CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Trauma


__ADS_3

Whani menatap sendu baju pengantin yang sudah dia lepas dan di gantung di depan lemari bajunya.


Harusnya ini hari yang membahagiakan untuknya. Bisa menikah dengan Reihan, lelaki yang di cintainya sejak dulu. Lelaki yang slalu acuh padanya tapi membuatnya semakin.mendambanya.


Klek


Pintu terbuka, Reihan sempat menatap Whani sebentar lalu berjalan menuju kamar mandi. Semua barang milik Reihan sudah di pindahkan ke kamar Whani tadi sore. Amir yang antusias membantu.


Whani segera membuka lemari baju baru yang menyimpan barang milik Reihan. Di pilihnya baju yang sesuai di pakai untuk Reihan kenakan.


"Ahhh... aku ingat ada baju batik couple di lemari ku.. " Segera dia mengambilnya dan meletakkan di ranjang.


Whani membuka laci bawah yang tersusun benda segi tiga, wajahnya langsung panas. Untuk pertama kalinya dia memegang benda itu.


Cepat-cepat dia meletakannya di ranjang dan berlari keluar kamar menyambar baju batik miliknya.


Whani memilih kamar adik kembarnya untuk ganti baju. Dan untung lah si kembar rese itu tidak ada di kamar.


Di kamar Whani


Reihan mengusap rambut basahnya dengan handuk kecil, melihat sekelilingnya dan ternyata Whani tidak ada. Dia berjalan menuju lemari baju yang berjejer rapi di sebelah ranjang tidur milik Whani yang di beri pembatas dinding.


Di bukannya satu-satu sampai Lemari ke enam, dia tidak menemukan bajunya. Dia memilih meraih ponselnya untuk bertanya pada Amir, bajunya betul sudah di pindahkan atau belum.


Dan matanya langsung menangkap baju di atas ranjang. Celana bahan warna hitam lengkap dengan baju dalamannya dan baju batik yang masih menggantung di kamar.


"Dia pasti dah biasa buat macam ni kat laki-laki nye.. " Reihan tersenyum kecut dan kembali menuju Almari. Tapi mengingat susahnya mencari bajunya akhirnya dia memutuskan memakai baju yang di siapkan Whani untuknya.


"Malam semua.. " Whani menghampiri keluarganya yang sedang membuat BBQ'an di halaman belakang.


"Ehhh... pengantin baru, senyum nya berseri-seri sekali.. " Goda tante Ina, sodara mama.


"Tante bisa aja.. " Jawab Whani


"Ya mesti nuw.. kayak kamu dulu.. " Ujar papa fahat.


Tante Ina langsung terkikik malu, Whani pun menghampiri mamanya yang sedang menyiapakan minuman.


"Whani bantuin ma.. "


"Iye kak.. akak masukan buah-buah tu kat dalam wadah tu ye, masukan sirup tu.. " Mama memberi arahan, dan Whani cekatan melakukannya.


"Kak.. ada tamu nyari kakak.. !" Seru Dini dari dalam.


Whani menoleh adik bungsunya itu,


"Siapa.. ?"


"Bang Kevin.. !!"

__ADS_1


Whani segera meletakkan sendoknya dan berjalan menuju depan menemui Kevin.


"Kevin.."


Kevin yang merasa di panggil segera menoleh. Tersenyum menatap Whani.


"Kenapa ga masuk.. ?" Whani berjalan menghampiri Kevin yang berdiri di teras.


"Kamu ga pernah ngizinin aku masuk rumah mu dari dulu.. " Kevin tersenyum kecut .


Tanpa di sadari Whani, Reihan sudah berdiri di belakangnya .


"Itu kan dulu.. " Whani yang tersenyum,menyadari tatapan Kevin. Lalu dia menoleh ke belakang. Dia sungguh terkejut, sejak kapan Reihan ada di belakangnya .


"Ehh abang dah dari tadi kah.. ?


Kevin, kenalin ini Reihan Suami ku.. "


Kevin segera mengulurkan tangannya, dan rehan menyambutnya.


"Kevin" .


"Reihan" .


Kevin tersenyum, "Sepertinya kita pernah bertemu.. "


"Mungkin.. " Reihan tersenyum menarik pinggang Whani mendekat padanya. Whani menoleh, karna merasa terkejut.


"Makasih Vin.. aku berharap kamu juga segera bisa menemukan kebahagiaan mu.. " Tulus Whani berucap.


Kevin hanya tersenyum getir, rasanya baru kemarin dia bisa memandang habis wajah Whani nya. Tapi nyatanya karna kebodohannya, Whani jadi meninggalkannya.


"Aku pergi dulu .. " Kevin melambaikan tangannya dan balik badan melangkah keluar pagar.


Dia sempat berhenti dan memandang Whani, Whani melambaikan tangannya dan Kevin tersenyum lalu masuk dan menutup pintu.


Saat mobil Kevin sudah tidak terlihat, Reihan melepas cekalan tangannya di pinggang Whani.


Whani cukup sadar diri, memilih berjalan masuk tapi tangannya di cekal Reihan.


"Saya nak awak jage sikap, awak dah bersuami Izza.. " Ucap Reihan datar.


Whani menatap malas wajah Reihan.


"Aku tahu.. kamu tidak perlu khawatir.. " Whani melepas cekalan tangan Reihan dan berjalan masuk.


Semua keluarga tampak menikmati acara BBQ'an malam ini hingga pukul 10 malam. Satu persatu mulai pamit untuk istirahat. Karna gerimis akhirnya mereka yang tersisa memilih untuk masuk ke dalam rumah.


"Dini.. Dina.. sudah malam, pergilah tidur .. " Tegur Fahat saat melihat putri kembarnya yang masih asik menonton TV.

__ADS_1


"Iya papa.. " Mereka segera bangun untuk menuju kamar mereka.


"Selamat malam papa .. " Dini mencium pipi papanya dan berlari ke tangga mengejar kembarannya.


"Malam sayang.. !!" Seru Fahat .


"Anak mu itu patuh sekali mas.. " Ucap Dito suami Ina. Dito adalah orang padang, menikah dengan Ina yang tak lain adalah adik mama Humairah.


"Alhamdulillah... hanya Whani saja yang suka tidak patuh.. " Fahat tertawa.


.


Sedang di kamar, Whani sudah mencuci wajahnya, sikat gigi dan berganti piyama tidur lengan panjang. Dia segera menuju ranjang. Dan ternyata Reihan sedang Sholat. Whani memandangnya lama, kenapa Reihan tidak mengajaknya jamaah.


Whani masih menatap Reihan, saat Reihan selesai dan mengemas sajadah. Reihan sempat meliriknya tapi segera menuju kamar mandi. Tak lama keluar lagi menuju lemari.


Whani yang sadar belum menyiapkan ganti untuknya segera berlari menuju ruang ganti. Reihan sudah membuka kemejanya dan menyisakan kaos dalamnya. Whani terpana melihatnya tapi segera menunduk saat Reihan menoleh ke arahnya.


"Maaf, aku lupa menyiapkan bajumu.. " Whani segera menuju salah satu lemari dan akan membukanya.


"Mane satu Almari yang menyimpan baju-baju saye, biar saya ambi' sendiri.. Awak tak payah susah-susah nak siapkan untuk saye.. "


Whani menghentikan gerak-nya saat mendengar ucapan Reihan, cukup menusuk hati. Dia menghela nafas berusaha mengabaikan. Dan membuka pintu lemari. Mengambil piyama milik Reihan.


"Izinkan aku menyiapkan keperluanmu. . meskipun kamu tidak menginginkannya.. " Whani meraih tangan Reihan,menyerahkan piyama itu dan segera keluar dari ruang ganti .


Reihan menoleh ke istrinya yang sudah berbelok keluar dari ruang ganti. Lalu memandang piyama yang di ambil Whani. Selama ini dia jarang memakai piyama tidur. Lebih suka memakai celana pendek dan kaos.


Reihan keluar setelah memakai piyamanya. Whani melihatnya sebentar dan kembali menatap ponselnya dengan masih bersandar di kepala ranjangnya.


Reihan mengambil bantal dan menuju sofa. Whani menatapnya geram. Sebagai suami istri harusnya Reihan tidur dengannya di ranjang yang sama . Tapi Kenapa dia justru tidur di sofa.


Whani membuang nafasnya kasar, meletakkan ponselnya di nakas dan mematikan lampu saat melihat Reihan sudah berbaring membelakanginya.


Tengah malam, Reihan membuka matanya saat mendengar suara isak tangis seseorang. Dia menoleh ke arah Whani yang meringkuk di ranjang.


"Papa... tolong Whani pa.. Mama.. tolong Whani.. Aldi lepas.. lepas... " Ucap Whani sambil menangis.


Reihan bangkit mendekat ke arah Whani. Dan memang Whani menutup matanya tapi menangis mengigau. Suaranya tidak sekeras saat mereka di hotel tapi cukup mengganggu jika berada di satu ruangan.


"Lepas Aldi... lepas.. huhu.. papa... " Dia meremas sprei sambil tetap menangis.


Cukup lama Reihan memperhatikan, tapi Whani tak kunjung berhenti menangis. Masih sesenggukan dan mengucap kata "lepas" .


Ape tiap malam dia macam ni.


"Izza.. " Reihan menggoyang-goyangkan badannya agar Whani bangun.


"Lepas Aldi... jangan sentuh aku huhu... papa... papaa.. " Tangisnya kembali pecah.

__ADS_1


Reihan mengingat cara Fahat menenangkan putrinya saat itu. Dia segera naik ke atas ranjang. Mendekap tubuh Whani menghadap dadanya dan mengelus rambutnya.


Whani yang semula masih menangis, semakin lirih tangisannya. Cukup lama hampir 5 menit akhirnya hanya suara isak yang melemah. Reihan menunduk memperhatikan wajah Whani yang bersembunyi di dadanya dengan mata terpejam. Lalu dia memeluknya erat, menyandarkan dagunya di kepala istrinya itu dan ikut terlelap.


__ADS_2