__ADS_1


"Kamu sakit.. ?" Syifa langsung memegang kening Arlan. Dan Arlan langsung menepisnya lembut.


"Aku cuma cape aja.. " tegas Arlan.


Syifa diam, memandang lekat ke arah Arlan. Ada rasa khawatir.


"Aku cek ya.. " Tawar Syifa.


"Tidak, terima kasih.. aku ingin istirahat saja. . Dan bukannya kamu Sift malam.. "


Syifa mengangguk,


"Aku tadi izin sebentar soalnya aku khawatir.. kamu seharian ga ngangkat telpon aku.. " Terangnya sambil bergelayut di lengan Arlan.


Arlan tersenyum tipis melepas pegangan tangan Syifa di lengannya.


Syifa tampak sedikit kesal.


"Kamu kenapa sih.. masih aja kayak gini. Kamu ga suka aku pegang.. !"


Arlan menundukkan wajahnya sebentar, bukan, bukan dia sok suci.


Dulu bahkan ukuran dada perawat yang cantik-cantik begitu dia nikmati . Berkencan dengan wanita yang berbeda setiap harinya alias TTMan kesana kemari dia lakukan sejak putus dengan Gita.


Tapi ntahlah , dia sekarang seoalah mati rasa. Dia menjalani pertunangan ini karna desakan orang tuanya.


Tidak ada yang kurang dari Syifa. Dia cukup cantik, gadis itu juga begitu molek di balik pakaian dokternya. Dengan rambut indah sebahu dan kaca matanya. Membuatnya begitu menawan.


"Aku udah bilang, jangan ada kontak fisik... " Ucap Arlan pelan.


"Tapi aku cuma megang lengan kamu Ar.. kita bukan lagi hot di ranjang.. !" Teriak Syifa kesal.


"Fa... pelankan suaramu.. tidak enak di dengar orang lain.. " Arlan menengok kanan dan kiri.


"Aku ga perduli... !!" Teriak Syifa kesal.


"Setidaknya fikirkan reputasimu sebagai dokter.. " Lirih Arlan.


Syifa terlihat menarik nafas pelan, melihat jam di tangannya. Lalu menatap Arlan kembali.


"Kembalilah ke rumah sakit Fa.. aku tidak apa-apa. Aku hanya butuh istirahat.. "


"Baiklah... tapi tolong jangan mengabaikan telponku.. " Syifa langsung mencium pipi Arlan.


"Aku pergi dulu... bye... " pamitnya.


Arlan hanya nenarik bibirnya tipis.

__ADS_1


Melihat langkah anggun Syifa menuju mobilnya.


__ADS_2