CINTA UNTUK IZZA

CINTA UNTUK IZZA
Bertekat Mencoba


__ADS_3

Acara Resepsi berakhir pukul 7 malam. Tapi belum benar-benar berakhir karna masih ada 1 -2 tamu yang datang .


Izza sedang di bantu MUA melepas semua atribut yang di pakai. Badannya sungguh sudah merasa panas dan lelah ingin segera mandi.


Satu jam kemudian dia langsung menuju kamar mandi. Setelah MUA itu selesai dengan pekerjaannya dan pamit pulang. Izza keluar kamar mandi menggunakan kimono dan rambut yang di gulung dengan handuk.


"Astagfirullah. . !" Teriaknya saat tiba-tiba ada seseorang memeluknya dari belakang.


Izza melupakan Arlan sedari tadi, karna lelaki itu tidak ikut kembali ke kamar sejak turun dari pelamin. Dia menemui rekan kerjanya. Untungnya Izza terbiasa langsung membawa ganti baju dalam saat mandi.


"Arlan. . " Desisnya sambil berusaha melepas kaitan tangan Arlan yang melingkar di perutnya.


"Kamu wangi sekali sayang. ." terasa di leher Izza yang Arlan sedang mengendusnya.


"Aku jadi tidak tahan.. " Imbuhnya yang langsung membuat Izza tersentak menghempas tangannya.


Arlan tertawa kecil sedang Izza mendelik kesal.


"Mandi sana.. !"


"Iya. . mana handuknya.. ?" Tatapan Arlan masih tak lepas dari sosok Izza yang hanya menggunakan kimono mandi.


"Jaga pandanganmu Ar..! "


"Memangnya kenapa, ga salah kan.. kita udah sah kok.. "

__ADS_1


Dalam hati Arlan benar-benar mengagumi wanita yang sudah jadi istrinya ini. Ternyata Izza sangat cantik dan mempunyai body yang aduhai yang selama ini di tutupi,membuat darah Arlan memanas.


Izza cuek saja, mengambilkan handuk dan menyerahkan pada Arlan. Lelaki itu sempat mencium pipinya kembali sebelum lari ke kamar mandi.


Setelah mengganti baju dan merias wajah tipis. Izza mengeringkan rambut panjangnya sambil melamun.


Dia mengingat dulu, saat baru menikah dengan Reihan. Suaminya kala itu begitu cuek dan irit bicara.


Kilas balik memori dulu berputar di kepalanya. Pernikahan terpaksa demi menyelamatkan martabat keluarga, tapi seiring waktu saling membuka diri dan ternyata saling mencintai .


Reihan..


Arlan tiba-tiba kembali memeluk Izza dari belakang. Membuat dia terkejut hingga hairdryer itu hampir jatuh terlepas.


"Aku tau kamu sedang tidak memikirkanku. Tapi tolong jangan memikirkan dia, jika aku sedang di sisihmu.. "


"Apa kamu mau mengabulkan permintaanku tadi...? " Tanya Arlan.


Izza hanya diam, mengambil sisir untuk menyisir rambut panjangnya. Arlan mendesah pelan lalu melepas pelukan untuk duduk di ranjang.


Dia tersenyum miris melihat masih ada foto Reihan di atas nakas sebelah tempat tidur.


kamu masih terpatri indah di hatinya, Reihan.


Sampai aku sedikitpun tidak berkesempatan masuk di hatinya barang sebentar..

__ADS_1


Aku tau, kamu pemilik hatinya..


Tapi sekarang aku pemilik tubuhnya..


Aku hanya berharap suatu saat dia akan bisa menerimaku di hatinya. .


"Sudah belum.. ? Papa meminta kita turun pukul 8 untuk makan malam.. ini sudah pukul 8 .."


"Iya... " Di ikatnya rambut itu menggulung dan memakai krudungnya.


Arlan memggandeng mesra tangan Izza untuk turun makan malam. Dia tidak perduli, meski Izza hanya tetap bersikap cuek dengan apapun yamg dia lakukan.


Di bawah semua keluarga menyambut mereka dengan candaan dan godaan untuk keduanya. Izza bisa melihat raut bahagia papa dan mamanya juga keluarga yang lain.


Dia akan berusahan bertahan di ikatan ini, demi keluarganya.


Dia akan mencoba .


Sungguh dia juga bahagia melihat keluarganya bahagia.


"Ayo cucuku mskan yang banyak.. biar kuat.. " Nenek memasukkan begitu banyak lauk di piring Izza dan Arlan.


"Astaga nenek.. apa ini kambing .. ?" Arlan mengunyah sambil memperhatikan tumpukan daging di depannya.


Semua tampak menahan tawa. Izza pun jadi bingung.

__ADS_1


"Sudah.. makan saja.. !" Nenek tersenyum penuh makna.


__ADS_2